Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Wamenkeu ke Penerima Beasiswa LPDP: Saya Tunggu Kontribusi Anda
- Pakar Hukum: Bantahan Ferry Boboho Jadi Tantangan Berat bagi JPU
- ACFFEST 2026, KPK Ajak Masyarakat Melawan Korupsi Lewat Film
- Korlantas Polri: Informasi Pembuatan SIM Gratis 2026 Hoax!
- BRI Salurkan Tunjangan Profesi Guru Non-ASN Rp921,6 M kepada 507 Ribu Penerima
BAZNAS-ADINKES Kolaborasi Perkuat Layanan Kesehatan Keluarga Prasejahtera
Rabu, 4 November 2026 17:16 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bekerja sama dengan Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (ADINKES) untuk memperkuat akses layanan kesehatan bagi keluarga prasejahtera.
Kolaborasi ini juga difokuskan pada upaya pencegahan dan pengendalian AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM) di Indonesia.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) oleh Ketua BAZNAS Sodik Mudjahid dan Ketua Umum PP ADINKES M. Subuh di Bandung, Jawa Barat, Selasa (3/11/2026).
Penandatanganan disaksikan Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, serta Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Asnawi Abdullah.
Baca juga : BAZNAS Buka Beasiswa Riset 2026 Untuk 308 Penerima, Bantuan Hingga Rp 30 Juta
Ketua BAZNAS, Sodik Mudjahid mengatakan, kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis untuk mengoptimalkan pemanfaatan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dalam mendukung akses dan kualitas layanan kesehatan masyarakat.
Menurutnya, BAZNAS dan dinas kesehatan memiliki sumber daya yang saling melengkapi untuk memastikan keluarga prasejahtera, khususnya para mustahik, mendapatkan pendampingan dan keberlanjutan pengobatan.
"Dinas Kesehatan memiliki data, tenaga kesehatan, dan jaringan layanan hingga tingkat puskesmas. Sementara itu, BAZNAS memiliki dana zakat, infak, dan sedekah, data mustahik, serta jaringan BAZNAS di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Melalui sinergi ini, kita dapat memastikan pasien dari keluarga mustahik memperoleh pendampingan dan keberlanjutan pengobatan, sekaligus membantu menjaga kondisi sosial ekonomi keluarganya agar tetap berdaya dan terhindar dari risiko kemiskinan," ujar Sodik.
Dia menegaskan, kesehatan menjadi salah satu faktor penting dalam upaya pemberdayaan masyarakat dan pengentasan kemiskinan. Sebab, persoalan kesehatan tidak jarang menjadi pemicu keluarga rentan terjerumus lebih dalam ke jurang kemiskinan.
Baca juga : BAZNAS-Pemprov Riau Perkuat Sinergi Pengelolaan Layanan Rumah Singgah
Bagi BAZNAS, kata Sodik, kesehatan mustahik merupakan prasyarat untuk mewujudkan pemberdayaan yang berkelanjutan hingga mampu bertransformasi menjadi muzaki.
"Masalah kesehatan sering kali menjadi awal seseorang jatuh dalam kemiskinan. Melalui kolaborasi ini, BAZNAS berharap dukungan terhadap kelompok rentan dapat semakin diperkuat sehingga mereka memiliki kesempatan memperoleh kehidupan yang lebih sehat dan layak. Jangan sampai karena masalah kesehatan membuat semakin banyak masyarakat jatuh menjadi mustahik," katanya.
Sementara itu, Ketua Umum PP ADINKES M. Subuh menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kebutuhan penting dalam memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria di Indonesia.
"Kami tidak bisa sendirian dalam melakukan pencegahan dan pengendalian AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria di Indonesia. Penanganan persoalan kesehatan masyarakat membutuhkan kolaborasi. Dengan dukungan BAZNAS, kami berharap upaya pencegahan dan pengendalian penyakit dapat berjalan lebih optimal serta menjangkau kelompok masyarakat yang membutuhkan," sambung Subuh.
Baca juga : BAZNAS Salurkan Bantuan Biaya Hidup Untuk Keluarga Rentan Di Brebes
Ia berharap sinergi tersebut dapat memperluas dukungan program kesehatan masyarakat, terutama bagi keluarga prasejahtera yang membutuhkan pendampingan dan akses layanan kesehatan.
Dalam kesempatan yang sama, BAZNAS dan ADINKES juga menggelar ATM Award 2026. Sebanyak 45 BAZNAS kabupaten/kota dari berbagai provinsi menerima penghargaan atas kontribusinya dalam mendukung program pencegahan dan pengendalian AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria.
Penghargaan tersebut sekaligus menjadi bentuk apresiasi terhadap peran lembaga zakat dalam mendukung penanganan persoalan kesehatan masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya