RM.id Rakyat Merdeka - Kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menuju Indonesia Emas, menurut Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham, dibangun melalui tujuh tahapan yang saling berkaitan.
Dimulai dari menumbuhkan kesadaran berbangsa dan memperkuat Pancasila sebagai landasan, tahapan itu berlanjut pada perumusan visi, penetapan kebijakan, pembentukan kabinet, penyamaan visi melalui retret, hingga pelaksanaan tugas pemerintahan.
Idrus memaparkan pandangan tersebut dalam acara Kajian Buku MBG dan Prabowonomic di Jakarta, Senin (19/10/2026).
Menurut dia, Prabowo telah memiliki konstruksi berpikir yang jelas dalam memimpin Indonesia sejak terpilih sebagai presiden pada 2024.
“Seperti pada penjelasan saya sebelumnya, saya sudah jelaskan bahwa Pak Prabowo di dalam memimpin bangsa ini memiliki konstruksi berpikir yang sudah jelas,” kata Idrus.
Ia menjelaskan, tahapan pertama adalah membangun kesadaran bahwa Indonesia merupakan rumah bersama yang harus dirawat dan dibangun oleh seluruh elemen bangsa.
Kesadaran tersebut menjadi fondasi untuk menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat.
"Yang pertama adalah ada kesadaran berbangsa, bahwa Indonesia ini adalah rumah besar kita bersama yang harus dirawat bersama, yang harus dibangun bersama,” ujarnya.
Baca juga : Songsong Pemilu 2029, Golkar Wajibkan Para Menterinya Maju Caleg
Tahapan kedua adalah menjadikan Pancasila sebagai ideologi dan falsafah bangsa.
Idrus menilai, nilai-nilai Pancasila harus menjadi landasan dalam membangun dan merawat Indonesia sebagai negara yang besar dan majemuk.
“Nah, yang kedua adalah untuk membangun dan merawat bangsa Indonesia sebagai bangsa yang majemuk dan sangat besar ini, itu harus didasarkan pada ciri karakter bangsa kita yang kita sebut itu ideologi dan falsafah bangsa yaitu Pancasila,” katanya.
Setelah fondasi kebangsaan dan ideologi terbentuk, tahapan ketiga adalah merumuskan visi pembangunan yang berorientasi pada tujuan bernegara sebagaimana tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.
Visi tersebut menjadi acuan bagi pemerintah dalam menentukan arah pembangunan nasional.
Tahapan keempat, lanjut Idrus, adalah menetapkan kebijakan-kebijakan pokok untuk mewujudkan visi dan tujuan pembangunan tersebut. Kebijakan itu harus berlandaskan Pancasila sebagai ideologi dan falsafah bangsa.
“Nah, setelah ini Pak Prabowo menentukan yang keempat itu adalah kebijakan-kebijakan pokok yang mendasar untuk mencapai visi itu, untuk mewujudkan tujuan pembangunan nasional yang diinspirasi oleh ideologi dan falsafah Pancasila,” tuturnya.
Tahapan kelima adalah membentuk tim pemerintahan melalui penyusunan kabinet. Idrus menilai, keputusan Prabowo melibatkan berbagai unsur masyarakat, termasuk partai politik dan kelompok di luar partai, merupakan bagian dari upaya merangkul keberagaman dalam pemerintahan.
Baca juga : Golkar Sulsel Ditarget Raih Tambahan 2 Kursi Per Dapil
Tahapan keenam adalah pelaksanaan retret bagi jajaran kabinet. Menurut Idrus, kegiatan tersebut bertujuan membangun kesamaan pemahaman di antara para menteri mengenai visi pemerintahan, tantangan yang dihadapi, serta prioritas dan strategi pelaksanaan kebijakan.
“Ketika itu kita masih ingat, Pak Prabowo melakukan retret, untuk apa? Untuk membangun suasana kebatinan sebagai sebuah tim, untuk menyamakan visi dan ya visi ke depan, untuk bersama-sama memahami tantangan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, retret juga menjadi sarana untuk menyelaraskan langkah para pembantu presiden agar kebijakan umum dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang dijalankan setiap kementerian.
Adapun tahapan ketujuh adalah pelaksanaan tugas oleh seluruh jajaran pemerintahan.
Setelah melalui proses penyamaan visi dan pemahaman kebijakan, seluruh anggota kabinet diharapkan menjalankan tanggung jawab masing-masing untuk mendukung agenda pembangunan nasional.
Idrus menegaskan, Partai Golkar mendukung upaya pemerintah dalam menjalankan agenda pembangunan di bawah kepemimpinan Prabowo.
Dukungan tersebut, kata dia, diarahkan untuk memastikan program pemerintah berjalan sesuai tujuan yang telah ditetapkan.
“Dan ini sudah bekerja kan? Sejak dari awal bekerja ya dan kami dari Partai Golkar eh tidak ada kata lain kecuali ya membantu sepenuhnya bahkan berada pada bagian terdepan bagaimana suksesnya pembangunan ini, bagaimana suksesnya kepemimpinan Pak Prabowo,” kata Idrus.
Baca juga : Golkar Siapkan Pemenangan Di Kawasan Timur Indonesia
Ia juga mengaitkan keberhasilan pemerintahan saat ini dengan harapan keberlanjutan kepemimpinan pada periode berikutnya, yakni 2029–2034.
Menurut Idrus, keberhasilan pembangunan nasional menjadi prioritas Partai Golkar. Ia menyebut Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia telah menegaskan bahwa partai tersebut berfokus mendukung keberhasilan pembangunan di bawah pemerintahan Prabowo.
“Apa pun tidak ada diskusi yang kita pikirkan hanya satu, bagaimana pembangunan di bawah kepemimpinan Pak Prabowo menuju Indonesia Emas ini harus sukses,” ujarnya.
Lebih lanjut, Idrus menekankan pentingnya menempatkan kepentingan masyarakat sebagai prioritas dalam pelaksanaan kebijakan pemerintah.
Menurut dia, pendekatan yang berorientasi pada kepentingan rakyat harus menjadi bagian utama dari pembangunan nasional.
“Ah, yang perlu kita prioritaskan adalah rakyat. Karena itu ideologi kerakyatan yang dikedepankan,” tuturnya.
Idrus menambahkan, Partai Golkar akan terus mendukung kebijakan pemerintah untuk mencapai target pembangunan menuju Indonesia Emas.
Ia juga menekankan pentingnya konsistensi dalam pelaksanaan kebijakan agar visi yang telah dirumuskan dapat diwujudkan melalui kerja nyata.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.