Sebelumnya
Program Kartu Pra Kerja --yang dewasa ini dibekukan dan banyak dikritik -- juga perlu mencakup fasilitas untuk memonitor kondisi sosio-psikologis rakyat, apakah rakyat di bawah semakin frustrasi dan depresif, atau tetap tabah dan semangat, dan berapa porsinya.
Apalagi, banyak orang yang mengalami gangguan jiwa (bukan sakit jiwa) yang tidak sadar, atau tidak mau mengakui ia mengalami gangguan jiwa.
Baca juga : Kementan: Aktivitas Pembibitan Sapi Perah Tidak Terkendala Covid-19
Hal ini penting, karena dalam menghadapi Covid-19, Pemerintah sempat kecolongan sekali. Yaitu ketika terlalu overconfident pada bulan Februari 2020, hingga akhirnya kurang siap ketika Covid-19 benar-benar masuk ke Tanah Air pada awal Maret.
Menghadapi apa yang dikhawatirkan PBB mengenai bahaya kesehatan mental yang sudah sangat ekstrim akibat Covid-19, akan sangat disayangkan kalau pemerintah kembali kecolongan untuk kedua kalinya. Walaupun telah mendapatkan berbagai imbauan, peringatan dan studi dari lapangan dan dunia internasional.
Baca juga : Kemandirian Pakan Penting Di Tengah Pandemi Covid-19
Apalagi Covid-19 telah memberikan kita pelajaran telak: mencegah sebelum terjadi jauh lebih mudah dan murah daripada mengobati setelah terjadi. ***
Dr. Dino Patti Djalal adalah mantan Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia dan Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI).
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.