Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Gempa M5,4 Guncang Pulau Karutung Sulawesi Utara, Tidak Berpotensi Tsunami
- Hasil Liga Italia: Lazio Pesta Gol, Roma dan Como Ikut Raih Kemenangan
- PSS Sleman Takluk dari Borneo FC, Kartu Merah Jadi Titik Balik
- Persib Vs Melbourne Victory, Ujian Terberat Maung Bandung
- Gempa M5,4 Guncang Gunungkidul Yogyakarta, Tidak Berpotensi Tsunami
Pimpinan Buruh Dunia Kumpul Di Indonesia, Andi Gani: Ini Momentum Bersejarah
Senin, 26 Oktober 2026 22:51 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Para pimpinan serikat buruh dari berbagai negara berkumpul di Jakarta dalam forum International Trade Union Confederation-Asia Pacific (ITUC-AP) 28th Regional General Council pada 25–26 Oktober 2026. Pertemuan ini menjadi momentum bersejarah bagi gerakan buruh Indonesia untuk memperkuat kerja sama dan membahas tantangan ketenagakerjaan global.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea mengatakan, forum tersebut untuk pertama kalinya menghadirkan para pimpinan buruh Asia Pasifik dalam pertemuan General Council di Indonesia.
“Ini tentu sangat penting untuk gerakan buruh Indonesia. Baru pertama kali ada General Council, pimpinan-pimpinan buruh se-Asia Pasifik hadir langsung ke Jakarta untuk melakukan pertemuan membahas program-program ITUC yang berbasis di Brussel, Belgia,” kata Andi Gani di Jakarta, Senin (26/10/2026).
Selama dua hari pertemuan, para pimpinan buruh membahas berbagai agenda strategis. Pembahasan mencakup upaya meningkatkan kesejahteraan pekerja, memperkuat perlindungan ketenagakerjaan, serta merespons perubahan dunia kerja akibat perkembangan teknologi.
Para pimpinan serikat buruh yang hadir berasal dari Malaysia, Singapura, Filipina, Australia, Selandia Baru, India, Bangladesh, Sri Lanka, Nepal, Pakistan, Turki, Taiwan, Korea Selatan, Jepang, Fiji, dan Palestina.
Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah dukungan terhadap Undang-Undang Perlindungan Ketenagakerjaan yang baru disahkan di Indonesia. Andi Gani menyebut dukungan tersebut sebagai sinyal positif bagi perjuangan buruh nasional.
Baca juga : Andi Gani All Out Kawal Tuntas UU Perlindungan Ketenagakerjaan
“Teman-teman dari negara-negara anggota ITUC-AP mendukung penuh Undang-Undang Perlindungan Ketenagakerjaan yang baru saja disahkan. Ini kemajuan yang sangat luar biasa untuk gerakan buruh Indonesia,” tegasnya.
Menurut Andi Gani, dukungan internasional tersebut memperlihatkan pentingnya kerja sama antarserikat pekerja dalam memperjuangkan perlindungan dan kesejahteraan buruh. Forum ini juga menjadi ruang pertukaran pengalaman mengenai kebijakan ketenagakerjaan di berbagai negara.
KSPSI Salurkan Donasi untuk Buruh Palestina
Selain membahas agenda ketenagakerjaan, KSPSI menunjukkan solidaritas terhadap perjuangan buruh Palestina. Organisasi tersebut menyerahkan donasi sebesar 3.000 dolar AS yang dihimpun dari anggota KSPSI di seluruh Indonesia.
“Kami dari KSPSI juga menyerahkan bantuan solidaritas dari seluruh anggota KSPSI di Indonesia untuk teman-teman Palestina, serikat buruh Palestina yang saat ini sedang berjuang. Jumlah donasinya 3.000 dolar AS,” ungkap Andi Gani.
Bantuan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap serikat buruh Palestina di tengah situasi yang mereka hadapi. Solidaritas lintas negara, menurutnya, merupakan bagian penting dari gerakan buruh internasional.
Baca juga : Dimas P. Wardhana: Masih Banyak PR Yang Butuh Perhatian Serius
AI dan Robotik Jadi Perhatian Buruh Dunia
Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan teknologi robotik juga menjadi salah satu isu penting dalam pertemuan tersebut. Andi Gani menilai, pemanfaatan teknologi otomatisasi perlu diimbangi dengan perlindungan terhadap tenaga kerja.
Ia mengingatkan, penggunaan AI dan robotik yang tidak dikelola dengan baik berpotensi mengurangi kebutuhan tenaga kerja manusia dalam jumlah besar. Karena itu, para pimpinan buruh mendorong pemerintah di setiap negara untuk membahas regulasi yang dapat melindungi pekerja di tengah perkembangan teknologi.
“Bagaimana AI mengurangi tenaga kerja dalam jumlah yang sangat signifikan. Ini menjadi alarm keras bagi kami, para pimpinan buruh, agar pemerintah negara masing-masing dapat membatasi penggunaan AI ataupun robotik,” katanya.
Andi Gani mencontohkan, satu robot dapat menggantikan pekerjaan hingga 500 tenaga kerja manusia. Menurutnya, potensi perubahan besar dalam struktur lapangan kerja tersebut perlu menjadi perhatian serius pemerintah dan gerakan buruh internasional.
Ia mengatakan, dampak AI dan robotik terhadap tenaga kerja juga menjadi pembahasan di berbagai negara, termasuk Korea Selatan, Jepang, negara-negara Eropa, dan Australia.
Baca juga : Ali Mahsun Atmo: Pemerintah Berpihak Pada Ekonomi Rakyat
Karena itu, ia menekankan perlunya komitmen bersama untuk memastikan pemanfaatan teknologi tidak mengabaikan keberlangsungan pekerjaan manusia.
“Ini harus menjadi komitmen bersama para pimpinan buruh di Asia Pasifik maupun di seluruh dunia untuk meminta kepada pemerintah masing-masing menekan penggunaan AI dan robotik yang saat ini sudah sangat mengkhawatirkan,” jelasnya.
Menurut Andi Gani, kemajuan teknologi semestinya membantu meningkatkan produktivitas dan mendukung pekerjaan manusia. Penerapannya perlu mempertimbangkan dampak terhadap pekerja, termasuk kebutuhan peningkatan keterampilan dan perlindungan tenaga kerja.
Melalui forum ITUC-AP 28th Regional General Council, para pimpinan buruh Asia Pasifik membahas langkah bersama untuk menghadapi perubahan dunia kerja. Agenda tersebut mencakup penguatan kesejahteraan pekerja, perlindungan ketenagakerjaan, solidaritas internasional, serta tantangan otomatisasi di era digital.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya