Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Akhir November 2025, banjir bandang dan longsor menerjang Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Dampaknya masif: 53 kabupaten/kota, 498 kecamatan, dan 4.533 desa terdampak.
Korban meninggal mencapai 1.207 orang. Lebih dari 184 ribu rumah rusak tertimbun lumpur. Pada awal Desember 2025, jumlah pengungsi menyentuh 2.107.941 orang. Dalam sejarah kontemporer Indonesia, bencana sebesar ini jarang terjadi.
Di tengah situasi darurat itu, Presiden Prabowo Subianto turun langsung ke tiga provinsi terdampak. Ia memastikan bantuan tanggap darurat tersalurkan dan menyemangati warga yang tinggal di tenda pengungsian. “Pemerintah tidak akan membiarkan rakyat yang terkena bencana sendirian dan akan terus memberikan bantuan kepada mereka,” ujarnya.
Senada dengan pernyataan Presiden tersebut, Seskab Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa sejak detik pertama bencana terjadi, seluruh unsur negara telah dan akan hadir terus dan bekerja keras di lapangan.
Janji itu telah terwujud di dalam hasil nyata. Per 8 Oktober 2026, tidak ada lagi pengungsi yang tinggal di tenda. Pemerintah lebih dulu mempercepat penyediaan tempat tinggal. Dari target 20.803 hunian sementara (huntara), sebanyak 20.770 unit telah berdiri atau 99,84 persen. Sebanyak 20.728 unit sudah dihuni.
Dana Tunggu Hunian (DTH) juga tersalur 100 persen kepada 26.761 kepala keluarga setelah validasi data dilakukan secara by name by address. Untuk hunian tetap (huntap), dari rencana 57.027 unit, sebanyak 2.085 unit sudah selesai dan 1.862 unit sedang dibangun.
Pemulihan Dasar: Dari Sekolah, Jembatan Hingga ‘Jadup’
Baca juga : PR Tim Ekonomi, Jaga Daya Beli Kelas Menengah
Pemulihan hunian berjalan beriringan dengan perbaikan infrastruktur dasar. Seluruh 87 RSUD dan 867 puskesmas terdampak kini kembali berfungsi. Sebanyak 2.522 puskesmas pembantu juga telah diperbaiki. Tinggal enam Pustu yang masih tutup karena rusak total dan harus dibangun ulang atau direlokasi.
Di sektor pendidikan, 4.922 sekolah terdampak telah selesai diperbaiki per awal Oktober 2026. Menurut data Satgas PRR, seluruh siswa sudah kembali belajar di kelas. Tidak ada lagi yang belajar di tenda darurat.
Jalan dan jembatan nasional sudah 100 persen fungsional. Jalan daerah mencapai 94 persen, sementara jembatan daerah 69 persen. Sektor jembatan daerah menjadi salah satu tantangan terberat dalam rekonstruksi.
TNI dan Polri menjadi tulang punggung di sektor ini. Satgas TNI AD menuntaskan 447 jembatan: 75 jembatan bailey, 241 armco, dan 131 perintis. Polri menyelesaikan 117 dari 126 jembatan perintis. Pemulihan akses ini membuka kembali mobilitas warga dan desa-desa yang sebelumnya terisolasi kini terhubung.
Kebutuhan dasar warga juga pulih. Listrik dan sinyal seluler telah kembali 100 persen. SPBU, SPBE, dan agen LPG beroperasi penuh. Timbulan lumpur setinggi hingga dua meter di 702 titik ruang publik, persawahan, dan permukiman telah dibersihkan. Sebanyak 198 dari 210 pasar rakyat kembali buka.
Bantuan Tunai Tiba ke Tangan Warga
Jaminan hidup (jadup) senilai Rp674,8 miliar telah diterima 136.996 keluarga atau 89,28 persen. Uang isi hunian tersalur 95,62 persen. Bantuan stimulan ekonomi senilai Rp764,4 miliar tersalur 95,75 persen.
Baca juga : MBG Terus Diperbaiki
Untuk pelaku UMKM, sebanyak 193.703 debitur KUR terdampak telah dipetakan dengan total pinjaman Rp11,22 triliun. Di sektor pertanian, pemulihan sawah rampung di 29.024 hektare dari target 52.624 hektare atau 55,2 persen. Dampaknya langsung terasa bagi ekonomi rumah tangga karena petani dapat kembali berproduksi.
Satu ‘Rumah Komando’
Kuncinya adalah orkestrasi dan koordinasi satu pintu. Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR), yang dibentuk Presiden Prabowo melalui Keppres No. 1/2026 pada 8 Januari 2026, menjadi mesin koordinasi sekaligus orkestrasi pemulihan pascabencana Sumatera.
Satgas ini dikomandoi Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Pengalaman matangnya di berbagai operasi lapangan sebagai mantan Kapolri dan posisinya sebagai Mendagri memudahkannya mengoordinasikan gubernur, bupati, dan wali kota di tiga provinsi terdampak.
Satgas kemudian membentuk Pos Komando Nasional (Poskonas), dipimpin Irjen Pol Wahyu Bintono dan beranggotakan unsur BNPB, TNI/Polri, serta kementerian/lembaga terkait. Setiap hari, Poskonas memutakhirkan data kerusakan, progres pemulihan, hambatan lapangan, dan evaluasi kegiatan melalui laporan harian. Di samping itu, setiap pekan tim monev Poskonas turun langsung ke daerah mengecek progres rekonstruksi fisik di lapangan secara detail.
Hambatan di lapangan diurai satu per satu. Kementerian/lembaga dan pemerintah daerah diorkestrasi dengan pendekatan quick win: mendahulukan target prioritas yang manfaatnya langsung dirasakan warga.
“Indikator dasar pemulihan wilayah prioritas yang dikebut meliputi pembersihan lumpur, pembukaan akses darat daerah terisolasi, normalisasi sungai, serta pemulihan jaringan listrik, air bersih, dan internet. Kita meminta seluruh lintas sektor tidak mengurangi intensitas kerja personel di lapangan,” tegas Tito selaku Kepala Satgas PRR saat rakor di Banda Aceh Januari lalu.
Baca juga : Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong, KPK Tetapkan 2 TSK Baru
Tito didukung empat wakil kepala satgas. Salah satunya Jenderal TNI Richard Taruli Horja Tampubolon, S.H., Wamenhan yang baru dilantik, dan saat itu masih menjabat Kasum TNI. Seperti Tito, Wakasatgas Richard kerap turun langsung memeriksa proses rekonstruksi hingga ke desa-desa pelosok.
Jaringan struktural TNI, Polri, dan BNPB hingga tingkat desa memudahkan pemantauan dan mobilisasi bantuan. Semua perkembangan diperbarui melalui Dasbor Pemulihan di Pusat Komando Satgas PRR di lantai 2 Gedung B Kemendagri. Bila pembaca berkunjung ke gedung ini, Anda akan melihat kedap-kedip angka di dasbor LED besar yang menampilkan perubahan angka-angka progres pemulihan secara real time dari lapangan.
Dukungan juga datang dari sekolah kedinasan. Akpol, Akmil, IPDN, dan BPS menerjunkan siswa sebagai relawan ke area bencana. Kemendagri, misalnya, mengirim tiga gelombang praja IPDN dan ASN, total 2.672 personel, untuk membantu pembersihan lumpur di permukiman warga.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya