BREAKING NEWS
 

Ibas Ajak Generasi Muda Kembangkan Ekonomi Kreatif

Reporter : AHMAD LATHIF ROSYIDI
Editor : FAQIH MUBAROK
Jumat, 25 September 2026 10:34 WIB
Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) saat audiensi kebangsaan bersama generasi muda dengan tema Generasi Muda Merawat Kebhinekaan, Mengembangkan Ekonomi Kreatif, dan Memajukan Pariwisata Indonesia di Rumah Kebangsaan MPR RI, Jakarta, Kamis (24/9/2026). Foto: MPR RI

 Sebelumnya 
Satu Anak Muda, Seribu Karya

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat itu juga menawarkan sejumlah gagasan yang dapat dikembangkan oleh komunitas generasi muda. Salah satunya adalah gerakan “Satu Anak Muda, 1.000 Karya”.

Menurut Ibas, anak muda tidak harus menunggu memiliki sumber daya besar untuk mulai berkarya. Teknologi digital dapat dimanfaatkan untuk membuat konten, produk, inovasi, maupun berbagai karya yang memberikan manfaat.

“Satu anak muda, seribu karya. Jangan hanya berkarya untuk satu orang, tetapi buat sesuatu yang bisa memberikan manfaat kepada seribu orang atau lebih,” kata Ibas.

Baca juga : Pemimpin Sejati Pikirkan Generasi Baru, Bukan Pemilu

Gagasan lainnya adalah “Satu Daerah, 1.000 Cerita Unggulan”, yakni mengangkat cerita tentang budaya, sejarah, kuliner, destinasi, hingga berbagai kisah lokal menjadi bagian dari promosi Indonesia kepada dunia.

Ibas juga mendorong terbentuknya “Satu Ekosistem, 1.000 Manfaat”, dengan mempertemukan generasi muda, pemerintah, parlemen, dunia usaha, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan.

“Kalau kalian punya teman dan saudara di pemerintahan, parlemen, dunia usaha, maupun komunitas, ayo kita berkolaborasi. Inilah cara kita mewujudkan tujuan besar secara bersama-sama,” ujarnya.

Kolaborasi Lintas Perbedaan

Baca juga : Ibas: Generasi Muda Harus Ciptakan Nilai Dari Ekonomi Biru

Edhie Baskoro menegaskan bahwa kebhinekaan tidak boleh hanya dipahami sebagai keberagaman identitas, tetapi juga harus menjadi kekuatan untuk membangun kolaborasi.

Dia mengingatkan generasi muda bahwa perbedaan suku, budaya, bahasa, daerah asal, maupun pandangan tidak semestinya menjadi alasan untuk saling bermusuhan.

“Kita boleh berbeda suku, pilihan politik, pikiran, dan gagasan. Tetapi kita jangan sampai bermusuhan. Negara ini tidak akan pernah bisa besar kalau kita memimpin secara parsial, apalagi sendiri-sendiri,” katanya.

Menurut Ibas, demokrasi membutuhkan ruang untuk berbeda pendapat sekaligus kemampuan untuk bekerja sama setelah proses pengambilan keputusan dilakukan. Ia mengutip prinsip yang menggambarkan pentingnya kolaborasi: “If you want to be fast, go alone. But if you want to go far, go together.”

Baca juga : Edhie Baskoro: Indonesia Emas Harus Tanpa Bandar Narkoba

“Intinya kita penting untuk berkolaborasi. Dari Jawa Barat, Banten, DKI, Jawa Timur, dan seterusnya. Termasuk kami di parlemen juga berkolaborasi,” ujar Ibas.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense