RM.id Rakyat Merdeka - Koperasi Desa Merah Putih ditarget bisa menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan di tengah tantangan global yang semakin kompleks.
Anggota Komisi VI DPR Sarifah Suraidah menyatakan, koperasi yang digagas Presiden Prabowo Subianto ini akan memperkuat ekosistem Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Diketahui, UMKM menyumbang lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap hingga 97 persen tenaga kerja nasional.
"Ini bukan angka kecil. Artinya, kalau kita bicara soal ekonomi rakyat, ya bicara soal UMKM. Dan negara wajib hadir secara konkret,” ujar Suraidah dalam keterangannya, Minggu (13/7/2025).
Baca juga : Kader Gerindra Jangan Jadi Beban Presiden Prabowo
Dia bilang, pelaku UMKM hingga kini masih menghadapi berbagai tantangan krusial. Seperti, keterbatasan akses pembiayaan, rendahnya literasi digital, daya saing produk yang lemah, hingga kesulitan menembus pasar nasional dan global.
“(Koperasi Merah Putih) bukan hanya wadah simpan pinjam, tapi jadi ekosistem modern. Dia mampu memfasilitasi pelaku UMKM secara menyeluruh, dari pembiayaan, pelatihan, hingga pemasaran,” tegasnya.
Meski demikian, ia mengingatkan agar Koperasi Desa Merah Putih harus dikelola secara profesional dan transparan dengan sistem digital yang akuntabel. Ia menilai, semangat gotong royong dan nasionalisme harus menjadi jiwa dari koperasi ini.
Baca juga : Basarnas Perpanjang Operasi SAR Tiga Hari
“Koperasi Desa Merah Putih harus hadir sebagai kekuatan kolektif yang bisa menyatukan pelaku UMKM dari pelosok desa hingga kota-kota besar. Bahkan, menjadi mitra strategis perusahaan besar dan lembaga keuangan nasional maupun internasional,” lanjutnya.
Suraidah menambahkan, Komisi VI DPR siap mendukung transformasi koperasi tersebut melalui pengawasan kebijakan dan penguatan program bersama Kementerian Koperasi dan UKM.
Dalam jangka panjang, koperasi ini harus menjadi bagian dari strategi besar menuju Indonesia Emas 2045, di mana pemerataan ekonomi dan pembangunan inklusif menjadi pondasi negara maju. "UMKM harus menjadi pelaku utama, bukan hanya pelengkap sistem ekonomi,” tambah istri Gubernur Kalimantan Timur, Rudi Masud itu.
Baca juga : Gerakan Ayah Mengantar Anak Simbol Pembaruan Pengasuhan
Ia juga menekankan pentingnya semangat “merah putih” sebagai fondasi utama Koperasi Desa. Agar koperasi ini tak hanya menjadi badan usaha, tapi juga gerakan sosial-ekonomi yang mampu menjembatani potensi rakyat dengan arah besar pembangunan nasional.
“Ia harus menjadi jembatan antara potensi rakyat dan arah besar pembangunan nasional Dengan semangat kebangsaan, kita bangun kemandirian ekonomi dari desa, untuk Indonesia yang berdaulat dan sejahtera,” pungkasnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.