BREAKING NEWS
 

Fuji Abdul Rohman dan Dzulfikar Ahmad Tawalla Serukan Persatuan Indonesia

Reporter : HENDRAWAN KOSIM WIJAYA
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Kamis, 5 November 2026 15:01 WIB
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Penguatan persatuan bangsa membutuhkan lebih dari sekadar semangat kebangsaan. Intelektualisme, dialog terbuka, dan kolaborasi lintas sektor juga menjadi kunci untuk membangun Indonesia.

Hal itu ditekankan Staf Khusus Menteri Sosial RI, Fuji Abdul Rohman, saat mendampingi Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Dzulfikar Ahmad Tawalla, dalam sebuah agenda diskusi di Jakarta.

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pejabat pemerintah pusat, kepala daerah, dan tokoh publik. Mereka bertukar gagasan mengenai kepemimpinan, pembangunan, serta berbagai tantangan kebangsaan.

Dzulfikar Ahmad Tawalla, yang juga menjabat Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, menekankan pentingnya intelektualisme dalam gerakan kepemudaan.

Menurutnya, pemikiran yang kuat diperlukan agar sebuah gerakan memiliki arah, misi, dan tujuan yang jelas.

Pandangan tersebut sejalan dengan nilai-nilai yang dikembangkan Muhammadiyah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, antara lain melalui pendidikan, pengabdian sosial, serta penguatan persatuan.

Baca juga : Ini Fuji, Sosok yang Mendampingi Wamen P2MI di IFL Total Politik

Fuji mengatakan, nilai kebangsaan yang tumbuh dalam Persyarikatan Muhammadiyah harus diwujudkan melalui kontribusi nyata bagi masyarakat dan negara.

“Nilai-nilai kebangsaan yang diajarkan dalam Persyarikatan Muhammadiyah menuntun kita untuk mendahulukan kepentingan bangsa dan negara, menjaga Indonesia, serta memperkokoh Persatuan Indonesia,” ujar Fuji.

Fuji menilai, penguatan intelektualisme merupakan bagian penting dalam membentuk kepemimpinan pemuda.

Pemuda tidak hanya dituntut memiliki semangat gerakan, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, memahami persoalan masyarakat, serta menawarkan gagasan yang solutif.

Ia juga menekankan pentingnya komunikasi dan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan berbagai elemen masyarakat.

Adsense

Sinergi tersebut diperlukan agar gagasan maupun kebijakan dapat menjawab kebutuhan masyarakat secara lebih efektif.

Baca juga : Persatuan Indonesia Hadirkan Ruang Belajar Dan Pelatihan Gratis untuk Anak Muda

Menurut Fuji, pengabdian pemuda semestinya tidak berhenti pada kepentingan kelompok atau organisasi, tetapi harus berorientasi pada kemaslahatan yang lebih luas.

Semangat tersebut sejalan dengan nilai Islam berkemajuan yang menjadi bagian dari gerakan Muhammadiyah, yakni mengintegrasikan nilai keagamaan, kemanusiaan, dan kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat

Fuji Abdul Rohman merupakan tokoh muda yang aktif di bidang pemerintahan, organisasi kepemudaan, dan sosial kemasyarakatan.

Ia menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Sosial RI sejak 2024. Sebelumnya, Fuji mengemban amanah sebagai Staf Khusus Wakil Ketua DPR RI periode 2019–2024 dan tercatat pernah menjadi anggota Dewan Pengawas Perum Jasa Tirta I.

Di lingkungan Muhammadiyah, Fuji mengawali aktivitas organisasinya melalui Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Ciputat.

Ia kemudian menjabat sebagai Bendahara Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah periode 2014-2018 dan menjadi anggota Lembaga Kajian dan Kemitraan Strategis PP Muhammadiyah periode 2022-2027.

Baca juga : Sikap Pemuda Muhammadiyah Dan Fatayat NU, Polri Sudah Ideal Di Bawah Presiden

Di luar aktivitas tersebut, Fuji juga aktif dalam organisasi ekonomi kreatif dan kepemudaan.

Ia tercatat sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS), Wakil Ketua Umum Pengurus Nasional Karang Taruna, serta Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Perserikatan Baseball dan Softball Seluruh Indonesia (PB PERBASASI) periode 2026-2030.

Dalam bidang akademik, Fuji menyelesaikan pendidikan Sarjana Ilmu Hukum di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Magister Ilmu Hukum di Universitas Trisakti. Ia juga melanjutkan pendidikan doktoral Ilmu Hukum di Universitas Tarumanagara.

Bagi Fuji, pengalaman dalam organisasi dan pemerintahan merupakan ruang pembelajaran untuk memperkuat kapasitas diri sekaligus memperluas kontribusi bagi masyarakat.

Ia menegaskan, menjaga Indonesia merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan komitmen, keterbukaan dalam berdialog, serta kerja kolaboratif dari berbagai elemen bangsa.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense