Dark/Light Mode

RI Dan Negara Melanesia Kolaborasi Seni-Budaya Di Labuan Bajo

Kamis, 12 September 2024 08:22 WIB
Peserta dari Indonesia dan negara-negara Melanesia, berfoto bersama Direktur Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri Ani Nigeriawati (belakang, tmemakai topi) di Puncak Waringin, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (11/9/2024). (Larasati Dyah Utami/Rakyat Merdeka)
Peserta dari Indonesia dan negara-negara Melanesia, berfoto bersama Direktur Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri Ani Nigeriawati (belakang, tmemakai topi) di Puncak Waringin, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (11/9/2024). (Larasati Dyah Utami/Rakyat Merdeka)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Luar Negeri bagian Direktorat Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) menyelenggarakan rangkaian kegiatan Harmony for the Pacific: Connecting Indonesia and the Pacific through Culture and Shared Heritage”, yang akan berlangsung pada 9 – 28 September 2024.

Acara yang merupakan kegiatan pra-Pekan Kebudayaan Nasional 2024 itu dimeriahkan kolaborasi 8 musisi Tanah Air dan 7 seniman negara-negara Melanesia. Mereka menampilkan alunan merdu alat musik Timor menggema di Puncak Waringin, Labuan Bajo, Kabupaten Waringin Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (11/9/2024).

Menurut Direktur Diplomasi Publik Ani Nigeriawati, Harmony for the Pacific (HfP) adalah kegiatan diplomasi publik melalui jalur sosial budaya untuk meningkatkan people-to-people-contact antara masyarakat Indonesia dengan Kawasan Pasifik, khususnya negara-negara dengan latar belakang ras Melanesia.

Baca juga : Para Petani Apresiasi Kinerja PJ PAT Kabupaten Purworejo

Pokok program ini adalah Residensi Seniman. Rangkaian kegiatan di Labuan Bajo ini berfokus pada bidang seni musik dan tari.

Ani mengatakan, tujuh musisi asing berasal dari negara-negara di Kawasan Pasifik seperti Fiji, Kaledonia Baru, Vanuatu, dan Nauru.

"Program ini menjadikan kegiatan seni dan budaya sebagai upaya mempelajari kesamaan dan kolaborasi budaya Melanesia di Indonesia dan Pasifik," terangnya.

Baca juga : Menko Airlangga Dorong Kolaborasi Garap Peluang Ekonomi Di Tanah Air

Para musisi ini akan berkolaborasi dengan seniman yang berasal dari Labuan Bajo, Maumere, Ambon, dan Jayapura. Para musisi ini menguasai bermacam-macam alat musik, khususnya alat musik dari Timur.

Beberapa menguasai gitar, ada pula yang menguasai alat musik pukul dari Papua alias tifa, biola gaba-gaba dari Ambon, gitar Papua atau yang dikenal dengan aiker, ukulele, gong warning sika, hingga suling bambu khas Papua.

"Tentunya dari perbedaan yang ada dibuat satu komposisi perpaduan tari dan musik. Tetap bisa indah, mengedepankan konsep perbedaan, namun juga ada kesamaan," pungkas Ani.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.