Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Siapkan Anggaran Jumbo Rp 4 Triliun, DKI Gaspol Atasi Banjir
Senin, 14 Juli 2025 06:50 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta gaspol alias gerak cepat untuk mengatasi berbagai persoalan penyebab banjir di Ibu Kota. Untuk itu, Pemprov DKI menyiapkan anggaran jumbo, yakni sebesar Rp 4 triliun.
Anggaran tersebut sudah disetujui Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta. Anggaran itu masuk di dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2025.
Komisi D DPRD DKI meminta Pemprov DKI, melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA) segera menjalankan seluruh program (PR) prioritas pengendalian banjir.
Hal itu disampaikan Ketua Komisi D DPRD DKI Yuke Yurike, dalam rapat Banggar bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), bertajuk Paparan Hasil Pembahasan Komisi-Komisi terhadap Rancangan Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Tahun Anggaran 2025, Kamis (10/7/2025).
Baca juga : Messi Dewa Amerika
Menurut Yuke, program prioritas pengendalian banjir, ada tujuh. Pertama, dukungan kegiatan pengadaan tanah untuk normalisasi Kali Ciliwung. Kedua, penambahan dan pemeliharaan pompa.
Ketiga, perbaikan saluran air lingkungan yang belum tersambung. Keempat, pembangunan embung. Kelima, penambahan pasukan biru. Keenam, penambahan alat kerja pasukan biru. Ketujuh, penambahan alat berat.
“Itu harus diwujudkan, sebagai langkah konkret jika Pemerintah Provinsi DKI sungguh-sungguh berusaha mengendalikan banjir dan melindungi warga Jakarta,” ujar kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini
Selain pengendalian banjir, lanjut Yuke, Komisi D merekomendasikan Dinas Bina Marga DKI segera memperbaiki prasarana jalan setelah banjir pada awal Juli 2025. “Segera lakukan evaluasi kebutuhan dan ketersediaan bahan konstruksi jalan,” sarannya.
Baca juga : Kejuaraan Voli Asia U-16, Garuda Muda Garang Kazakhstan Tumbang
Gubernur Jakarta Pramono Anung menjelaskan, anggaran ini akan digunakan untuk program penanggulangan banjir jangka menengah dan panjang. Termasuk, normalisasi Sungai Ciliwung, pembebasan lahan, hingga pengadaan pompa, dan lainnya. Anggaran itu, juga digunakan untuk penanganan banjir hingga 2026.
“Kami sudah memutuskan untuk mengatasi banjir di Jakarta tidak hanya yang bersifat jangka pendek. Dananya cukup besar, sekitar Rp 4 triliun,” kata Pram di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat (11/7/2025).
Pram menambahkan, Pemprov DKI juga akan merelokasi warga yang tinggal di bantaran sungai. “Untuk membenahi, pasti ada yang mau dan tidak mau, suka dan tidak suka, bahwa itu memang bukan tempat untuk ditinggali. Kami akan pindahkan, siapkan tempat tinggal mereka,” sentilnya.
Sedangkan Anggota Komisi D DPRD DKI Bun Joi Phiau mendesak Pemprov DKI mengevaluasi tata guna lahan dan ruang untuk mengatasi banjir. Menurutnya, penyalahgunaan lahan dan ruang, jadi salah satu faktor yang mengakibatkan banjir parah di Jakarta.
Baca juga : Chikita Meidy, Gugat Cerai Suami
“Sudah waktunya bagi Pemprov DKI untuk meninjau kembali penggunaan lahan dan ruang, setelah terjadinya banjir awal Juli. Pemakaian lahan yang tak sesuai rencana peruntukannya, membuat Jakarta kehilangan banyak lahan hijau,” katanya, Jumat (11/7/2025).
Seharusnya, lanjut dia, ruang-ruang hijau itu tetap dipertahankan sebagai wilayah resapan air untuk mencegah terjadinya banjir. “Idealnya, Jakarta memiliki Ruang Terbuka Hijau (RTH) 30 persen dari keseluruhan wilayahnya. Namun, sampai dengan 2023, baru 5,2 persen,” jelasnya.
Dia juga menyorot gedung-gedung yang dibangun bukan di tempat-tempat yang seharusnya, seperti bantaran kali di berbagai tempat. “Itu mengurangi daya serap air secara signifikan dan mengganggu aliran air. Bisa mengakibatkan banjir,” tandasnya. [DRS/RAA]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya