RM.id Rakyat Merdeka - Saraswati Fellowship meluluskan 30 peserta Batch II setelah mengikuti program mentorship intensif selama tiga bulan. Program yang diinisiasi Rahayu Saraswati Djojohadikusumo di bawah naungan Shandri Foundation ini memperkuat ekosistem kepemimpinan perempuan di Indonesia.
Inisiator Saraswati Fellowship, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo atau akrab disapa Sara, mengatakan program tersebut dirancang untuk membangun ekosistem mentorship jangka panjang dan inklusif bagi perempuan muda Indonesia.
Melalui program ini, para peserta diharapkan dapat mengembangkan karakter, kapasitas, serta jejaring sebagai bekal menjadi pemimpin masa depan.
Antusiasme terhadap Saraswati Fellowship terus meningkat. Sejak Batch I hingga Batch II, jumlah pendaftar tercatat hampir mencapai 1.000 orang.
"Antusiasme terhadap program ini tercermin dari total pendaftar Saraswati Fellowship sejak Batch I hingga Batch II yang mencapai hampir 1.000 orang," ujar Sara dalam acara Graduation Batch II di Museum Nasional, Jakarta, Sabtu (7/11/2026).
Pada Batch II, program ini melibatkan 11 Super Mentor dari delapan sektor dan industri. Pendekatan lintas bidang tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan sekaligus meningkatkan kapasitas kepemimpinan para fellows.
Baca juga : Saraswati Fellowship Luluskan 30 Pemimpin Perempuan Muda
Dalam sambutannya, Sara menegaskan Indonesia tidak pernah kekurangan perempuan hebat. Namun, potensi mereka perlu didukung lingkungan yang memberikan kesempatan untuk berkembang.
"Indonesia tidak kekurangan perempuan hebat. Jika orang melihat siapa Sara hari ini, saya adalah produk dari didikan dan cinta kasih seorang perempuan hebat, yaitu ibu saya, Anie Hashim Djojohadikusumo," kata Wakil Ketua Komisi VII DPR RI tersebut.
Menurut Sara, perempuan hebat tidak tumbuh dalam ruang hampa. Mereka membutuhkan dukungan, akses, serta lingkungan yang memungkinkan potensi kepemimpinannya berkembang.
Karena itu, Saraswati Fellowship hadir untuk menciptakan kesempatan dan membangun sistem pendukung bagi perempuan muda. Sebab, masih banyak perempuan berpotensi besar yang belum mendapatkan akses setara terhadap mentor, sumber daya, dan ruang pengembangan kepemimpinan.
"Banyak perempuan muda Indonesia memiliki potensi besar, tetapi belum mendapatkan akses yang setara terhadap mentor, sumber daya dan ruang pengembangan kepemimpinan," jelasnya.
Sara juga menilai perempuan membutuhkan lebih banyak figur inspiratif yang dapat menjadi contoh nyata bahwa mereka mampu mengambil peran dan berkontribusi di berbagai bidang.
Baca juga : Saraswati Fellowship Batch 2 Perkuat Peran Perempuan Jadi Pemimpin
Srikandi Partai Gerindra ini menambahkan, perjuangan mewujudkan kesetaraan gender tidak bisa hanya mengandalkan perempuan. Keterlibatan laki-laki dan berbagai pemangku kepentingan juga diperlukan untuk mempercepat perubahan.
"Kita membutuhkan lebih banyak pihak yang menjadi jembatan dan bagian dari perubahan. Bukan hanya women support women, tetapi juga men support women. Karena itu, Super Mentor kami tidak hanya perempuan, tetapi juga melibatkan laki-laki," tegasnya.
Salah satu Super Mentor, Retno Marsudi, turut menyampaikan dukungannya terhadap program tersebut. Menteri Luar Negeri periode 2014-2024 yang kini menjabat Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Isu Air itu menilai mentorship menjadi salah satu langkah penting dalam meningkatkan kapasitas perempuan.
"Saya pribadi sangat mendukung program yang mendorong peningkatan kapasitas dan perkembangan perempuan. Women support women," ujar Retno.
Namun, Retno mengingatkan peningkatan kapasitas individu harus diiringi perubahan sistemik agar perempuan memperoleh kesempatan lebih luas untuk menduduki posisi strategis.
"Kita tidak bisa hanya meminta perempuan terus meningkatkan kapasitas dirinya. Kita juga harus mengubah sistem dan membuka lebih banyak ruang bagi perempuan untuk memimpin," katanya.
Baca juga : Sara Dan Reshma Hadirkan Ruang Belajar Inklusif Di Kemang
Retno juga berpesan agar para fellows tidak menyerah dalam memperjuangkan cita-cita. Ketika berhasil mencapai posisi strategis, mereka diharapkan membuka kesempatan bagi perempuan lainnya.
"Latar belakang kalian tidak menentukan masa depan. Setiap pencapaian besar dimulai dari keberanian untuk terus berjuang. Ketika kalian berhasil, bukalah pintu bagi perempuan-perempuan lainnya. That is what this fellowship is all about," pesannya.
Melalui kelulusan 30 fellows Batch II, Saraswati Fellowship berharap semakin banyak perempuan muda Indonesia memiliki akses terhadap pendampingan, jejaring, dan kesempatan untuk mengambil peran kepemimpinan di berbagai sektor.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.