Dark/Light Mode

Saraswati Fellowship Luluskan 30 Pemimpin Perempuan Muda

Minggu, 8 November 2026 17:05 WIB
Saraswati Fellowship, program mentorship kepemimpinan perempuan yang diinisiasi Rahayu Saraswati Djojohadikusumo melalui Shandri Foundation, menggelar Graduation Batch II di Museum Nasional, Jakarta Pusat, Sabtu (7/11/2026). Foto: Dok Shandri Foundation
Saraswati Fellowship, program mentorship kepemimpinan perempuan yang diinisiasi Rahayu Saraswati Djojohadikusumo melalui Shandri Foundation, menggelar Graduation Batch II di Museum Nasional, Jakarta Pusat, Sabtu (7/11/2026). Foto: Dok Shandri Foundation

RM.id  Rakyat Merdeka - Saraswati Fellowship, program mentorship kepemimpinan perempuan yang diinisiasi Rahayu Saraswati Djojohadikusumo melalui Shandri Foundation, menggelar Graduation Batch II di Museum Nasional, Jakarta Pusat, Sabtu (7/11/2026).

Sebanyak 30 peserta (fellows) angkatan kedua resmi dinyatakan lulus setelah menyelesaikan program intensif selama tiga bulan. Antusiasme terhadap program ini juga terlihat dari jumlah pendaftar sejak Batch I hingga Batch II yang mencapai hampir 1.000 orang.

Pada angkatan kedua, Saraswati Fellowship menghadirkan 11 Super Mentors dari delapan sektor dan industri. Pendekatan lintas bidang ini dirancang untuk memperluas wawasan, pengalaman, serta kapasitas kepemimpinan para peserta.

Inisiator Saraswati Fellowship, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo atau akrab disapa Sara, mengatakan Indonesia tidak pernah kekurangan perempuan hebat yang memiliki kapasitas dan kontribusi di berbagai bidang. Sejumlah sosok perempuan inspiratif turut hadir dalam acara tersebut, di antaranya Super Mentor Retno Marsudi dan Shinta Widjaja Kamdani.

“Indonesia tidak kekurangan perempuan hebat. Di antara mereka, hadir di tengah kita Ibu Retno Marsudi dan Ibu Shinta Kamdani. Ada pula sosok yang mungkin tidak dikenal secara langsung oleh banyak orang, tetapi namanya tidak asing bagi sebagian orang. Izinkan saya menyampaikan rasa hormat dan cinta saya kepada ibu kandung saya, Ibu Anie Hashim Djojohadikusumo,” ujar Sara dalam sambutannya.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI ini mengungkapkan, dirinya merupakan hasil didikan dan kasih sayang seorang perempuan hebat, yakni sang ibu.

Menurut Sara, perempuan hebat tidak tumbuh begitu saja. Mereka membutuhkan dukungan serta lingkungan yang memungkinkan potensi dan kapasitasnya berkembang.

“Saya sangat menyadari bahwa perempuan hebat lahir dari support system dan lingkungan yang mendukung pertumbuhannya. Untuk itulah Saraswati Fellowship hadir, menciptakan kesempatan dan membangun support system tersebut sebagai respons terhadap realitas sosial,” jelasnya.

Baca juga : Saraswati Fellowship Batch 2 Perkuat Peran Perempuan Jadi Pemimpin

Sara menilai, banyak perempuan muda Indonesia memiliki potensi besar, tetapi belum memperoleh akses yang setara terhadap mentor, sumber daya, dan ruang pengembangan kepemimpinan.

Karena itu, Saraswati Fellowship berupaya menghadirkan lebih banyak sosok perempuan inspiratif yang dapat menjadi contoh nyata bahwa perempuan mampu mengambil peran dan berkontribusi di berbagai sektor.

“Kita perlu menghadirkan lebih banyak visual references, yaitu sosok-sosok perempuan yang dapat menjadi contoh nyata bahwa perempuan mampu mengambil peran dan memberikan kontribusi di berbagai bidang,” imbuhnya.

Sara juga menegaskan, upaya mendorong kesetaraan gender dan keterwakilan perempuan membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk laki-laki. Menurutnya, perjuangan membuka ruang kepemimpinan bagi perempuan tidak cukup hanya mengandalkan gerakan women support women, tetapi juga membutuhkan dukungan laki-laki atau men support women.

“Kita membutuhkan lebih banyak pihak dan pemangku kepentingan yang terlibat untuk menjadi jembatan dan bagian dari perubahan itu. Bukan hanya women support women, tetapi juga men support women,” katanya.

Ia menyebut sejumlah Super Mentor Saraswati Fellowship juga berasal dari kalangan laki-laki. Salah satunya Dony Oskaria, COO BPI Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, yang berhalangan hadir dalam acara tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Super Mentor Saraswati Fellowship, Retno Marsudi, menyampaikan dukungannya terhadap program pengembangan kepemimpinan perempuan tersebut.

Menteri Luar Negeri RI periode 2014–2024 sekaligus Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Isu Air itu mengaku langsung menerima ajakan Sara untuk menjadi mentor setelah menghadiri Graduation Batch I.

Baca juga : Wisuda Pertama, Saraswati Fellowship Lahirkan 30 Calon Pemimpin Perempuan

“Awal tahun ini saya hadir persis di ruangan ini sebagai undangan. Setelah Graduation Batch I, Mbak Sara menelepon dan meminta saya menjadi Super Mentor. Tanpa berpikir dua kali, saya langsung mengatakan yes. Saya pribadi sangat mendukung program yang mendorong peningkatan kapasitas dan perkembangan perempuan, women support women,” ungkap Retno.

Retno menekankan, peningkatan kapasitas perempuan harus diiringi perubahan sistemik yang membuka lebih banyak kesempatan bagi perempuan untuk menduduki posisi strategis dan pengambilan keputusan.

Menurutnya, semakin banyak perempuan berada di posisi tersebut, semakin terbuka pula kesempatan untuk memengaruhi kebijakan, mengubah sistem, dan memperbaiki keadaan.

“Kita tidak bisa hanya meminta perempuan untuk terus meningkatkan kapasitas dirinya. Kita juga harus mengubah sistem dan membuka lebih banyak ruang bagi perempuan untuk memimpin. Artinya, kita memerlukan lebih banyak perempuan yang berada di posisi pengambilan keputusan,” tegasnya.

Retno juga berpesan kepada para lulusan agar tidak menyerah dalam menghadapi tantangan. Ia meminta para fellows yang kelak berhasil membangun karier dan kepemimpinan untuk turut membuka kesempatan bagi perempuan lainnya.

“Latar belakang kalian tidak menentukan masa depan. Terkadang, menyerah memang terlihat lebih mudah, tetapi ingatlah bahwa setiap pencapaian besar dimulai dari keberanian untuk terus berjuang. Ketika kalian nanti sudah berhasil, bukalah pintu bagi perempuan-perempuan lainnya. That is what this fellowship is all about,” pesannya.

Sementara itu, Chair Shandri Foundation, Andika Prasetya, menegaskan komitmen yayasan untuk terus memperluas akses pengembangan kapasitas dan mentorship bagi generasi muda Indonesia melalui Saraswati Fellowship.

Menurut Andika, yayasan ingin menjadi wadah yang mempertemukan tokoh-tokoh inspiratif dengan anak muda yang memiliki semangat untuk berkembang dan membawa perubahan.

Baca juga : Kohati HMI Sayangkan Rahayu Saraswati Mundur, Perempuan Di DPR Makin Menyusut

Pada 2027, Shandri Foundation berencana menyelenggarakan tiga batch Saraswati Fellowship dengan melibatkan lebih banyak tokoh dan mentor. Selain itu, yayasan juga akan memperkenalkan Seed Program yang berfokus pada pengembangan investasi dan pemagangan virtual bagi mahasiswa tingkat akhir.

Program ini ditujukan untuk mempersiapkan mahasiswa memasuki dunia kerja di tengah perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI).

“Kami ingin terus menjadi basis dukungan yang mempertemukan tokoh-tokoh inspiratif dengan anak-anak muda yang memiliki semangat untuk berkembang dan membawa perubahan,” ujar Andika.

Sejumlah Super Mentor yang hadir dalam acara tersebut antara lain Retno Marsudi, Shinta Widjaja Kamdani, Farina Situmorang, Ferro Ferizka Aryananda, dan Tamara Gondo. Hadir pula Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie, Anthony Sondakh dari Siloam Hospitals, Andhi Anggoro dari BRI, serta Founder WADAH Foundation Anie Djojohadikusumo.

Menutup acara, Sara menegaskan Graduation Batch II bukanlah akhir perjalanan Saraswati Fellowship, melainkan awal dari pengembangan program ke tahap berikutnya.

Saraswati Fellowship kini mulai mempersiapkan Batch III dengan target memperluas jangkauan, meningkatkan skala program, serta menghadirkan manfaat yang lebih besar bagi perempuan muda Indonesia di berbagai daerah.

Saraswati Fellowship merupakan program mentorship kepemimpinan perempuan yang berkomitmen membangun ekosistem pendampingan jangka panjang dan inklusif. Program ini bertujuan mengembangkan karakter, kapasitas, serta jejaring perempuan muda Indonesia sebagai bekal menjadi pemimpin masa depan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.