RM.id Rakyat Merdeka - Puluhan pemuda di Makassar mendeklarasikan komitmen menjaga persatuan serta melawan disinformasi, fitnah, dan kebencian dalam diskusi refleksi dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Forum yang digelar Karang Taruna Sulawesi Selatan itu juga membahas penguatan ketahanan pangan dan pembangunan poros maritim melalui program Koperasi Desa Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih.
Diskusi bertema “Lumbung Pangan dan Poros Maritim” tersebut berlangsung di Hometown Kopizone, Makassar, Selasa (28/10/2026), dengan dihadiri 50 peserta dari kalangan mahasiswa sejumlah perguruan tinggi di Makassar.
Ketua Karang Taruna Sulawesi Selatan Harmansyah mengatakan, Koperasi Desa Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih memiliki keterkaitan dengan upaya memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di sektor kelautan dan perikanan.
Menurut Harmansyah, Sulawesi Selatan sejak lama dikenal sebagai salah satu daerah penyangga pangan nasional.
Karena itu, kebijakan pemerintah di sektor pertanian perlu didukung ketersediaan lahan, distribusi pangan, serta sistem perdagangan yang mampu menjaga stabilitas harga.
Salah satu program yang disoroti ialah pencetakan sawah baru di sejumlah kabupaten di Sulawesi Selatan.
Ia menilai, penyiapan lahan menjadi bagian penting dalam mendukung peningkatan produksi dan ketersediaan pangan.
Harmansyah menjelaskan, Koperasi Desa Merah Putih tidak semata-mata dibentuk untuk bersaing dengan jaringan ritel modern, seperti Alfamart, Alfamidi, dan Indomaret.
Koperasi tersebut diharapkan menjadi wadah penguatan ekonomi masyarakat desa, termasuk membantu petani memasarkan hasil produksi dan mengurangi ketergantungan terhadap tengkulak maupun rentenir.
Baca juga : Berkat MBG, Konsumsi Protein Hewani Anak Naik Jadi 84%
“Keberadaan Koperasi Desa Merah Putih ini sebenarnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tingkat pedesaan dan menjadi titik hilirisasi program pemerintah,” ujarnya.
Ia juga menyoroti rencana pemanfaatan gudang koperasi untuk menampung dan memperdagangkan komoditas pangan dari wilayah setempat, seperti beras dan kakao.
Melalui mekanisme tersebut, koperasi diharapkan dapat mendukung stabilitas harga sekaligus memperpendek rantai distribusi hasil pertanian.
Kampung Nelayan Merah Putih Dorong Ekonomi Pesisir
Di sektor maritim, Harmansyah menyinggung pembangunan pelabuhan dan dermaga serta program Kampung Nelayan Merah Putih yang mulai dikembangkan di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, tetapi juga diharapkan meningkatkan kesejahteraan nelayan melalui penyediaan fasilitas pendukung, seperti tempat penyimpanan dingin (cold storage) dan sarana penangkapan ikan.
Ia menilai, penguatan sektor pertanian dan kelautan perlu berjalan beriringan karena keduanya berkaitan langsung dengan ketersediaan pangan dan penghidupan masyarakat.
Selain koperasi dan Kampung Nelayan Merah Putih, Harmansyah menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didukung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berpotensi membuka lapangan kerja baru.
Meski demikian, ia mengajak mahasiswa untuk tetap menyampaikan aspirasi dan kritik yang konstruktif terhadap pelaksanaan program pemerintah.
Masukan masyarakat diperlukan untuk memperbaiki kebijakan agar pelaksanaannya semakin sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Sementara itu, akademisi Universitas Cokroaminoto Makassar sekaligus pemerhati media, Ibnu Munsir, menekankan pentingnya peran media dan mahasiswa dalam mengawal pelaksanaan program pemerintahan Prabowo-Gibran.
Baca juga : 2 Tahun Prabowo-Gibran, Sumbar Policy Forum Apresiasi Pembenahan Pendidikan
Menurut Ibnu, media tidak hanya bertugas menyampaikan informasi kepada masyarakat, tetapi juga menjadi jembatan yang menghubungkan kebijakan pemerintah dengan publik, termasuk memberikan edukasi mengenai program nasional.
Ia mengatakan, perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) menjadi tantangan tersendiri bagi media, terutama dalam menghadapi penyebaran berita bohong atau hoaks dan informasi yang simpang siur.
Karena itu, ia mengingatkan pentingnya penyampaian informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan, terutama ketika membahas program pemerintah di sektor ketahanan pangan, pertanian, perikanan, dan kemaritiman.
“Media ini memiliki peran strategis yang menghubungkan kebijakan pemerintah dengan masyarakat. Media menjadi jembatan di tengah arus perkembangan teknologi yang serba AI,” ujarnya.
Ibnu menegaskan, kritik terhadap pemerintah merupakan bagian dari kehidupan demokrasi.
Namun, kritik seharusnya didasarkan pada data yang kuat dan disertai solusi untuk memperbaiki pelaksanaan program.
Menurutnya, program pemerintah perlu dinilai secara objektif dengan melihat manfaat yang dihasilkan bagi masyarakat sekaligus mengidentifikasi berbagai tantangan yang masih perlu dibenahi.
Dalam konteks penguatan lumbung pangan, ia menyoroti upaya peningkatan produksi beras dan program pencetakan sawah.
Sementara di sektor maritim, ia menilai Kampung Nelayan Merah Putih berpotensi mendukung peningkatan perekonomian masyarakat pesisir.
Meski demikian, Ibnu mengingatkan bahwa pelaksanaan program tidak dapat dinilai hanya dalam waktu singkat.
Baca juga : Survei IPO: 66 Persen Masyarakat Puas dengan Kinerja Prabowo
Evaluasi dan masukan yang konstruktif tetap diperlukan agar kebijakan pemerintah semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Ia juga mencontohkan program Sekolah Rakyat sebagai salah satu program yang menurutnya layak mendapat apresiasi karena memberikan akses pendidikan serta dukungan kebutuhan hidup bagi masyarakat yang membutuhkan.
Ibnu menekankan bahwa apresiasi terhadap program yang dinilai memberikan manfaat tidak berarti mengabaikan kekurangan maupun tantangan dalam pelaksanaannya.
“Kalau program itu dijalankan dengan bagus, dengan baik, apa salahnya kita memberi apresiasi? Kalau ada perbaikan, kita memberi masukan dan solusi yang berimbang serta berbasis data,” katanya.
Melalui diskusi tersebut, Ibnu berharap mahasiswa dan media dapat berperan aktif dalam menyampaikan informasi yang edukatif, mengawal kebijakan publik, serta mendorong perbaikan program pemerintah demi kesejahteraan masyarakat.
Deklarasi Jaga Persatuan dan Lawan Fitnah
Di akhir diskusi, puluhan pemuda Makassar mendeklarasikan komitmen untuk menjaga persatuan serta melawan disinformasi, fitnah, dan kebencian.
Deklarasi tersebut menjadi penegasan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga ruang publik tetap sehat, mendorong penyebaran informasi yang bertanggung jawab, serta merawat persatuan di tengah dinamika politik dan perkembangan teknologi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.