RM.id Rakyat Merdeka - Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di sejumlah wilayah Indonesia seperti Aceh hingga Bangka Belitung (Babel) diserbu warga. Mereka mengantre berjam-jam membeli BBM karena takut kehabisan stok terdampak perang di Timur Tengah (Timteng).
Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya mengatakan, selama dua hari ini hampir semua SPBU di Bangka Belitung dan wilayah lainnya terjadi antrean panjang.
Masyarakat diminta tidak panic buying atau membeli secara berlebihan karena stok BBM di seluruh SPBU selama momen Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri dalam kondisi aman.
"Ketersediaan suplai BBM di Pulau Bangka tidak ada masalah dan mencukupi. Kami mengimbau masyarakat ayo tenang saja," ajak Bambang dalam keterangannya, Jumat (6/3/2025).
Baca juga : Kapolri: Buruh Bersatu, Hadapi Tantangan Global
Bambang meminta Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia untuk melakukan mitigasi atas potensi gangguan distribusi BBM sebagai akibat perang di Timteng.
"Menteri ESDM sudah mengatakan suplai dari Timteng segera dialihkan ke sumber lain seperti Amerika yang secara geopolitik betul-betul aman dan tidak ada masalah," ucap politikus Golkar ini.
Senada, anggota Komisi VI DPR Rivqy Abdul Halim meminta PT Pertamina segera memberikan penjelasan kepada masyarakat terkait kondisi cadangan BBM nasional.
Permintaan ini menyusul munculnya kepanikan di sejumlah daerah setelah pernyataan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang menyebut cadangan BBM Indonesia hanya cukup untuk sekitar 20 hari.
Baca juga : KPK Bakal Panggil Suami Dan Anak Bupati Pekalongan
“Imbas dari pernyataan ini, di beberapa daerah terjadi kepanikan berlebih di masyarakat. Banyak SPBU mengalami antrean panjang dan masyarakat saling berebut BBM,” ujar Rivqy di Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Rivqy menjelaskan, sistem pencadangan BBM di Indonesia pada dasarnya sangat bergantung pada kemampuan Pemerintah dan Pertamina dalam menyediakan dana serta fasilitas penyimpanan.
Sehingga pernyataan Menteri ESDM tidak bisa dimaknai secara sederhana seolah-olah cadangan BBM akan habis dalam waktu tertentu.
Karena itu, ia menilai penting bagi Pertamina sebagai operator utama distribusi energi nasional untuk memberikan penjelasan yang lebih komprehensif kepada masyarakat mengenai skema ketersediaan BBM di Indonesia.
Baca juga : Kemenpar Siapkan Mitigasi Pasar Asia-Pasifik Diperkuat
Rivqy menambahkan, komunikasi publik yang jelas sangat dibutuhkan agar tidak menimbulkan kepanikan yang berpotensi memicu dampak sosial di tengah masyarakat.
Seperti menimbulkan konflik horizontal yang justru merugikan masyarakat luas.
Bagaimana tanggapan PT Pertamina? Corporate Secretary (Corsec) PT Pertamina Patra Niaga, Roberth MV. Dumatubun memastikan, pasokan BBM nasional saat ini berada dalam kondisi aman dan terkendali.
Stok BBM yang berada pada kisaran sekitar 21 hari merupakan stok pasokan operasional yang secara normal dikelola dalam sistem logistik energi nasional.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.