BREAKING NEWS
 

Ibas Ajak Generasi Muda Kembangkan Ekonomi Kreatif

Reporter : AHMAD LATHIF ROSYIDI
Editor : FAQIH MUBAROK
Jumat, 25 September 2026 10:34 WIB
Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) saat audiensi kebangsaan bersama generasi muda dengan tema Generasi Muda Merawat Kebhinekaan, Mengembangkan Ekonomi Kreatif, dan Memajukan Pariwisata Indonesia di Rumah Kebangsaan MPR RI, Jakarta, Kamis (24/9/2026). Foto: MPR RI

 Sebelumnya 
Generasi Muda Menghadapi Era AI

Adsense

Lulusan Curtin University, Australia, itu juga mengingatkan bahwa generasi muda saat ini hidup dalam lingkungan teknologi yang berbeda dibanding generasi sebelumnya. Kehadiran artificial intelligence (AI), media sosial, algoritma, serta arus informasi yang sangat cepat menghadirkan peluang sekaligus tantangan.

Menurut Ibas, generasi muda perlu memiliki kemampuan literasi, berpikir kritis, karakter, dan adab agar mampu memanfaatkan teknologi secara produktif. “Mari kita perkuat ilmu, mari kita perkuat karakter, mari kita perkuat adab kita,” tegasnya.

Ibas menilai pendidikan juga harus adaptif terhadap perkembangan teknologi, namun tetap berakar pada nilai-nilai Indonesia. Pesan tersebut sejalan dengan perhatian Ibas dalam sejumlah forum sebelumnya terhadap perkembangan AI, ekonomi kreatif, dan peran generasi muda dalam menghadapi transformasi digital.

MPR RI sebelumnya juga mencatat dorongannya agar generasi muda tidak hanya menjadi penonton, melainkan menjadi pemain, pencipta, dan penggerak perubahan.

Lima Gerakan untuk Generasi Muda

Baca juga : Pemimpin Sejati Pikirkan Generasi Baru, Bukan Pemilu

Dalam dialog tersebut, Dr. Edhie Baskoro juga mengajak generasi muda mengembangkan gagasan sosial melalui sejumlah gerakan yang berorientasi pada peningkatan kualitas manusia dan kesejahteraan masyarakat.

Ia menyebut pentingnya semangat Indonesia Pintar, Indonesia Sehat, Indonesia Hijau, Indonesia Kreatif, dan Indonesia Peduli. Indonesia Pintar, menurut Ibas, dapat diwujudkan melalui kegiatan literasi dan edukasi bagi anak-anak di berbagai daerah.

Indonesia Sehat dapat didorong melalui kampanye hidup sehat, olahraga, pencegahan narkoba, serta kepedulian terhadap persoalan gizi dan kesehatan anak. Sementara Indonesia Hijau dapat diterjemahkan melalui gerakan menjaga lingkungan, mengembangkan ekonomi hijau dan ekonomi biru, serta merawat alam secara berkelanjutan.

“Ini bukan hanya tentang menanam pohon. Tetapi bagaimana kita merawat dan menjaganya serta memberikan aksi secara berkelanjutan,” ujar Ibas.

Untuk Indonesia Kreatif, ia mendorong anak muda memanfaatkan berbagai bidang, mulai dari musik, seni, kuliner, wastra, hingga subsektor kreatif lainnya untuk menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

Sedangkan Indonesia Peduli, menurutnya, merupakan upaya memperkuat solidaritas, gotong royong, empati, dan kepedulian sosial.

Baca juga : Ibas: Generasi Muda Harus Ciptakan Nilai Dari Ekonomi Biru

Kolaborasi Nyata dari Fraksi Sejumlah Anggota Fraksi Partai Demokrat yang hadir dalam audiensi turut menawarkan langkah kolaborasi yang lebih konkret bagi para generasi muda. Dede Yusuf menekankan pentingnya agar para duta daerah tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi ikut terlibat dalam sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan.

Ia juga menyampaikan akan berkomunikasi dengan Menteri Dalam Negeri agar terdapat payung regulasi yang dapat memperkuat dukungan pemerintah daerah terhadap para duta dan alumninya.

Sementara itu, Sabam Sinaga menyoroti pentingnya perhatian pemerintah terhadap kepemudaan, tidak hanya olahraga. Ia membuka ruang kolaborasi melalui program kepemudaan seperti Youth Camp serta mengarahkan komunitas untuk memanfaatkan akses pendanaan kebudayaan dan menghubungkan program mereka dengan pemerintah.

Dina Lorenza turut mendorong generasi muda memanfaatkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif untuk mengembangkan potensi daerah. Menurutnya, kreativitas dan media digital dapat menjadi sarana untuk mempromosikan desa wisata serta berbagai potensi daerah dengan tetap memperhatikan aspek keamanan, kebersihan, dan keberlanjutan destinasi.

Dalam sesi tanggapan, Ibas menekankan pentingnya kepemimpinan yang bersedia mendengar aspirasi generasi muda. Ia mengutip ungkapan “To lead is to listen”, bahwa kepemimpinan juga membutuhkan kemampuan untuk mendengar, memahami, dan menyerap berbagai kegelisahan serta gagasan masyarakat.

“Tidak banyak kesempatan di mana generasi muda dapat secara terbuka dan lugas menyampaikan pandangan dalam forum seperti ini. Apa yang kita dengarkan hari ini dapat memperkaya tentang apa yang kalian rasakan dan pikirkan,” ujar Ibas.

Baca juga : Edhie Baskoro: Indonesia Emas Harus Tanpa Bandar Narkoba

Menurutnya, tidak seluruh persoalan yang disampaikan generasi muda dapat langsung diselesaikan dalam waktu singkat. Namun, aspirasi tersebut tetap penting sebagai bagian dari proses demokrasi dan menjadi masukan dalam penyusunan kebijakan.

Salah satu peserta audiensi, Rizka Sakina, Mojang Jawa Barat yang mewakili Kota Depok, mengapresiasi kesempatan untuk menyampaikan aspirasi secara langsung dalam forum tersebut.

Dia berharap pertemuan bersama Ibas dan para anggota Fraksi Partai Demokrat dapat menjadi awal dari kolaborasi yang berdampak bagi para duta daerah, khususnya dalam membangun kerja sama kolektif untuk melestarikan budaya Nusantara.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense