RM.id Rakyat Merdeka - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mendorong penguatan program pengentasan kemiskinan di Provinsi Yogyakarta melalui pengelolaan zakat yang terarah, tepat sasaran, dan terukur.
Pada 2027, BAZNAS se-Yogyakarta menargetkan penyaluran bantuan kepada 25.704 mustahik. Pimpinan Riset, Pengembangan, Perencanaan, dan Inovasi BAZNAS, Syarifuddin mengatakan, pengelolaan zakat di daerah harus diarahkan untuk memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan mendukung upaya pengentasan kemiskinan.
"Perencanaan program zakat harus disusun berdasarkan kebutuhan dan persoalan yang dihadapi masyarakat di masing-masing daerah. Karena itu, program nasional perlu disinkronkan dengan kondisi dan karakteristik wilayah agar pelaksanaannya tepat sasaran," kata Syarifuddin dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) BAZNAS se-Yogyakarta di Yogyakarta, Rabu (4/11/2026).
Baca juga : BAZNAS Optimalkan Potensi Zakat Rp 2,6 Triliun Untuk Pengentasan Kemiskinan
Dia menjelaskan, terdapat tiga aspek utama yang perlu menjadi perhatian BAZNAS daerah dalam menyusun program kerja 2027. Yakni sinkronisasi program, ketajaman sasaran penerima manfaat, dan keterukuran hasil.
Menurutnya, 13 program unggulan BAZNAS harus menjadi acuan dalam penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2027 seluruh BAZNAS se-Yogyakarta.
Meski demikian, pelaksanaannya perlu disesuaikan dengan persoalan dan kebutuhan masing-masing wilayah.
Baca juga : BAZNAS Dan OIC Youth Jajaki Kerja Sama Perkuat Diplomasi Zakat Global
"13 program unggulan BAZNAS harus menjadi rujukan dalam penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2027 seluruh BAZNAS se-DIY. Namun, implementasinya tetap perlu disesuaikan dengan persoalan dan kebutuhan setiap wilayah," jelasnya.
Selain itu, Syarifuddin menekankan pentingnya pemanfaatan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) dalam menentukan sasaran penerima manfaat.
Data tersebut perlu diperkuat melalui verifikasi menggunakan pendekatan had kifayah agar penyaluran zakat benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Baca juga : BAZNAS-ADINKES Kolaborasi Perkuat Layanan Kesehatan Keluarga Prasejahtera
BAZNAS daerah juga didorong memperkuat program pemberdayaan ekonomi produktif dan perlindungan sosial yang menjadi bagian dari 13 program unggulan BAZNAS. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat peningkatan kesejahteraan mustahik sekaligus mendorong kemandirian ekonomi mereka.
Untuk mengoptimalkan pelaksanaan program, Syarifuddin meminta BAZNAS di Yogyakarta memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), perguruan tinggi, serta berbagai mitra strategis.
"Yang ingin kita bangun adalah pengelolaan zakat yang benar-benar memberikan dampak. Ukurannya bukan hanya berapa banyak bantuan yang diberikan, tetapi bagaimana zakat mampu mengubah kehidupan mustahik menjadi lebih baik dan mendorong mereka mencapai kemandirian," tegasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.