Sebelumnya
Di sisi lain, ia mengingatkan agar orientasi perlindungan pekerja tetap berjalan beriringan dengan keberlanjutan dunia usaha. Menurutnya, regulasi ketenagakerjaan tidak boleh hanya melihat kepentingan pekerja, tetapi juga harus mempertimbangkan kemampuan perusahaan dalam mempertahankan kegiatan usahanya.
"Kalau undang-undang terlalu berpihak kepada pekerja tetapi mengabaikan keberlanjutan sektor usaha, tentu ada risiko. Kepentingan pekerja dan pemodal harus sama-sama diakomodasi. Pemerintah juga perlu mendorong produktivitas pekerja serta memberikan insentif yang tepat kepada dunia usaha," jelasnya.
Riko turut mengapresiasi adanya pengaturan mengenai pembentukan pengawas ketenagakerjaan. Menurutnya, keberadaan instrumen pengawasan menjadi penting untuk memastikan hak-hak pekerja dan kewajiban perusahaan dapat berjalan sesuai ketentuan.
Baca juga : Buruh ASEAN Kompak Perjuangkan Standar Upah Layak
Lebih jauh, ia menekankan pentingnya keterlibatan berbagai pemangku kepentingan dalam proses implementasi regulasi tersebut. Pemerintah, pengusaha, serikat pekerja, dan kelompok pekerja informal perlu dilibatkan dalam dialog agar setiap ketentuan dapat dipahami secara komprehensif.
Menurutnya, dialog publik menjadi salah satu instrumen penting untuk menjembatani perbedaan kepentingan sekaligus mencegah munculnya persaingan usaha yang tidak sehat.
"Pemerintah memiliki dua tugas penting, yakni memperluas dialog dengan berbagai pihak dan segera menyusun peraturan turunannya," ungkap Riko.
Baca juga : Kumpul di Jakarta, Buruh ASEAN Bersatu Perjuangkan Kesejahteraan
Pemerintah diharapkan dapat mempercepat penyusunan aturan pelaksana sehingga substansi dan tujuan yang tertuang dalam undang-undang benar-benar dapat dirasakan masyarakat.
Riko berharap, regulasi ketenagakerjaan yang baru dapat memberikan perlindungan lebih baik dibandingkan pengaturan sebelumnya, sekaligus menciptakan hubungan industrial yang sehat, produktif, dan berkelanjutan.
"Keberhasilan regulasi tersebut tidak hanya diukur dari substansi pasal-pasalnya, tetapi juga kemampuan Pemerintah memastikan implementasinya menjawab kebutuhan pekerja, dunia usaha, dan perekonomian nasional," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.