BREAKING NEWS
 

Sambut Utusan Khusus, Puan Kirim Ucapan Selamat Ke Presiden Baru Korea

Reporter & Editor :
M ADE AL KAUTSAR
Selasa, 12 Agustus 2025 19:07 WIB
Ketua DPR Puan Maharani bersama utusan khusus presiden Korea Selatan. Foto: Instagram/puanmaharaniri

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua DPR Puan Maharani menyampaikan ucapan selamat kepada Presiden baru Republik Korea, Lee Jae-Myung, saat menerima kunjungan delegasi utusan khusus dari Seoul di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (12/8/2025).

Pertemuan kehormatan itu berlangsung hangat. Puan menyambut Cho Jeong-Sik, Seo Young-Kyo, dan Lee Jae-Gang, yang mewakili Presiden Lee. Ia didampingi sejumlah pimpinan komisi DPR seperti Alex Indra Lukman, Dede Indra Permana Soediro, dan Gilang Dhielafararez.

Bagi Puan, kedatangan utusan khusus itu bukan sekadar agenda diplomasi biasa. Ia menganggapnya sebagai bentuk penghormatan dari pemerintahan baru Korea kepada Indonesia. 

Baca juga : 10 Bulan Penuh Karya, Prabowo Ucapkan Terima Kasih ke Anggota Kabinetnya

“Saya ingin mengucapkan selamat atas terpilihnya Presiden Republik Korea yang baru, Yang Mulia Presiden Lee Jae-Myung. Saya berharap di bawah kepemimpinan beliau, Korea semakin maju dan kemajuannya berdampak positif bagi stabilitas Asia Timur,” ucap Puan.

Ucapan itu menjadi pembuka yang langsung menegaskan arah hubungan kedua negara. Puan berharap, kepemimpinan Lee akan membawa kolaborasi RI–Korsel ke level lebih tinggi, dengan manfaat yang dirasakan rakyat di kedua belah pihak.

Adsense

“Kunjungan bapak ibu sekalian sebagai utusan khusus Presiden Korea mencerminkan komitmen pemerintah Korea yang baru untuk terus mengembangkan hubungan baik Indonesia dan Korea,” tambah politisi PDI Perjuangan itu.

Baca juga : Senayan Dukung Presiden Bersihkan Mafia Pangan

Dalam pandangannya, Indonesia dan Korea memiliki kesamaan nilai sebagai negara demokratis yang menjunjung hak asasi manusia dan rule of law. Di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian, kedua negara disebut perlu terus memperkuat kerja sama demi perdamaian dan kesejahteraan kawasan.

“Kedua negara juga perlu memajukan kerja sama internasional dan mendorong penyelesaian perang dan konflik. Kita harus bersama mengubah wajah dunia dari yang dipenuhi perang menjadi dunia yang damai,” kata Puan.

Ia juga menyinggung peran kedua negara di forum G20 dan MIKTA (Meksiko, Indonesia, Korea, Turki, Australia). Menurutnya, status sebagai kekuatan menengah memberi ruang bagi RI–Korsel untuk menjembatani perbedaan posisi kekuatan besar.

Baca juga : Sambut SEA Games 2025, Tim Gulat Digembleng Di Korea

Di tingkat regional, Puan menilai kerja sama ASEAN+3 (Korea, Jepang, Tiongkok) bisa dimaksimalkan untuk mendorong pembangunan Asia Tenggara dan Asia Timur. Sementara di jalur parlemen, kedua negara aktif di IPU (Inter-Parliamentary Union) dan AIPA (ASEAN Inter-Parliamentary Assembly).

Puan juga memanfaatkan pertemuan ini untuk membahas isu penempatan PMI (Pekerja Migran Indonesia) di Korea. Ia mendorong percepatan pembahasan yang sempat tertunda karena belum adanya kesepakatan soal perlindungan pekerja perikanan. 

“PMI di Korea memiliki semangat tinggi dan produktif. Mereka tentu berkontribusi positif bagi ekonomi Korea,” tuturnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense