RM.id Rakyat Merdeka - Anggota Komisi VI DPR Christiany Eugenia Paruntu menilai, langkah pemerintah bersama Danantara dalam melakukan perampingan dan konsolidasi anak usaha BUMN merupakan kebijakan strategis yang perlu didukung.
Menurutnya, penyederhanaan struktur korporasi menjadi bagian penting dari transformasi BUMN agar lebih adaptif menghadapi tantangan bisnis, meningkatkan efisiensi operasional, serta mampu menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi negara.
Christiany menjelaskan, selama ini banyak BUMN memiliki struktur grup usaha yang kompleks dengan jumlah anak perusahaan yang cukup besar.
Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan tumpang tindih fungsi, meningkatkan biaya operasional, serta mengurangi efektivitas pengambilan keputusan bisnis.
Baca juga : Misbakhun: Revisi UU P2SK Perkuat Stabilitas dan Daya Saing Keuangan
Karena itu, langkah konsolidasi yang telah dilakukan pada sejumlah BUMN besar, termasuk di sektor perkebunan, semen, dan kepelabuhanan, patut diapresiasi sebagai upaya membangun organisasi yang lebih ramping, sehat, dan produktif.
Ia sependapat dengan pandangan sejumlah pengamat bahwa pengurangan jumlah entitas usaha dapat memberikan dampak positif terhadap efisiensi biaya sekaligus mengoptimalkan kinerja perusahaan.
Meski demikian, Christiany menegaskan bahwa tantangan sesungguhnya tidak berhenti pada proses merger atau penggabungan perusahaan.
Tahap yang jauh lebih penting adalah memastikan integrasi pasca-merger berjalan secara efektif.
Baca juga : Kakorlantas: Iduladha Jadi Momentum Tingkatkan Keikhlasan dan Pengabdian
“Mulai dari harmonisasi budaya kerja, penyelarasan proses bisnis, penguatan tata kelola perusahaan, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia harus menjadi perhatian utama,” ujarnya.
Menurut Christiany, keberhasilan restrukturisasi tidak hanya diukur dari berkurangnya jumlah anak usaha, tetapi juga dari peningkatan produktivitas, profitabilitas, serta kemampuan perusahaan dalam menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan.
Sebagai anggota Fraksi Partai Golkar, Christiany menyatakan pihaknya membuka ruang seluas-luasnya bagi seluruh pemangku kepentingan, baik entitas BUMN, serikat pekerja, pelaku usaha, akademisi, maupun masyarakat, untuk menyampaikan masukan, aspirasi, dan evaluasi terkait proses restrukturisasi yang sedang berjalan.
Ia menilai setiap masukan yang konstruktif perlu menjadi bahan pertimbangan dalam penyempurnaan kebijakan agar transformasi BUMN dapat berjalan secara inklusif, transparan, dan memberikan manfaat optimal bagi seluruh pihak yang terdampak.
Baca juga : Idul Adha Jadi Momentum Tingkatkan Kesadaran Keamanan Siber
Lebih lanjut, Christiany memastikan Komisi VI DPR bersama Fraksi Partai Golkar akan terus mengawal proses transformasi dan restrukturisasi BUMN secara berkelanjutan.
Jika terdapat berbagai masukan maupun persoalan yang muncul di lapangan, pihaknya siap menindaklanjuti dan membahasnya bersama Kementerian BUMN serta Danantara guna mencari solusi terbaik.
Menurutnya, tujuan utama dari seluruh proses transformasi tersebut adalah menciptakan BUMN yang lebih kuat, efisien, kompetitif, serta mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.