BREAKING NEWS
 

Jamaludin Malik Dukung Presiden Prabowo Terkait Kebocoran Akibat Tambang Ilegal

Reporter : AHMAD LATHIF ROSYIDI
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Senin, 29 September 2025 19:13 WIB
Foto: Fraksi Partai Golkar DPR RI.

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Jamaludin Malik, menyatakan dukungan penuh terhadap sikap tegas Presiden Prabowo Subianto yang disampaikan saat Munas PKS terkait kebocoran penerimaan negara dan kerusakan lingkungan akibat praktik pertambangan ilegal di berbagai daerah.

“Langkah Presiden Prabowo untuk memperingatkan dan menertibkan pertambangan ilegal sangat tepat. DPR akan berdiri di belakang pemerintah untuk memastikan kebijakan ini berjalan efektif, agar sumber daya alam benar-benar memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat dan negara,” tegas Jamaludin Malik,.di Jakarta, Senin (29/9/2025).

Menurut Jamaludin, data yang terungkap di berbagai kasus menunjukkan bahwa kerugian negara akibat pertambangan ilegal sudah mencapai skala luar biasa.

Baca juga : Jaga Kedaulatan SDA, KOPSINDO Dukung Pemerintah Sikat Tambang Ilegal

Di sektor timah, misalnya, kerugian negara ditaksir hingga Rp 300 triliun sepanjang 2015–2022. Sekitar Rp 271 triliun merupakan kerugian lingkungan akibat kerusakan kawasan hutan dan non-kawasan.

Di sektor lain, seperti pertambangan emas ilegal di Kalimantan Barat, kerugian negara mencapai Rp 1,02 triliun hanya dari satu wilayah saja.

Adsense

Secara nasional, pemerintah memperkirakan kerugian akibat praktik pertambangan ilegal bisa mencapai Rp 300 triliun per tahun dari potensi pajak, royalti, dan kewajiban negara yang tidak disetorkan.

Baca juga : Presiden Prabowo Akui Ada Kasus Keracunan MBG, Penyimpangannya 0,00017 Persen

“Pertambangan ilegal memukul dua hal sekaligus: keuangan negara dan keberlanjutan lingkungan. Tidak ada alasan untuk membiarkan praktik seperti ini terus berjalan,” tambah Jamaludin.

Lebih jauh, Jamaludin menekankan pentingnya langkah tegas termasuk kemungkinan penyitaan seluruh tambang ilegal, termasuk yang beroperasi di kawasan hutan.

Menurutnya, penegakan hukum tanpa kompromi perlu dipadukan dengan kebijakan penyitaan aset agar negara benar-benar mendapat kendali penuh atas wilayah pertambangan yang selama ini dikuasai secara ilegal.

Baca juga : Gaung Soekarno Dan Prabowo Di PBB: Seruan Kemanusiaan Dan Perdamaian

Melalui Komisi XII DPR RI, lanjutnya, Jamaludin akan mendorong koordinasi yang lebih kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta kementerian/lembaga terkait, agar penertiban bisa berjalan sistematis.

Termasuk, di dalamnya penguatan data perizinan, pengawasan lapangan, hingga regulasi yang memungkinkan penyitaan aset tambang ilegal untuk dikembalikan kepada negara.

“Kita ingin memastikan bahwa tata kelola pertambangan nasional berjalan sesuai aturan, transparan, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. DPR siap mendukung regulasi yang memperkuat pengawasan, memberi efek jera bagi pelaku, dan mengembalikan seluruh aset tambang ilegal kepada negara,” tutup legislator asal daerah pemilihan Jawa Tengah II itu.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense