Sebelumnya
Saat itu, Prabowo menjadi Ketua Umum dan dia dipercaya menjabat sebagai salah satu Ketua Dewan Pimpinan Nasional. Dari situ, dia mengenal Prabowo sebagai sosok patriotik yang idealis dan nasionalis.
“Dalam amatan publik pun, kita bisa dengan mudah menemukan pikiran-pikiran Presiden yang sarat dengan nasionalisme,” pujinya.
Karena itu, dia berpandangan Prabowo telah menunjukkan bahwa podium perdana kepresidanan yang sakral dan bersejarah, telah menjadi momen bagi Prabowo untuk mengungkap empati atas kondisi aktual rakyat.
Baca juga : UMKM Di DKI Serap Jutaan Tenaga Kerja
Masyarakat yang belum sepenuhnya merasakan hasil kemerdekaan, seperti nasib anak-anak yang kekurangan akses ke pendidikan, anak-anak sekolah yang tidak sarapan, dan warga lanjut usia yang masih bekerja keras di usia tua.
“Apa yang dilontarkan Presiden adalah bentuk panggilan spiritual seorang pemimpin yang bagi kami wajib diberikan dukungan,” tegasnya.
Tidak hanya itu, dia berpandangan, pidato Presiden juga menggambarkan tantangan kontemporer bangsa Indonesia. Problem sosial ekonomi yang menunjukkan sebuah anomali jika disandingkan dengan angka-angka statistik ekonomi, atau keanggotaan Indonesia di group elite ekonomi dunia G20.
Baca juga : Liga Champions: Real Madrid Vs Borussia Dortmund, Los Blancos Siaga Satu
Menurutnya, Presiden mengajak seluruh pihak untuk melihat secara nyata bahwa masih banyak rakyat yang miskin dan tidak menikmati kekayaan alam bangsa kita sendiri. Banyak rakyat yang masih kurang gizi dan tidak memiliki pekerjaan, banyak sekolah dan fasilitas umum yang tidak layak.
“Kami menyambut keinginan Presiden menyelesaikan masalah rakyat secara kuratif, dari akar masalahnya yang bersifat jangka panjang. Tanpa melupakan kebutuhan jangka pendek rakyat yang harus segera ditolong,” ujarnya.
Presiden juga menggambarkan peta jalan, bagaimana problematika itu dapat diselesaikan, diatasi secara bersama-sama, bergotong royong, berkolaborasi. Presiden ingin membangun tim yang bekerja dalam irama orkestrasi yang sama. Berangkat dari pemahaman yang sama. Bukan hanya tim pemerintah di kabinet, tapi di semua level dan seluruh elemen bangsa.
Baca juga : Jadi Petenis Nomor Satu Dunia, Sabalenka Kudeta Swiatek
“Ini artinya Presiden ingin membangun pemerintahan yang solid, kompak dan satu komando. Dari level pusat, kementerian, hingga pemerintah daerah dan perangkat desa. Pemerintahan yang bekerja untuk rakyat. Bukan untuk kroni dan golongan,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.