RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menegaskan pentingnya memastikan program bantuan pendidikan, khususnya Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah), tepat sasaran dan benar-benar menjangkau mahasiswa yang membutuhkan.
Hal tersebut disampaikan Ibas saat hadir di Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung, Senin (28/9/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Ibas menyampaikan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, parlemen, perguruan tinggi, dan pemerintah daerah untuk memastikan akses pendidikan tinggi yang berkualitas dan berkeadilan.
Menurut Ibas, negara perlu hadir membantu anak-anak bangsa yang memiliki kemampuan dan potensi akademik, tetapi menghadapi keterbatasan kemampuan finansial untuk melanjutkan pendidikan.
Baca juga : Kunjungi Pindad, Ketua MPR Dorong Penguatan Industri Pertahanan Nasional
“Program seperti Kartu Indonesia Pintar Kuliah atau KIP Kuliah ini sangat dinanti dan dimanfaatkan oleh kampus-kampus di Indonesia. Negara harus hadir agar anak-anak kita yang cerdas, mampu, dan memiliki kapasitas tidak kehilangan kesempatan hanya karena keterbatasan fiskal keluarga,” ujar Ibas.
Jangan Sampai Mahasiswa Putus Kuliah karena Administrasi
Ibas menekankan bahwa persoalan akses pendidikan tidak berhenti pada tersedianya program beasiswa. Implementasi di lapangan juga harus diperhatikan, termasuk persoalan administrasi dan validitas data penerima.
Ia menilai perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat perlu membangun sinergi agar mahasiswa yang telah memenuhi persyaratan tidak kehilangan haknya hanya karena persoalan teknis.
Baca juga : Bersama Muzani, Ibas Resmikan Wisma MPR RI Di Bandung
“Jangan sampai mereka yang sangat mampu secara akademik dan sudah memenuhi persyaratan untuk menjadi mahasiswa, akhirnya terkendala dan putus kuliah karena faktor administrasi teknis,” kata Ibas.
Karena itu, menurut Ibas, diperlukan sosialisasi, pendampingan, serta asistensi yang lebih baik kepada calon penerima maupun mahasiswa penerima bantuan pendidikan.
Hal tersebut juga dirasakan Amailawati Tsabita, salah satu mahasiswa penerima KIP Kuliah Universitas Padjadjaran. Ia menceritakan bahwa kondisi ekonomi keluarga sempat membuatnya khawatir tidak dapat melanjutkan pendidikan setelah dirinya tidak tercantum dalam daftar penerima KIP Kuliah.
Setelah dilakukan pengawalan terhadap persoalan tersebut, Amailawati akhirnya mendapatkan kembali KIP Kuliah dan dapat melanjutkan perkuliahannya.
Baca juga : Ibas Ajak Generasi Muda Kembangkan Ekonomi Kreatif
Kini, mahasiswa Fakultas Peternakan Unpad tersebut telah memasuki semester ketiga dan berharap kesempatan pendidikan yang diterimanya dapat menjadi jalan untuk meraih masa depan yang lebih baik sekaligus membantu keluarganya.
“Bagi saya, KIP Kuliah sangat berarti karena memberikan kesempatan untuk tetap melanjutkan pendidikan. Saya bersyukur bisa mendapatkan kembali KIP Kuliah dan melanjutkan kuliah. Saya berharap bisa menyelesaikan pendidikan dengan baik dan memberikan masa depan yang lebih baik untuk keluarga,” ujar Amailawati.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.