Dark/Light Mode

DPR Dukung Kebijakan Energi, Kelas Menengah Diminta Tahan Diri

Kamis, 23 April 2026 14:24 WIB
Foto: DPR.
Foto: DPR.

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota Komisi V DPR Ahmad Labib mendukung langkah pemerintah menjaga ketahanan energi nasional, termasuk imbauan agar kelompok menengah atas tidak menggunakan BBM subsidi demi ketepatan sasaran.

Labib mengapresiasi capaian Indonesia dalam ketahanan energi global. Berdasarkan data terbaru, Indonesia menempati posisi kedua sebagai negara paling kuat menghadapi krisis energi global 2026 dengan tingkat ketahanan mencapai 77 persen.

Capaian tersebut dinilai sebagai bukti keberhasilan pemerintah dalam menjaga stabilitas energi nasional.

Ketahanan ini ditopang oleh dominasi sumber energi domestik, seperti batu bara sebesar 48 persen, gas 22 persen, serta kontribusi energi terbarukan, ditambah tingkat ketergantungan impor yang relatif rendah.

Baca juga : PHEV Dinilai Jadi Jembatan Transisi Menuju Kendaraan Listrik

Labib menyatakan, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari peran Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, dalam memastikan ketersediaan pasokan energi di tengah tekanan global.

“Langkah strategis pemerintah dalam menjaga stok energi, memperkuat rantai pasok, serta mengelola dinamika impor menjadi fondasi penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).

Di sisi lain, Labib juga mendukung kebijakan pemerintah untuk menjaga stabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi pada 2026.

Menurutnya, kebijakan ini penting untuk melindungi daya beli masyarakat sekaligus menahan laju inflasi.

Baca juga : Pastikan Garis Perjuangan Tak Menyimpang, YLBHI Diminta Transparan dan Akuntabel

Ia menilai, stabilitas harga BBM menjadi bantalan penting bagi perekonomian nasional, terutama dalam menjaga biaya logistik dan produksi yang sangat bergantung pada energi.

Lebih lanjut, Labib mendukung imbauan Menteri ESDM agar kelompok masyarakat menengah ke atas tidak beralih menggunakan BBM subsidi.

Langkah ini dinilai penting untuk memastikan subsidi tepat sasaran dan dinikmati oleh masyarakat yang membutuhkan.

Selain itu, kebijakan tersebut juga dinilai dapat mencegah lonjakan konsumsi yang berpotensi membebani anggaran negara.

Baca juga : Perluas Penerimaan Negara, Kemenkeu Kaji Pajak Tarif Tol

Labib menegaskan, sinergi antara pemerintah, DPR, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan kebijakan energi nasional.

Dengan kebijakan yang terarah dan dukungan bersama, stabilitas energi diharapkan mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat ketahanan Indonesia menghadapi krisis global.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.