Dark/Light Mode

Sara Dan Reshma Hadirkan Ruang Belajar Inklusif Di Kemang

Rabu, 4 November 2026 09:13 WIB
Ruang pendidikan inklusif Wiras Playroom resmi dibuka di Kemang, Jakarta Selatan. Foto: Dok Wiras Playroom
Ruang pendidikan inklusif Wiras Playroom resmi dibuka di Kemang, Jakarta Selatan. Foto: Dok Wiras Playroom

RM.id  Rakyat Merdeka - Ruang pendidikan inklusif Wira’s Playroom resmi dibuka di Kemang, Jakarta Selatan. Didirikan Rahayu Saraswati Djojohadikusumo (Sara) bersama Reshma Wijaya, Wira’s Playroom hadir dengan pendekatan pendidikan yang menghargai keunikan, kebutuhan, dan cara belajar setiap anak.

Berangkat dari pengalaman pribadi sebagai ibu dari anak berkebutuhan khusus, keduanya ingin menghadirkan lingkungan belajar yang tidak memaksa anak menyesuaikan diri dengan sistem pendidikan yang seragam. Sebaliknya, sekolah harus mampu menyesuaikan metode pembelajaran dengan kebutuhan dan potensi masing-masing anak.

Gagasan tersebut sejalan dengan prinsip pendidikan inklusif yang diusung UNESCO melalui Global Education Monitoring Report 2020.

Laporan itu menekankan pentingnya sistem pendidikan yang mampu mengakomodasi keberagaman peserta didik, sekaligus mendukung pencapaian akademik, perkembangan sosial-emosional, rasa percaya diri, dan penerimaan anak di lingkungan sekolah.

Sara mengatakan, gagasan mendirikan Wira’s Playroom berangkat dari perjalanannya mendampingi tumbuh kembang Wira, putranya yang memiliki Down Syndrome.

Baca juga : Sara Dirikan Wira’s Playroom untuk Anak Kebutuhan Khusus

Pengalaman tersebut membuatnya memahami pentingnya lingkungan pendidikan yang mampu mengenali kebutuhan sekaligus mengembangkan potensi setiap anak.

"Ketika semua anak dituntut mengikuti sistem pembelajaran yang sama, mereka yang memiliki kebutuhan berbeda berisiko tidak mendapatkan dukungan yang tepat untuk berkembang. Wira's Playroom lahir dari sebuah harapan sederhana: agar anak-anak kita tidak harus berjuang menyesuaikan diri dengan lingkungan yang belum memahami mereka. Justru lingkungan belajar yang seharusnya mampu disesuaikan dengan kebutuhan anak," ujar Sara, Selasa (3/11/2026).

Ia mengungkapkan, tantangan bagi orang tua anak berkebutuhan khusus bukan sekadar menemukan sekolah yang bersedia menerima, melainkan mendapatkan lingkungan pendidikan yang benar-benar memahami dan mendukung perkembangan anak.

"Dari pengalaman saya sebagai seorang ibu, saya belajar bahwa tantangan terbesar bukan semata-mata menemukan sekolah yang bersedia menerima anak kita, tetapi menemukan tempat yang benar-benar memahami dan mampu mendukung mereka untuk berkembang. Saya ingin Wira memiliki kesempatan untuk belajar dengan bahagia, merasa diterima, dan membangun kepercayaan diri. Saya percaya setiap anak berhak mendapatkan kesempatan yang sama," lanjut Sara, yang telah berkecimpung sebagai entrepreneur dan sociopreneur selama lebih dari satu dekade.

Sementara itu, Reshma Wijaya, Co-Founder Wira’s Playroom sekaligus pendiri Saraswati Learning Center, turut merancang kerangka pendidikan dan sistem pembelajaran yang menjadi fondasi sekolah tersebut.

Baca juga : Jadi RSU, Kemang Medical Care Hadirkan Healthy Aging Hingga Pain Management

Pengalamannya mendampingi Cheryl, putrinya yang juga memiliki Down Syndrome, membentuk keyakinan Reshma bahwa setiap anak mempunyai kemampuan, potensi, dan cara belajar yang berbeda.

Melalui pendekatan play with purpose, aktivitas bermain dirancang sebagai bagian dari proses pembelajaran yang bermakna. Anak-anak diberikan kesempatan untuk bereksplorasi, berkomunikasi, membangun hubungan sosial, mengembangkan kemandirian, serta mengenali kekuatan dalam dirinya.

"Perjalanan saya dimulai bersama Cheryl, yang mengajarkan saya bahwa sebuah diagnosis tidak menentukan batas kemampuan dan masa depan seorang anak. Keyakinan inilah yang terus membentuk cara saya memandang pendidikan," kata Reshma.

Menurutnya, bermain bukanlah aktivitas yang terpisah dari proses belajar. Sebaliknya, bermain merupakan salah satu cara alami bagi anak untuk memahami dunia dan mengembangkan kemampuannya.

"Ketika kita memahami bagaimana seorang anak belajar, menciptakan lingkungan yang sesuai dengan kebutuhannya, dan memberinya kesempatan untuk bereksplorasi, kita membuka pintu bagi berbagai potensi yang mungkin sebelumnya belum terlihat. Inilah filosofi yang menjadi dasar Wira's Playroom," jelasnya.

Baca juga : Festival Palang Pintu XVII Meriahkan Kawasan Kemang

Berlokasi di Kemang, Jakarta Selatan, Wira’s Playroom hadir sebagai pilihan lingkungan pendidikan bagi keluarga yang membutuhkan dukungan individual serta pendekatan yang memperhatikan perkembangan anak secara menyeluruh.

Ke depan, kedua pendiri berharap pendekatan pendidikan yang dikembangkan Wira’s Playroom dapat terus disempurnakan dan berpotensi diterapkan di berbagai wilayah lain di Indonesia.

Wira’s Playroom berada di bawah naungan Yayasan Saraswati Wira Bhakti. Lembaga ini mengembangkan layanan pendidikan anak usia dini dan sekolah dasar, serta dukungan terapi dan perkembangan anak secara terintegrasi.

Mengusung filosofi “Where Every Child Belongs, and Learning Feels Like Play”, Wira’s Playroom berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang aman, hangat, dan menyenangkan. Dengan demikian, setiap anak dapat merasa diterima dan memperoleh dukungan untuk berkembang sesuai dengan potensi masing-masing.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.