Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Dinikmati Hampir 30 Juta Orang
Presiden Prabowo Akui Ada Kasus Keracunan MBG, Penyimpangannya 0,00017 Persen
Senin, 29 September 2025 14:34 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto mengakui, program makan bergizi gratis (MBG) yang saat ini dinikmati oleh hampir 30 juta anak dan ibu hamil, masih memiliki kekurangan.
"Bahwa ada kekurangan, iya. Ada keracunan makanan, iya. Kita hitung dari semua makanan yang keluar, penyimpangan atau kekurangan atau kesalahan itu adalah 0,00017 persen. Ini tidak membuat kita puas," ujar Prabowo dalam acara penutupan Munas ke-6 PKS di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (29/9/2025).
Prabowo kemudian membandingkan dengan Brazil, yang membutuhkan waktu 11 tahun untuk mencapai 40 juta penerima manfaat.
Baca juga : IPR Apresiasi Gerak Cepat Prabowo Tangani Kasus Keracunan MBG
"Presiden yang cerita sama saya, mereka butuh 11 tahun. Kita, 11 bulan sudah 30 juta," tutur Prabowo.
Meski masih memiliki kekurangan, Prabowo menilai program MBG memiliki manfaat yang sangat besar.
"Ada kekurangan? Ada. Tapi manfaatnya sangat-sangat besar. Kita tidak bisa menduga, mungkin PKS yang di daerah-daerah merasakan pasti.Tapi banyak elit Indonesia tidak bisa menduga bahwa anak-anak kita, rakyat kita makan nasi pakai garam," papar Prabowo.
Baca juga : Presiden Prabowo Minta Kasus Dugaan Keracunan MBG Tidak Dipolitisasi
"Kita buktikan bahwa kita bisa memberi sesuatu, memberi bantuan, memberi apa yang mereka butuh," tandasnya.
Baca juga : Cak Imin Salut, Presiden Prabowo Paling Mengerti Keadaan Petani
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya