BREAKING NEWS
 

DPD: Tagar #KaburAjaDulu Keniscayaan Di Era Globalisasi

Reporter & Editor :
FAQIH MUBAROK
Jumat, 21 Februari 2025 21:16 WIB
Anggota DPD RI dari Dapil Jawa Tengah (Jateng) Dr. Abdul Kholik. Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota DPD RI dari Dapil Jawa Tengah (Jateng) Dr. Abdul Kholik mengatakan, tidak ada yang perlu dipermasalahkan dengan viralnya tagar #KaburAjaDulu di media sosial.

Bahkan, kata dia, ini menjadi pertanda semangat generasi muda yang berani berkompetisi di luar negeri untuk mencari kehidupan dan kualitas diri yang lebih baik.

Semua tahu bahwa kini banyak sekali warga negara yang bekerja di luar negeri atau menjadi diaspora kemudian terbukti mengharumkan negara. Contohnya ada sosok BJ Habibie. Dia tinggal dan berkarier cemerlang di luar negeri. Nah, ketika balik dia membangun industri berteknologi tinggi.

Baca juga : Ramai Tagar Kabur Aja Dulu! Begini Pesan Kemlu 

"Bahkan kemudian Habibie yang masa mudanya dihabiskan di Jerman kemudian menjadi presiden yang punya prestasi membawa bangsa ini ke luar dari krisis semasa Reformasi," kata Abdul Kholik dalam keterangannya, Jumat (21/2/25).

Dikatakan, generasi yang bisa dan berani 'kabur dulu' ke luar negeri pertanda punya semangat untuk membangun kualitas dan kemandirian diri. Pejabat Pemerintah justru harus dukung dan fasilitasi generasi muda yang ingin "kabur aja dulu" ke luar negeri untuk mencari kualitas kehidupan.

Adsense

Diakui Kholik, ketika tinggal di luar negeri dengan situasi persaingan yang lebih kompetitif, pasti, dan mapan, maka bisa akan membuat seorang generasi muda menjadi sosok manusia yang lebih matang.

Baca juga : Pakar Hukum Pidana Puji Penegakan Hukum Di Era Prabowo

Bahkan, sudah banyak kisah yang menyatakan justru sikap nasionalisme akan subur dengan subur ketika berada di luar negeri.

"Jadi para pejabat negara jangan sinis dahulu. Berperanlah sebagai orang tua yang baik bagi anak-anaknya. Sebaliknya jangan malah ancam mereka yang bermaksud pergi ke luar negeri," pesannya.

"Seharusnya mereka sadar, justru karena saat ini negara yang lagi diurusinya tidak mampu memberikan kesempatan kerja yang cukup, maka anak-anak muda seperti itu diberi fasilitas dan bimbingan. Itu cara yang bijak dari para orang tua atau pejabat negara kepada generasi mudanya," kata Kholik lagi.

Baca juga : Menggagas Kurikulum Pendidikan Keselamatan Berlalu Lintas

Bila mengacu pada falsafah Jawa, pejabat atau orang tua dari generasi muda hendaknya malah berpikir positif atas sikap tersebut.

Mengacu filosofi Jawa, orang tua atau penguasa kepada anaknya itu harus melakukan ‘tutur, wuwur, dan sembur’. Tutur artinya memberi motivasi, wuwur itu mengasih modal/materi, dan sembur itu memberikan doa/restu.

"Jadi seperti itu hendaknya. Bukan malah menghardik, mengancam, atau berkata sinis," tegas Abdul Kholik.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense