Dark/Light Mode

Kongres 1 AFEBSI di Balai Kota Jakarta, Perkuat Sinergi Kampus dan Pemerintah

Rabu, 14 Oktober 2026 21:44 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo membuka Kongres 1 AFEBSI di Balai Agung, Balai Kota Jakarta (Foto: Dok. Penulis)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo membuka Kongres 1 AFEBSI di Balai Agung, Balai Kota Jakarta (Foto: Dok. Penulis)

Kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha menjadi salah satu kunci menjawab tantangan pembangunan menuju Indonesia Emas 2045. Semangat itu mengemuka dalam Kongres I Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Swasta Indonesia (AFEBSI) yang resmi dibuka Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (13/10/2026). Kongres yang berlangsung hingga 15 Oktober 2026 ini menjadi momentum bagi AFEBSI untuk memperkuat peran perguruan tinggi swasta, khususnya fakultas ekonomi dan bisnis, agar tidak hanya berfokus pada kegiatan akademik, tetapi juga terlibat aktif dalam menjawab persoalan sosial, ekonomi, dan pembangunan berkelanjutan.

Mengusung tema “Penguatan Kolaborasi Nasional AFEBSI Menuju Indonesia Emas 2045 dan Daya Saing Global Berkelanjutan”, kongres tersebut mempertemukan kalangan akademisi dan pemangku kepentingan untuk memperluas kerja sama dalam pengembangan sumber daya manusia, peningkatan daya saing, dan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan. Dalam sambutannya, Pramono menekankan pentingnya pendidikan sebagai jalan untuk memutus rantai kemiskinan sekaligus memperluas kesempatan masyarakat memperbaiki taraf hidup.

Ia menyinggung gagasan pengembangan program beasiswa di Jakarta yang mengadopsi semangat Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Melalui perluasan akses pendidikan, masyarakat diharapkan memiliki kesempatan lebih besar untuk meningkatkan kompetensi dan memperoleh pekerjaan yang layak. Pesan tersebut relevan bagi perguruan tinggi. Di tengah persaingan dunia kerja yang semakin ketat, kampus dituntut menghasilkan lulusan yang bukan hanya memiliki ijazah, tetapi juga kompetensi, integritas, dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan.

Soroti Transportasi dan Tantangan Jakarta

Selain pendidikan, Pramono menyoroti transportasi publik sebagai bagian penting dari pelayanan masyarakat dan penggerak aktivitas ekonomi. Ia menyampaikan bahwa Transjakarta menyediakan fasilitas perjalanan gratis bagi 21 golongan masyarakat tertentu, termasuk pencari kerja. Kebijakan tersebut menjadi salah satu upaya untuk membantu masyarakat mengakses berbagai kesempatan tanpa terbebani biaya transportasi yang tinggi. Pramono juga menyinggung kompleksitas persoalan mobilitas di kawasan megapolitan Jakarta yang, menurutnya, memiliki jumlah penduduk sekitar 42 juta jiwa.

Baca juga : Abdul Aziz: Akses Transportasi Laut Banyak Manfaatnya

Dalam kesempatan itu, ia menceritakan pertemuannya dengan Wali Kota New York, Zohran Mamdani, yang turut membahas persoalan transportasi dan kemacetan di kawasan perkotaan. Besarnya skala persoalan Jakarta dan kawasan sekitarnya menunjukkan bahwa pembangunan perkotaan membutuhkan pendekatan lintas sektor. Kebijakan transportasi, pengembangan wilayah, aktivitas ekonomi, dan kebutuhan masyarakat perlu dirancang secara terpadu. Dalam konteks ini, perguruan tinggi ekonomi dan bisnis dapat mengambil peran melalui penelitian, kajian kebijakan publik, pengembangan model bisnis, hingga rekomendasi berbasis data untuk mendukung pengambilan keputusan pemerintah.

Dr. Arif Murti Rozamurti, Ph.D (Ketua DPD AFEBSI DKI Jakarta)

AFEBSI Dorong Kolaborasi yang Berdampak Nyata

Ketua Panitia Kongres I AFEBSI, Dr. Arif Murti Rozamuri, Ph.D., menegaskan bahwa AFEBSI siap berkontribusi dalam pembangunan DKI Jakarta, terutama melalui penguatan kolaborasi lintas sektor untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. AFEBSI siap berkontribusi dalam pembangunan DKI Jakarta melalui penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha, khususnya dalam mendukung implementasi SDGs.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki sumber daya akademik dan kapasitas penelitian yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung penyelesaian berbagai persoalan pembangunan. Namun, kontribusi tersebut perlu diwujudkan dalam bentuk program dan kerja sama yang konkret. Kampus, misalnya, dapat berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan dunia usaha dalam pengembangan kewirausahaan, pemberdayaan UMKM, peningkatan literasi keuangan, penciptaan lapangan kerja, serta penerapan praktik bisnis berkelanjutan.

Baca juga : Djoko Setijowarno: Aspek Keselamatan Dan Kualitas Kapal Jadi Utama

Dengan pendekatan tersebut, hasil penelitian dan pemikiran akademik diharapkan tidak berhenti sebagai publikasi ilmiah, tetapi dapat diterjemahkan menjadi solusi yang dibutuhkan masyarakat. Arif berharap Kongres I AFEBSI menjadi titik awal bagi terbentuknya kemitraan yang lebih terarah dan berkesinambungan antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha.

Ketua Umum AFEBSI: Sinergi Harus Diperluas

Ketua Umum AFEBSI, Dr. Achmad Rozi, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Pramono Anung dan jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta atas dukungan serta fasilitas yang diberikan untuk penyelenggaraan kongres. Pihaknya menyampaikan terima kasih kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung beserta jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta atas dukungan dan fasilitas yang diberikan untuk pelaksanaan Kongres I AFEBSI.

Ia berharap, dukungan tersebut menjadi landasan untuk membangun kerja sama yang lebih luas, khususnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi dan memperkuat kontribusi fakultas ekonomi dan bisnis terhadap pembangunan nasional.

Menurutnya, tantangan menuju Indonesia Emas 2045 membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kreativitas, dan kemampuan menghadapi perubahan. Karena itu, perguruan tinggi perlu memperkuat kualitas pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta kemitraan dengan industri dan pemerintah. Sinergi tersebut juga penting untuk memastikan bahwa kompetensi lulusan tetap relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan ekonomi.

Baca juga : Dinkes Diminta Siaga & Perkuat Kesiapan RSUD

Tiga Hari, Sejumlah Agenda Strategis

Kongres I AFEBSI berlangsung selama tiga hari dengan sejumlah agenda, antara lain seminar strategis, pengabdian kepada masyarakat, kunjungan edukasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), sesi berbagi internasional, serta pembahasan penguatan jabatan akademik dosen dan akreditasi perguruan tinggi. Rangkaian kegiatan ini diarahkan untuk memperluas wawasan akademik sekaligus memperkuat kapasitas kelembagaan perguruan tinggi ekonomi dan bisnis swasta. Di tengah tuntutan peningkatan daya saing global, perguruan tinggi dituntut mampu menyelaraskan kualitas pendidikan dengan kebutuhan industri, perkembangan teknologi, serta agenda pembangunan berkelanjutan.

Indonesia Emas 2045 tidak cukup hanya mengandalkan pertumbuhan ekonomi. Pencapaian visi tersebut juga memerlukan peningkatan kualitas sumber daya manusia, perluasan kesempatan kerja, pengurangan kesenjangan, dan perhatian terhadap keberlanjutan lingkungan. Pemerintah memiliki peran dalam menghadirkan kebijakan dan pelayanan publik. Dunia usaha menggerakkan aktivitas ekonomi serta membuka lapangan kerja. Sementara itu, perguruan tinggi berperan menyiapkan sumber daya manusia, menghasilkan inovasi, dan menyediakan rekomendasi berbasis penelitian.

Melalui Kongres I AFEBSI, sinergi ketiga unsur tersebut diharapkan tidak berhenti pada komitmen, tetapi berkembang menjadi program kolaborasi yang terukur dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dengan demikian, kampus tidak hanya menjadi tempat mencetak lulusan dan mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga mitra strategis dalam mendorong pembangunan yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Dr. H. Suripto, S.E., M.Ak
Dr. H. Suripto, S.E., M.Ak
Anggota AFEBSI, Kaprodi Akuntansi Unpam, Sekjen FORSILADI Provinsi Banten

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.