BREAKING NEWS
 

Bersama PARFI-56, Bamsoet Gagas Film Pendek Empat Pilar MPR

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Senin, 27 Juli 2020 22:16 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo (berbatik) ketika menerima pengurus PARFI 1956, di Ruang Kerja Ketua MPR, Jakarta, Senin (27/7). (Foto: Dok. MPR)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua MPR Bambang Soesatyo bersama Persatuan Artis Film Indonesia 1956 (PARFI 1956) akan menyelenggarakan festival film pendek Empat Pilar MPR dengan melibatkan berbagai sineas dan pekerja seni. Kegiatan tersebut merupakan pengayaan dari beragam sosialisasi Empat Pilar MPR yang sebelumnya telah dilakukan MPR seperti seminar, diskusi, workshop, hingga melalui konten video di Youtube.

"Melalui film pendek, MPR berusaha meningkatkan ketertarikan generasi Z dan milenial untuk peduli terhadap persoalan kebangsaan, dengan mengeksplore tema Pancasila sebagai ideologi bangsa, UUD NRI Tahun 1945 sebagai landasan konstitusional, NKRI sebagai konsensus bentuk kedaulatan negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semangat pemersatu dalam kemajemukan bangsa," ujar politisi yang akrab disapa Bamsoet ini usai menerima pengurus PARFI 1956, di Ruang Kerja Ketua MPR, Jakarta, Senin (27/7).

Baca juga : Peringati Hari Anak Nasional, Bamsoet Ajak Bangun Karakter Melalui Empat Pilar MPR

Para pengurus PARFI 1956 yang hadir antara lain Ketua Umum Marcella Zalianty, Wakil Ketua Umum II Ade Muftin, Wakil Sekjen Wanda Hamidah, Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga Arzeti Bilbina, dan seniman Jose Rizal Manua.

Adsense

Mantan Ketua DPR ini menilai, film tak hanya sekadar media rekreasi dan hiburan. Melainkan juga bisa dijadikan sarana edukasi dan propaganda yang positif untuk meningkatkan semangat nasionalisme. Sebagaimana pernah dilakukan Rusia melalui film 'Ivan The Terrible', Amerika dengan film 'Casablanca', dam Jerman dengan 'Triumph of The Will'.

Baca juga : Bertemu PMKRI, Bamsoet Ajak Kaum Milenial Turut Wujudkan Perdamaian Dunia

"Korea Selatan, Jepang, dan India merupakan negara-negara di Asia yang memiliki etos nasionalisme luar biasa dalam berbagai film yang digarap. Para sineas Indonesia sebetulnya tak kalah hebat. Di tengah berbagai keterbatasan dukungan dari pemerintah, berbagai film yang digarap para sineas kita telah berhasil mencuri perhatian internasional. Namun harus diakui, gaungnya belum sedahsyat Korea Selatan, Jepang, maupun India," papar Bamsoet.

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini melihat, pesatnya pertumbuhan penonton film semakin membuat potensi industri film Indonesia berkembang. Di 2010 misalnya, 15 besar film Indonesia baru mendapatkan sekitar 6,5 juta penonton. Di 2019, 15 besar film tersukses mampu menyedot lebih dari 30 juta penonton.

Baca juga : Bersama MAPANCAS, Bamsoet Ajak Kaum Muda Majukan Perekonomian Indonesia

"Tingginya tingkat konsumsi masyarakat terhadap film harus dijaga dengan baik oleh para pelaku industri perfilman. Kehadiran festival film pendek Empat Pilar MPR diharapkan bisa menjadi ajang mengasah kemampuan para sineas muda, sehingga kelak bisa menghasilkan film yang tak hanya luar biasa dari segi kualitas, melainkan juga luar biasa dari segi dampak nasionalisme yang dihasilkan," pungkas Bamsoet. [USU]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense