Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- 3 Debutan Tunggal Putra Indonesia Siap Tampil di Asian Games 2026
- Gempa Darat M2,7 Guncang Bandung, Kedalaman 4 Km
- Jadi Player of the Match, Teja Dedikasikan Kemenangan Persib Buat Bobotoh
- Dilarang Ikut Tes Pirelli, Quartararo Sempat Ogah Bantu Yamaha
- Barcelona-Atletico Menang Telak, Puncak Klasemen Makin Ketat
Tiga Dekade Reformasi
Ibas: Demokrasi, Ekonomi, Dan Kesejahteraan Bisa Berjalan Bersama
Rabu, 16 September 2026 19:55 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), mengajak seluruh elemen bangsa melakukan refleksi terhadap perjalanan tiga dekade reformasi, sekaligus memastikan konstitusi dan sistem ketatanegaraan Indonesia mampu menjawab tantangan pembangunan menuju Indonesia Maju 2045.
Hal itu disampaikan Ibas dalam diskusi dengan PUSaKO (Pusat Studi Konstitusi) Universitas Andalas dalam rangkaian Konferensi Nasional Hukum Tata Negara (KNHTN) IX bertema “Tiga Dekade Performa Konstitusi Pasca Reformasi”. Audiensi tersebut berlangsung di Kompleks Parlemen RI, Jakarta, Selasa (15/9/2026), untuk mendengarkan hasil kajian dan rekomendasi KNHTN IX.
Edhie Baskoro menilai reformasi telah membawa perubahan fundamental dalam kehidupan ketatanegaraan. Demokrasi, desentralisasi dan otonomi daerah yang berkembang, adanya mekanisme checks and balances, adanya pemilihan langsung berjalan dari pemilu ke pemilu, sementara peran MPR, DPR, DPD, Mahkamah Konstitusi, dan lembaga lainnya semakin jelas serta adanya jaminan hak asasi manusia.
Namun, menurut Edhie Baskoro, capaian tersebut perlu dilihat lebih jauh. Pertanyaan mendasarnya adalah apakah konstitusi telah mampu membatasi kekuasaan sekaligus memastikan kekuasaan tersebut menghasilkan keadilan dan kesejahteraan bagi rakyat.
Baca juga : Lestari Moerdijat Dorong Penguatan Demokrasi Dan Negara Hukum
“Konstitusi bukan sekadar teks hukum. Konstitusi adalah arah dan kompas kehidupan bernegara yang menentukan bagaimana kekuasaan dijalankan, bagaimana rakyat dilindungi, dan ke mana arah bangsa ini hendak dibawa,” ujar EBY.
Karena itu, performa konstitusi, kata Edhie Baskoro, tidak cukup diukur dari aspek hukum dan kelembagaan. Konstitusi juga harus tercermin dalam pemerintahan yang efektif, demokrasi yang berkualitas, pembangunan yang berkesinambungan, serta kesejahteraan yang semakin merata.
Pembangunan Tak Boleh Berhenti karena Pergantian Pemerintahan
Dalam diskusi tersebut, Lulusan Program Doktor S3 IPB University tersebut juga menyoroti pentingnya arah pembangunan jangka panjang yang mampu melampaui siklus lima tahunan pemilu dan pergantian kepemimpinan.
Baca juga : 25 Tahun Demokrat, Ibas Minta Kader Makin Dekat Rakyat
Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia, pendidikan, kesehatan, pangan, energi, industrialisasi, infrastruktur, pertahanan, transformasi digital hingga pembangunan wilayah membutuhkan kesinambungan.
“Kita tentu ingin mencapai Indonesia Maju 2045. Karena itu, perlu kita pikirkan bagaimana pembangunan jangka panjang dapat terus berjalan melampaui setiap periode kepemimpinan dan perubahan politik,” kata EBY.
Dalam konteks tersebut, pembahasan mengenai Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN), menurutnya, perlu dilakukan secara hati-hati dan mendalam apabila memang dinilai penting bagi kepentingan bangsa.
Yang perlu dijawab, lanjut EBY, bukan hanya mengenai filosofi arah pembangunan, tetapi juga bagaimana kaitannya dengan kewenangan presiden, bagaimana memastikan kesinambungan lintas pemerintahan, serta bagaimana kedudukan hukum dan mekanisme penyusunannya.
Baca juga : Edhie Baskoro: Kreativitas Anak Muda Harus Jadi Kekuatan Ekonomi Indonesia
“Jika diperlukan landasan konstitusional, tentu harus dipikirkan secara matang. Begitu pula siapa yang menyusun haluan tersebut dan bagaimana mandat MPR dalam prosesnya. Semua ini membutuhkan kajian yang mendalam dan partisipasi luas," ujarnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya