BREAKING NEWS
 

Indonesia Menang atas Uni Eropa di WTO

Christiany Eugenia Paruntu: Momentum Perkuat Diplomasi Sawit

Reporter : AHMAD LATHIF ROSYIDI
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Selasa, 26 Agustus 2025 20:25 WIB
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota Komisi VI DPR RI Christiany Eugenia Paruntu menyambut positif kemenangan Indonesia dalam sengketa perdagangan internasional melawan Uni Eropa (UE) terkait bea imbalan biodiesel berbasis sawit di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

Dalam perkara DS618, Panel WTO resmi menolak tuduhan UE dan menegaskan bahwa kebijakan ekspor Indonesia tidak dapat dikategorikan sebagai subsidi yang melanggar aturan internasional.

Dia menyatakan, kemenangan ini bukan hanya soal melindungi industri biodiesel, tetapi juga membuktikan bahwa Indonesia mampu menegakkan perdagangan berbasis aturan.

Baca juga : Hadapi Ketidakpastian Global, Prabowo Dorong Pendekatan Diplomasi Tenang

“Kita berhasil melawan perlakuan diskriminatif yang selama ini merugikan kepentingan nasional,” tegas Christiany, Selasa (26/8/2025).

Christiany menilai, putusan WTO tersebut sekaligus menjadi tamparan balik terhadap kampanye negatif yang selama ini diarahkan pada sawit Indonesia di Eropa.

Adsense

Menurutnya, sawit adalah komoditas strategis yang telah menyerap jutaan tenaga kerja dan menyumbang devisa besar bagi negara.

Baca juga : Angkatan Puisi Esai Menguat di Era AI, Tembus Panggung Internasional

“Selama ini sawit kita terus ditekan dengan stigma buruk. Padahal, produk sawit Indonesia adalah tulang punggung perekonomian nasional. Dengan putusan WTO ini, posisi Indonesia semakin kuat di pasar global,” jelas legislator asal Sulawesi Utara itu.

Namun demikian, Christiany mengingatkan pemerintah dan pelaku industri agar tidak terlena. Ia menilai, Uni Eropa kemungkinan akan mencari instrumen lain untuk membatasi masuknya produk sawit, misalnya melalui kebijakan deforestasi dan mekanisme penyesuaian karbon.

“Pemerintah harus tetap waspada. Jangan sampai kemenangan ini hanya jadi euforia sesaat. Kita harus menyiapkan strategi lanjutan, memperkuat diplomasi perdagangan, sekaligus meningkatkan standar keberlanjutan agar produk sawit kita tetap diterima di pasar global,” imbuhnya.

Baca juga : Indonesia Vs China, Garuda Mode Serius

Christiany juga mendorong agar momentum ini dijadikan bahan bakar untuk diversifikasi pasar ekspor.

Menurutnya, ketergantungan berlebih pada pasar Eropa harus dikurangi dengan memperluas penetrasi ke Asia, Afrika, hingga Amerika Latin.

“Kemenangan ini adalah bukti nyata bahwa Indonesia mampu bersaing adil. Ke depan, mari kita jadikan sawit sebagai simbol kedaulatan ekonomi sekaligus instrumen diplomasi yang menguntungkan rakyat,” pungkas Christiany.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense