Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Marty Natalegawa: Dunia dan Prabowo Satu Suara Soal Palestina
Kamis, 25 September 2025 14:46 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Mantan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa menyatakan, konsep solusi dua negara atau two-state solution dalam menyelesaikan konflik Israel-Palestina tak hanya disuarakan Presiden Prabowo Subianto, tapi juga negara-negara dunia lainnya. Dengan pendekatan itu, Israel-Palestina diharapkan bisa hidup berdampingan sebagai negara merdeka.
“Selama ini bukan hanya Indonesia, masyarakat internasional pada umumnya mendukung konsep two-state solution. Negara Palestina merdeka, negara Israel yang hidup berdampingan secara damai dan saling menghormati. Itu adalah posisinya Palestina, posisinya masyarakat internasional pada umumnya,” kata Marty, dalam wawancara di salah satu stasiun televisi swasta, dikutip Kamis (25/9/2025).
Baca juga : Face To Face Dengan Guterres, Prabowo Tegaskan RI Dukung PBB Dan Palestina
Namun, lanjut dia, Israel justru menentang konsep itu dan berusaha agar Palestina tidak mencapai kemerdekaan. Bahkan, Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu terus-teruskan melancarkan serangan tak hanya ke Palestina, tapi juga negara tetangga lainnya seperti Yaman, Suriah, dan Qatar.
Berkaitan dengan itu, Marty menegaskan, konsep solusi dua negara tak bisa diartikan bahwa Israel akan “bebas dan merdeka” begitu saja. Ia menyatakan Israel harus mengakui segala perbuatannya kepada rakyat Palestina dan bertanggung jawab atas tindakan mereka selama ini.
Baca juga : Malam Ini Prabowo Pidato Di PBB, Hikmahanto: Desak Israel Akui Palestina
“Perlu juga ditopang dengan desakan penegasan bahwa tindakan Israel ini has to be held accountable. Para pemimpin Israel saat ini harus bertanggung jawab pada tindakannya,” ujar Marty.
“Jadi dalam upaya kita menciptakan two-state solution jangan sampai seolah-olah ada kesetaraan,” tambahnya.
Baca juga : Pidato Perdana Prabowo Di PBB, Cermin Arah Diplomasi Indonesia
Marty mengingatkan, dunia harus mendesak agar semua teritori negara Palestina yang dicaplok pada 1967, termasuk Yerusalem Timur, kembali seperti semula. Karena itu, dia berharap sikap Indonesia ini tak hanya berhenti pada pidato Presiden Prabowo, tapi terus lantang menyuarakan hal ini demi kemerdekaan Palestina.
“Pendek kata two-state solution itu ada footnote-nya, ada catatan pinggirnya yang sangat penting untuk Indonesia juga terus suarakan agar jangan sampai ada semacam ‘freebies’. There is no free lunch, pemerintah Israel harus mempertanggungjawabkan tindakan selama dua tahun terakhir ini,” katanya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya