BREAKING NEWS
 

Terima Atase Kepolisian Kedubes China

Bamsoet Dukung Rencana Kerja Sama Penanganan Kejahatan Siber Indonesia-China

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Jumat, 24 April 2026 17:51 WIB
Anggota DPR Bambang Soesatyo menerima Atase Kepolisian Kedubes China untuk Indonesia, Police Commissioner Class Ⅱ Yang Chunyan, di Jakarta, Jumat (24/4/2026). (Foto: Dok. Bamsoet)

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota DPR sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Bambang Soesatyo, mendukung penuh rencana penguatan kerja sama antara Polri dan Kepolisian China dalam penanganan kejahatan siber. Kerja sama tersebut merupakan langkah strategis yang mendesak di tengah meningkatnya ancaman kejahatan siber lintas negara.

Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia menjadi salah satu target sekaligus lokasi operasi jaringan kejahatan siber internasional, termasuk sindikat penipuan berbasis telepon (voice phishing) dan media sosial yang melibatkan pelaku warga negara asing, khususnya dari China.

Menurut Bamsoet, sapaan akrab Bambang, kerja sama ini sangat penting karena kejahatan siber saat ini sudah melampaui batas negara. Pelaku bisa berada di satu negara, server di negara lain, dan korban tersebar di berbagai wilayah.

Baca juga : Senator Kanada: Pentingnya Kerja Sama Dengan Indonesia, Tak Sekadar Perdagangan

“Tanpa kolaborasi lintas yurisdiksi, penegakan hukum akan selalu tertinggal,” ujar Bamsoet, saat menerima Atase Kepolisian Kedubes China untuk Indonesia, Police Commissioner Class Ⅱ Yang Chunyan, di Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Adsense

Ketua DPR ke-20 dan Ketua MPR ke-15 ini memaparkan, data dari Kementerian Komunikasi dan Digital menunjukkan bahwa sepanjang 2024 hingga awal 2026, terdapat lebih dari 120 ribu laporan kasus penipuan daring di Indonesia, dengan kerugian masyarakat diperkirakan mencapai lebih dari Rp 2,6 triliun. Modus yang digunakan semakin beragam, mulai dari penipuan berkedok investasi, impersonasi aparat penegak hukum melalui panggilan telepon, hingga rekayasa sosial melalui platform digital. 

Kasus-kasus yang terungkap di Indonesia menunjukkan bahwa banyak sindikat penipuan memanfaatkan wilayah Indonesia sebagai basis operasi, dengan mempekerjakan tenaga kerja lintas negara dan menggunakan teknologi komunikasi canggih. Dalam beberapa penggerebekan di Batam, Bali, dan Jakarta, aparat menemukan puluhan hingga ratusan pelaku yang menjalankan operasi penipuan dengan target korban di luar negeri. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia juga berpotensi menjadi bagian dari rantai global kejahatan siber jika tidak ditangani secara serius.

Baca juga : Uji Calon Doktor Ilmu Kepolisian, Bamsoet Dorong Reformasi Peran Kompolnas

“Penanganan kejahatan transnasional seperti ini membutuhkan pendekatan yang komprehensif, mulai dari pencegahan, penindakan, hingga perbaikan sistem. Kita tidak bisa bekerja sendiri, dan kerja sama dengan China adalah langkah konkret yang harus didukung,” kata Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia dan Wakil Ketua Umum/Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menjelaskan, kerja sama yang bisa dilakukan mencakup pertukaran informasi intelijen secara real-time, penguatan kapasitas investigasi digital, serta mekanisme hukum bersama untuk mempercepat proses penindakan terhadap pelaku kejahatan siber.

Dengan pendekatan ini, aparat penegak hukum diharapkan mampu melacak aliran dana, mengidentifikasi jaringan pelaku, hingga melakukan penindakan secara simultan di berbagai wilayah. Model kolaborasi semacam ini telah terbukti efektif di sejumlah negara dalam membongkar jaringan penipuan lintas batas yang kompleks.

Baca juga : Jasa Raharja Dukung Transformasi Pengelolaan Pendapatan Daerah

“Yang kita hadapi bukan kejahatan biasa, melainkan kejahatan terorganisir dengan teknologi tinggi. Karena itu, kerja sama penegakan hukum harus lebih adaptif, termasuk dalam penggunaan digital forensik, artificial intelligence, dan sistem pelacakan transaksi lintas negara,” pungkas Bamsoet.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense