BREAKING NEWS
 

Komisi XII DPR Yakin Target Produksi 1 Juta Barel Per hari Terwujud

Reporter : HAIKAL AMIRULLAH
Editor : FAQIH MUBAROK
Senin, 22 September 2025 14:38 WIB
Anggota Komisi XII DPR Alfons Manibui. Foto: DPR RI

RM.id  Rakyat Merdeka - Komisi XII DPR optimistis target Pemerintah untuk mencapai lifting minyak dan gas (Migas) nasional sebesar 1 juta per hari dapat tercapai.

Optimisme tersebut setelah DPR melakukan kunjungan kerja spesfik ke Kalimantan Utara, yang merupakan wilayah Operasi Pertamina Hulu Indonesia (PHI) Regional 3, pada Rabu, 17 September lalu.

Kunjungan kerja spesifik ini dipimpin oleh Anggota Komisi XII DPR Alfons Manibui. Adapun PHI Regional 3 Kalimantan berhasil mencatatkan produksi minyak sebesar 58,6 ribu barel per hari dan gas 641,5 juta standar kaki kubik per hari pada semester I-2025.

"Dari hasil kunjungan kita dan diskusi yang cukup mendalam, penjelasan dari Pak Direktur dan GM, kawan-kawan di PHE dan PHI ini, saya optimis karena setiap tahunnya mampu untuk mencapai target di atas 100 persen. Ini menjelaskan bahwa ada potensi terus untuk kemudian bisa mempertahankan," kata Alfons dalam keterangannya, dikutip Senin (22/9/2025).

Baca juga : Tamsil Linrung Yakin Target Swasembada Jagung Tercapai

Politisi Fraksi Golkar ini mengatakan, PHI Regional 3 telah mampu melebihi target produksi migas dalam beberapa tahun terakhir.

Menurutnya, pencapaian tersebut bisa terealisasi karena banyak terobosan yang terus dilakukan baik oleh Pertamina Hulu Energi (PHE) maupun PHI untuk meningkatkan lifting.

Alfons sangat yakin, peningkatan produksi migas dari Kaltara ini akan berkontribusi besar pada pencapaian target lifting migas nasional sebesar 1 juta barel per hari pada tahun 2030.

Adsense

"Target itu yang kita inginkan setiap tahun, dan berharap di tahun 2030, target nasional kita itu mencapai 1 juta barel seperti yang disampaikan Bapak Presiden (Prabowo Subianto) , Bapak Menteri ESDM (Bahlil Lahadalia) ini bisa disumbangkan dari PHE dan PHI," ujarnya.

Baca juga : Revisi UU Pemilu Diharapkan Perbaiki Kualitas Demokrasi

Yang menggembirakan, terobosan PHI Regional 3 ini tidak hanya berhasil meningkatkan produksi migas nasional, tetapi juga sukses menjaga penurunan alami (natural decline) serendah mungkin.

Sebab PHI mampu menjaga natural decline atas sumur migas di Kalimantan Utara hanya sebesar 4,4 persen, lebih baik dari rata-rata nasional sebesar 10 sampai 20 persen.

"Ini baik, jadi terus bisa menjaga target produksinya," ungkapnya.

Alfons pun mendukung kebijakan Pemerintah memberikan insentif tambahan dan meninjau kembali skema bagi hasil migas.

Baca juga : PHE ONWJ Sukses Bor Sumur Baru LLE-5ST, Produksi 2.635 Barel Per Hari

Menurutnya, perubahan dari skema gross split menjadi cost recovery akan memberi daya tarik lebih besar bagi operator migas.

"Ini bisa menjadi daya tarik bagi investor, bagi Pertamina juga untuk melakukan upaya-upaya menemukan lapangan-lapangan baru. Sehingga optimisme untuk mendapatkan peningkatan lifting itu lebih terjadi," ujarnya.

Namun demikian, dia mewanti setiap kegiatan investasi di sektor migas ini harus bermanfaat bagi masyarakat. Olehnya itu, dia meminta setiap perusahaan dapat memberi nilai tambah nyata bagi masyarakat sekitar.

"Ini kita dorong, kita inginkan supaya lebih banyak program-program, lebih banyak inovasi supaya masyarakat di sekitar lokasi, juga masyarakat di Provinsi Kalimantan Utara ini merasakan manfaat yang betul-betul optimal," tambahnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense