BREAKING NEWS
 

Bamsoet: Munas FKPPI Akan Sahkan GBHP dan Tetapkan Titiek Soeharto sebagai Ketum

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Sabtu, 7 November 2026 18:14 WIB
Wakil Ketua Umum/Kepala Badan Bela Negara FKPPI, Bambang Soesatyo (kanan). (Foto: Dok. Bamsoet)

RM.id  Rakyat Merdeka - Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (FKPPI) akan digelar pada 3–5 Desember 2026 di Hotel Borobudur, Jakarta. Wakil Ketua Umum/Kepala Badan Bela Negara FKPPI, Bambang Soesatyo (Bamsoet), menyambut Munas ini sebagai momentum penting untuk memperkuat konsolidasi, regenerasi kepemimpinan, serta arah perjuangan organisasi.

Bamsoet berharap, Munas tersebut berlangsung dalam semangat persaudaraan dan penghormatan penuh terhadap AD/ART organisasi. Ketua Umum FKPPI Pontjo Sutowo memberikan dukungan penuh kepada Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto sebagai ketua umum Ketua Umum FKPPI periode 2026–2031 melalui mekanisme musyawarah mufakat (aklamasi) karena telah memperoleh dukungan dari 34 ketua pengurus daerah (PD) dan tiga organisasi pendukung.

“FKPPI adalah rumah besar keluarga pejuang, keluarga besar TNI-Polri, dan kader kebangsaan. Karena itu, Munas harus menjadi ruang persatuan, bukan arena perpecahan. Siapa pun yang mendapat mandat harus lahir dari mekanisme organisasi yang sah, terbuka, bermartabat, dan berorientasi pada kepentingan besar FKPPI serta bangsa Indonesia,” ujar Bamsoet, dalam pertemuan silahturahmi bersama Ketua Umum FKPPI Pontjo Sutowo, di Jakarta, Jumat (6/11/26).

Bamsoet menilai, dukungan Pontjo Sutowo terhadap kepemimpinan Titiek Soeharto dalam munas nanti menunjukkan kedewasaan organisasi dan semangat keberlanjutan.

Baca juga : Bamsoet Serukan FKPPI Jaga Pemerintahan Sah & Tolak Segala Bentuk Makar

“Musyawarah mufakat adalah tradisi luhur bangsa sekaligus karakter organisasi kita. Bila seluruh peserta memiliki pandangan yang sama untuk aklamasi dan formatur tunggal, maka hal itu harus dipahami sebagai wujud persatuan, bukan sekadar prosedur pemilihan,” tegas Bamsoet.

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) ini mendukung gagasan Ketua Umum Pontjo Sutowo agar Munas FKPPI 2026 nanti menetapkan Garis-garis Besar Haluan Perjuangan FKPPI atau GBHP sebagai pedoman jangka panjang organisasi. GBHP diperlukan agar arah perjuangan FKPPI tetap konsisten, lintas generasi, dan tidak berubah-ubah setiap terjadi pergantian kepemimpinan.

Adsense

Menurutnya, FKPPI harus memiliki haluan perjuangan yang mampu menjaga kesinambungan organisasi lintas kepengurusan. "Kita tidak boleh setiap pergantian kepemimpinan kembali mencari arah dari awal. GBHP harus menjadi kompas yang memastikan siapa pun yang memimpin FKPPI tetap bergerak dalam satu visi besar, dengan program yang terukur dan relevan terhadap kebutuhan bangsa,” kata Bamsoet.

Menurutnya, kebutuhan terhadap GBHP semakin mendesak karena tantangan kebangsaan terus berkembang. Ancaman terhadap ketahanan nasional kini tidak hanya terkait keamanan fisik, tetapi juga polarisasi sosial, ketimpangan ekonomi, disinformasi digital, ketergantungan ekonomi, percepatan teknologi, serta kompetisi geopolitik dan geoekonomi global.

Baca juga : Bamsoet: Penguatan Ideologi Pancasila Fondasi Penting Dukung Keberhasilan Prabowo

“Jangan sampai FKPPI kuat dalam jumlah anggota, tetapi arah geraknya berubah-ubah mengikuti siapa yang sedang memimpin. Organisasi besar harus mempunyai garis perjuangan yang lebih permanen. Program boleh berubah menyesuaikan kebutuhan zaman, tetapi nilai, visi, dan tujuan perjuangannya harus mempunyai pijakan yang kokoh,” jelas Bamsoet.

Bamsoet menambahkan, GBHP dapat menjadi dasar penyusunan agenda jangka panjang FKPPI untuk 10 hingga 20 tahun, yang kemudian diterjemahkan ke dalam program kerja nasional, daerah, cabang, hingga tingkat desa dan kelurahan.

“Setiap kepengurusan harus mampu menjawab tiga pertanyaan sederhana: apa yang dikerjakan, untuk siapa manfaatnya, dan apa hasil yang dapat diukur. Dengan begitu, keberhasilan FKPPI tidak hanya dinilai dari banyaknya kegiatan, tetapi dari kontribusi nyata kader bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Bamsoet.

GBHP, lanjut Bamsoet, harus mempertegas jati diri FKPPI sebagai organisasi bela negara, kader kebangsaan, dan rumah bersama generasi penerus keluarga besar TNI-Polri. FKPPI harus hadir menjaga persatuan nasional, mencetak pemimpin berkarakter, memperkuat kesejahteraan rakyat, mendukung ketahanan pangan dan ekonomi, serta membangun literasi digital untuk melawan hoaks dan disinformasi.

Baca juga : Dukung Kapolri Reformasi Polri: Tutup Celah Penyimpangan, Pulihkan Kepercayaan

“Bela negara hari ini jauh lebih luas. Generasi muda dapat membela negara melalui prestasi, kewirausahaan, penguasaan teknologi, ketahanan pangan, kepedulian sosial, menjaga persatuan, melawan disinformasi, serta ikut menyelesaikan persoalan masyarakat. GBHP harus membuat FKPPI semakin relevan bagi Generasi Milenial dan Gen-Z yang merupakan kekuatan besar kader organisasi,” pungkas Bamsoet.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense