BREAKING NEWS
 

Dukung Pembentukan Angkatan Siber TNI

Fadel Muhammad: Kolaborasi Holistik untuk Kedaulatan Digital Indonesia

Reporter : AHMAD LATHIF ROSYIDI
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Jumat, 6 September 2024 15:32 WIB
Foto: Rizkysyahputra/RM.

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua MPR RI Fadel Muhammad menilai, pembentukan Angkatan Siber sebagai matra keempat di dalam struktur Tentara Nasional Indonesia (TNI) merupakan langkah strategis yang sangat penting.

Presiden Jokowi telah memberikan perintah untuk langkah ini, dan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menegaskan urgensinya dalam pidato Pengantar Sidang Tahunan MPR Tahun 2024, pada 16 Agustus lalu.

“Langkah ini merupakan respons terhadap kompleksitas ancaman siber yang terus berkembang di era digital,” ujar Fadel, Jumat (6/9/2024).

Dia mengungkapkan, seiring dengan kemajuan teknologi, ancaman siber menjadi salah satu tantangan terbesar bagi keamanan nasional.

Angkatan Siber akan berperan penting dalam memperkuat pertahanan negara, menjaga integritas data, serta melindungi infrastruktur kritis dari ancaman digital.

“Matra ini akan melengkapi Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara, menjadikannya lebih siap untuk menghadapi ancaman siber yang semakin beragam dan canggih,” tuturnya.

Fadel melanjutkan, pembentukan Angkatan Siber bukanlah tugas TNI semata.

TNI memerlukan dukungan dari berbagai sektor, termasuk sektor swasta, untuk mewujudkan keamanan siber yang efektif dan berkelanjutan.

Baca juga : Mendikbudristek Bangga Kualitas Perfilman Indonesia Meningkat

Kolaborasi ini harus melibatkan berbagai aspek. Pertama, inovasi dan teknologi dari sektor swasta.

“Sektor swasta, khususnya perusahaan yang memproduksi produk keamanan siber buatan anak bangsa, harus menjadi mitra utama dalam mendukung Angkatan Siber,” ingat Fadel.

Menurutnya, produk yang dirancang dengan prinsip holistik, mencakup perlindungan, deteksi, dan respons terhadap ancaman, akan memperkuat pertahanan digital Tanah Air. 

“Investasi dalam teknologi canggih dan inovasi lokal akan memastikan bahwa solusi yang digunakan adalah yang terbaik dan sesuai dengan kebutuhan nasional,” sambungnya.

Aspek kedua, penelitian dan pengembangan bersama. Fadel menyatakan, kerja sama antara institusi riset, universitas, dan industri teknologi sangat penting.

Program penelitian dan pengembangan yang kolaboratif dapat melahirkan solusi keamanan siber yang lebih efektif.

Adsense

“Ini termasuk pengembangan algoritma keamanan, teknologi enkripsi, dan sistem deteksi ancaman terbaru,” papar Fadel.

Sementara aspek ketiga adalah pelatihan dan peningkatan kapasitas. Fadel menjelaskan, untuk memaksimalkan potensi Angkatan Siber, pelatihan yang komprehensif bagi personel yang akan terlibat sangat diperlukan.

Baca juga : Bamsoet Dorong Peningkatan Kualitas Pendidikan Tinggi dengan Kolaborasi Antar-Entitas

Sektor swasta dapat berkontribusi dalam menyediakan pelatihan dan pendidikan yang berkualitas. Sehingga personel Angkatan Siber memiliki keterampilan yang diperlukan untuk menghadapi ancaman siber.

Kemudian aspek keempat adalah pengelolaan dan Keamanan data. Dalam era digital, data merupakan aset penting yang harus dilindungi.

Sektor swasta harus menyediakan solusi yang memungkinkan pengelolaan dan perlindungan data secara efektif.

“Ini termasuk pengembangan sistem manajemen data yang aman dan kepatuhan terhadap regulasi perlindungan data,” beber Fadel.

Dia mengingatkan, Visi Indonesia Emas 2045 menuntut kita untuk mencapai kemajuan yang signifikan dalam berbagai bidang, termasuk teknologi dan keamanan siber.

Nah, kata Fadel, Angkatan Siber TNI akan menjadi bagian integral dalam mewujudkan visi ini, memastikan Indonesia siap menghadapi tantangan digital dan menjaga kedaulatan nasional.

“Kedaulatan digital merupakan bagian penting dari kedaulatan negara,” tegasnya.

Dalam konteks geopolitik yang melibatkan negara-negara besar seperti Malaysia, Singapura, dan Australia, penguatan Angkatan Siber akan memperkuat posisi Indonesia dalam menghadapi ancaman dari luar dan memastikan keamanan nasional yang stabil.

Baca juga : Gelar AKEF 2024, AEML Dukung Percepatan Mobilitas Kendaraan Listrik Di Indonesia

Pembentukan Angkatan Siber TNI, tegas Fadel, adalah langkah strategis yang sangat penting dalam memastikan keamanan dan

kedaulatan digital Indonesia. Dukungan dari semua sektor, termasuk sektor swasta yang memproduksi produk keamanan siber buatan anak bangsa, sangat diperlukan untuk mewujudkan pertahanan siber yang holistik dan efektif.

Kolaborasi yang erat antara pemerintah, industri, dan masyarakat akan memastikan Indonesia dapat menghadapi tantangan siber dengan kesiapan dan inovasi yang optimal.

Dia mengajak semua pihak bersatu untuk mendukung pembentukan Angkatan Siber dan memanfaatkan produk-produk lokal sebagai bagian dari strategi keamanan nasional.

“Dengan kerja sama dan komitmen bersama, kita akan membangun masa depan digital yang aman dan terjamin untuk Indonesia menuju Indonesia Emas 2045,” tandas Fadel.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense