Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Terima Delegasi Parlemen Jerman, Stafsus Menag Paparkan Komitmen Prabowo soal Kerukunan
Selasa, 20 Oktober 2026 22:52 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Masjid Istiqlal menjadi ruang dialog Indonesia dan Jerman untuk memperkuat kerukunan umat beragama serta memperluas kerja sama lintas agama.
Dalam pertemuan dengan delegasi Parlemen Federal Jerman (German Bundestag), Staf Khusus Menteri Agama Gugun Gumilar memaparkan nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika serta komitmen pemerintah Presiden Prabowo Subianto dalam merawat keberagaman dan menjaga persatuan.
Gugun menerima kunjungan delegasi tersebut di Masjid Istiqlal, Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Pertemuan ini menjadi momentum untuk memperkuat dialog lintas agama (interfaith dialogue), memperluas kerja sama Indonesia-Jerman, serta berbagi pengalaman dalam pengelolaan kerukunan umat beragama.
Baca juga : Dukung Langkah Prabowo, Azis: Koperasi Merah Putih Jalan Pemerataan Ekonomi
Dalam pertemuan tersebut, Gugun menjelaskan bahwa Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika merupakan fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.
Kedua nilai tersebut menjadi landasan dalam merawat keberagaman sekaligus menjaga persatuan masyarakat.
“Indonesia memiliki pengalaman penting dalam merawat keberagaman. Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika mengajarkan bahwa perbedaan bukan penghalang untuk hidup bersama, melainkan kekuatan untuk membangun persatuan. Kerukunan perlu dirawat melalui dialog, pendidikan, dan kerja sama antarkelompok masyarakat,” ujar Gugun.
Gugun bersama delegasi juga membahas peluang menghidupkan kembali program dialog lintas agama Indonesia-Jerman serta menjajaki kolaborasi untuk 2027.
Baca juga : Rocky Gerung Pastikan Tetap Kritis Meski Jadi Wantimpres
Kerja sama tersebut berpotensi mencakup pertukaran pengalaman, penguatan kapasitas tokoh agama, pendidikan toleransi, serta peningkatan peran lembaga keagamaan dalam memperkuat kohesi sosial.
Selain itu, kedua pihak membahas peluang kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan di Jerman untuk mendukung program toleransi, kebebasan beragama, pendidikan, dan pembangunan masyarakat yang inklusif.
“Dialog lintas agama perlu diterjemahkan menjadi program konkret dan berkelanjutan. Indonesia dan Jerman memiliki peluang untuk saling bertukar pengalaman, khususnya dalam memperkuat pendidikan, membangun kepercayaan antarkelompok, dan menjaga kohesi sosial,” lanjut Gugun.
Delegasi Parlemen Federal Jerman tersebut terdiri atas lima anggota parlemen dari berbagai kelompok politik, yaitu: Dr. Johannes Fechner, MP, dari SPD, menjabat Wakil Ketua Fraksi. Lamya Kaddor, MP, dari Alliance 90/The Greens, menjabat Wakil Ketua Fraksi. Gökay Akbulut, MP, dari The Left, menjabat Wakil Ketua Fraksi.
Baca juga : 2 Tahun Prabowo-Gibran: Ekonomi Mulai Bergerak dengan Arah yang Lebih Berdaulat
Peter Aumer, MP, dari CDU/CSU, sebagai anggota fraksi. Dr. Malte Kaufmann, MP, dari Alternative for Germany (AfD), selaku ketua delegasi.
Kunjungan tersebut turut didampingi dua perwakilan Kedutaan Besar Republik Federal Jerman di Jakarta, yakni Oliver Schwart dari Political Section dan Jan Rahn selaku Head of Protocol.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya