Sebelumnya
Ia bilang, upaya peningkatan layanan kesehatan terhadap anak harus menjadi perhatian serius semua pihak. "Hal ini untuk melindungi generasi penerus bangsa dari ancaman penyakit menular seperti campak," kata Rerie sapaan akrabnya, Minggu (29/3/2026).
Selain itu, ia menyoroti program imunisasi massal yang tengah dijalankan Pemerintah di 102 kabupaten dan kota. Upaya ini perlu didukung penuh masyarakat agar berhasil menekan lonjakan kasus.
Namun, Rerie mengakui masih ada sejumlah kendala dalam pelaksanaan imunisasi lengkap. Beberapa di antaranya adalah rendahnya pemahaman orang tua tentang pentingnya imunisasi, kekhawatiran akan efek samping seperti demam, serta maraknya hoaks dan isu negatif seputar vaksin.
Baca juga : Zulhas Jaga Ketahanan Pangan Dan Tata Ruang
"Juga keterbatasan akses dan ketersediaan vaksin di sejumlah daerah juga masih menjadi tantangan," kata politikus NasDem ini.
Untuk itu, Rerie berharap seluruh hambatan tersebut dapat segera diatasi melalui kerja sama yang erat antara Pemerintah dan masyarakat. "Dengan begitu, upaya mencetak generasi penerus bangsa yang sehat dan berdaya saing di masa depan bisa segera terwujud," kata wakil ketua MPR ini.
Sementara, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal (Dirjen) Penanggulangan Penyakit Kemenkes, dokter Andi Saguni mengatakan, penurunan kasus campak merupakan hasil dari langkah tepat dan terukur di berbagai wilayah terdampak. Salah satunya dengan melakukan imunisasi di kabupaten atau kota yang mengalami KLB.
Baca juga : Geledah 14 Lokasi, Kejagung Sita Alat Berat & Uang Dolar
"Respons untuk imunisasi baik Outbreak Response Immunization (ORI) sudah dilaksanakan untuk seluruh kabupaten dan kota yang mengalami KLB," ujar Andi dalam keterangannya, kemarin.
Andi mengimbau para orang tua untuk selalu waspada dan mengenali tanda-tanda awal infeksi campak pada anak sejak dini agar penanganan tidak terlambat dilakukan.
"Kalau ada demam, batuk, pilek, atau tanda-tanda lain seperti yang mengarah kepada campak, segera bawa ke fasilitas pelayanan kesehatan," imbau Andi. TIF
Baca juga : Negara Hadir Untuk Membantu Wong Cilik
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 3, edisi Selasa, 31 Maret 2026 dengan judul "Kasus Campak Turun 95 Persen DPR: Jangan Ada Lagi KLB"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.