Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- 3 Debutan Tunggal Putra Indonesia Siap Tampil di Asian Games 2026
- Gempa Darat M2,7 Guncang Bandung, Kedalaman 4 Km
- Jadi Player of the Match, Teja Dedikasikan Kemenangan Persib Buat Bobotoh
- Dilarang Ikut Tes Pirelli, Quartararo Sempat Ogah Bantu Yamaha
- Barcelona-Atletico Menang Telak, Puncak Klasemen Makin Ketat
Hari Perhubungan Nasional
Ibas Dorong Indonesia Terkoneksi Transportasi Inklusif Dan Berkelanjutan
Kamis, 17 September 2026 14:23 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Memperingati Hari Perhubungan Nasional dengan tema “Indonesia Terkoneksi, Indonesia Maju”, Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono, menekankan pentingnya membangun sistem perhubungan nasional yang terintegrasi, aman, terjangkau, inklusif, dan berkelanjutan sebagai salah satu fondasi menuju Indonesia Emas 2045.
Hal tersebut disampaikan Ibas dalam Diskusi Kebangsaan bertajuk “Konektivitas, Teknologi, dan Mobilitas Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas 2045” yang digelar di Ruang Delegasi Lantai 2, Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen RI, Senayan, Jakarta, Rabu (16/9/2026).
Forum ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan di bidang transportasi, mulai dari pemerintah, operator transportasi publik, dunia usaha, akademisi, praktisi, hingga generasi muda.
Baca juga : Ibas: Demokrasi, Ekonomi, Dan Kesejahteraan Bisa Berjalan Bersama
Menurut Edhie Baskoro, Hari Perhubungan Nasional tidak semestinya hanya menjadi momentum seremonial. Perhubungan merupakan bagian strategis dari pembangunan nasional karena menyangkut bagaimana manusia, barang, informasi, dan kesempatan dapat bergerak secara efisien di seluruh wilayah Indonesia.
“Ketika kita berbicara tentang perhubungan, sesungguhnya kita sedang berbicara tentang masa depan Indonesia,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa karakter Indonesia sebagai negara kepulauan dengan wilayah yang luas, jumlah penduduk besar, serta pusat-pusat pertumbuhan yang tersebar membutuhkan sistem konektivitas yang mampu menjembatani berbagai wilayah secara efektif.
Baca juga : 25 Tahun Demokrat, Ibas Minta Kader Makin Dekat Rakyat
Pada saat yang sama, pembangunan konektivitas harus dilakukan dengan mempertimbangkan keterbatasan sumber daya fiskal negara serta kebutuhan pembiayaan sektor lainnya, seperti pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, pertahanan, energi, pangan, dan infrastruktur.
Karena itu, menurut Ibas Yudhoyono, tantangan pembangunan transportasi nasional tidak semata-mata terletak pada pembangunan infrastruktur baru, tetapi juga bagaimana menciptakan arsitektur pembiayaan jangka panjang yang memungkinkan pembangunan konektivitas dilakukan secara konsisten.
“Kalau kita serius membangun konektivitas menuju 2045, kita tidak bisa berpikir hanya dalam siklus satu tahun anggaran. Kita membutuhkan pembiayaan multiyears,” katanya.
Baca juga : Edhie Baskoro: Kreativitas Anak Muda Harus Jadi Kekuatan Ekonomi Indonesia
Ia menyebut, APBN dan APBD perlu berperan sebagai pemicu, sementara BUMN, skema KPBU, investasi swasta, serta pembiayaan pembangunan dapat menjadi bagian dari ekosistem pembiayaan konektivitas nasional.
Menurutnya, yang perlu menjadi perhatian bukan sekadar besarnya anggaran, tetapi bagaimana setiap rupiah yang diinvestasikan menghasilkan nilai ekonomi dan manfaat nyata bagi masyarakat.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya