BREAKING NEWS
 

DPR Ingatkan Ancaman El Nino Godzilla, Pemerintah Diminta Siaga

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Minggu, 26 April 2026 11:48 WIB
Anggota Komisi VIII DPR Muhamad Abdul Azis Sefudin. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota Komisi VIII DPR Muhamad Abdul Azis Sefudin mengingatkan, pemerintah pusat dan daerah agar tidak gagap dalam menghadapi potensi bencana kemarau panjang atau fenomena yang disebut sebagai “El Nino Godzilla” yang diprediksi melanda dalam waktu dekat.

Pernyataan itu disampaikan Azis saat rangkaian Kunjungan Kerja Reses Komisi VIII DPR RI di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Medan, Kamis (23/4/2026).

Azis menekankan, pentingnya langkah mitigasi dilakukan jauh sebelum bencana terjadi, berkaca pada pengalaman banjir rutin di Sumatera Utara yang kerap menimbulkan kerugian hingga ratusan miliar rupiah.

Baca juga : Pajak Mobil Listrik Bisa Tekan Penjualan Pasar, Pemda Diminta Hati-hati

“Jangan sampai kita mengulang kesalahan yang sama. Ketika BMKG sudah memberikan imbauan mengenai curah hujan tinggi maupun ancaman ‘El Nino Godzilla’, kita harus siap. Mencegah jauh lebih baik dan lebih murah daripada menangani dampak yang sudah terjadi,” ujarnya dalam keterangannya, Minggu (26/4/2026).

Adsense

Politisi Fraksi PDI Perjuangan tersebut juga menyoroti tren kebencanaan nasional yang mencapai hampir 4.000 kejadian setiap tahun. Menurut dia, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) perlu menggeser fokus dari penanganan pascabencana ke penguatan sosialisasi dan pencegahan.

“Kapasitas BNPB saat ini lebih banyak tersedot untuk penanganan. Kita perlu mendorong kebijakan nasional yang mampu memetakan daerah rawan bencana secara presisi sejak dini,” katanya.

Baca juga : DPR Dukung Kebijakan Energi, Kelas Menengah Diminta Tahan Diri

Selain itu, ia menilai pengawasan terhadap izin lahan dan kawasan hutan harus diperketat guna mencegah bencana seperti longsor dan banjir bandang yang berdampak luas terhadap pembangunan nasional.

Dalam kesempatan itu, Azis juga menyoroti kerentanan anak-anak saat bencana. Ia menyebut mayoritas korban jiwa dalam berbagai peristiwa bencana adalah anak-anak akibat minimnya pengetahuan mengenai cara menyelamatkan diri.

Karena itu, ia mendorong pemerintah memasukkan kurikulum kebencanaan di sekolah-sekolah, mencontoh praktik di Jepang. Menurut dia, dengan kurikulum tersebut, anak-anak Indonesia yang tinggal di kawasan rawan bencana akan memiliki pemahaman mengenai jalur evakuasi serta langkah darurat sesuai karakteristik wilayah.

Baca juga : DPRD Klungkung Kencangkan Pengawasan Sampah ke Zona Penyangga PKB

“Menanamkan budaya sadar bencana sejak dini tidak hanya menyelamatkan nyawa, tetapi juga membentuk generasi yang lebih bijak dalam memilih tempat tinggal yang aman di masa depan,” kata Azis.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense