BREAKING NEWS
 

Pantau Informasi Di Media Sosial

Gerindra Pastikan Terbuka Ruang Kritik Ke Pemerintah

Reporter : BOY SAKTI HAPSORO
Editor : ABDUL SHOMAD
Senin, 26 Oktober 2026 06:50 WIB
Sekretaris Fraksi Gerindra DPR, Bambang Haryadi. (Foto: Instagram/bbg_haryadi)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gerindra mencermati informasi dugaan pertemuan sejumlah tokoh yang disebut berseberangan dengan Pemerintah. Saat ini informasi tersebut tengah ditelusuri dan diverifikasi.

Sekretaris Fraksi Gerindra DPR, Bambang Haryadi menegaskan, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terbuka terhadap kritik yang membangun. Namun, kritik tersebut diharapkan disampaikan secara konstruktif dan tidak ditunggangi kepentingan asing.

“Partai Gerindra mencermati informasi yang belakangan beredar di media sosial, di mana disebutkan adanya pertemuan tokoh-tokoh antipemerintah dengan Dubes Singapura untuk Indonesia,” kata Bambang di Jakarta, Minggu (25/10/2026).

Bambang mengatakan, penelusuran dan verifikasi informasi dugaan pertemuan tersebut dilakukan kader Gerindra di Komisi I DPR. Dia menegaskan, selama ini pemerintahan Presiden Prabowo terbuka terhadap kritik.

Dia mengatakan, kritik terhadap Pemerintah merupakan bagian yang sah dalam kehidupan demokrasi. Namun, kritik seharusnya diarahkan untuk memperbaiki kebijakan dan kinerja Pemerintah, bukan disertai kepentingan lain.

“Kritik hendaknya ditujukan untuk perbaikan tanpa ada sisipan kepentingan lain, apalagi asing,” tandas Bambang.

Baca juga : Masuk Gerindra, Bupati Sumedang Dielus-elus Jadi Cagub Jawa Barat

Informasi yang beredar di media sosial, dugaan pertemuan sejumlah tokoh yang disebut berseberangan dengan Pemerintah dikaitkan sejumlah tokoh. Salah satunya, mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal.

Menanggapi kabar tersebut, Dino Patti Djalal membantah telah bertemu dengan Dubes Singapura bersama Saiful Mujani. Dia menyebut informasi itu fiktif karena saat pertemuan yang dituduhkan tersebut berlangsung, dirinya berada di Perth, Australia.

Klarifikasi itu disampaikan Dino melalui akun Instagram pribadinya, Minggu (25/10/2026). Dia menjelaskan, dirinya berada di Perth selama tiga hari untuk menghadiri diskusi mengenai perubahan iklim yang diselenggarakan organisasi nirlaba Global Citizen. Dino merupakan anggota Oceania Board organisasi tersebut.

“Saya ingin memberikan klarifikasi bahwa berita itu 100 persen fiktif, totally fabricated. Karena pada hari Minggu itu saya berada di Perth, Australia, selama tiga hari, baru kembali hari Selasa malam,” jelas Dino.

Adsense

Selama berada di Perth, Dino mengaku juga bertemu dengan Presiden Timor-Leste, Jose Ramos-Horta.

Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) itu juga menegaskan tidak memiliki urusan dengan Saiful Mujani dan belum pernah bertemu langsung dengannya.

Baca juga : BI Tahan Bunga Acuan, Longgarkan Likuiditas

Meski mengenal reputasi Saiful sebagai ahli survei kuantitatif, Dino menegaskan belum pernah berinteraksi secara langsung.

“Walaupun saya tahu beliau adalah analis atau ahli kuantitatif survei yang baik, tapi saya tidak pernah ada pertemuan dengan beliau. Hopefully one day I will meet him,” katanya.

Dino menduga unggahan tersebut sengaja disebarkan untuk membangun persepsi bahwa dirinya tidak nasionalis dan berkolusi dengan Singapura. Dia kemudian menyinggung pengabdiannya kepada negara selama 28 tahun serta penghargaan yang diterimanya.

“Saya bisa katakan bahwa saya mengabdi kepada negara selama 28 tahun, dan telah menerima dua Bintang Mahaputra, salah satunya dari Presiden Prabowo, dan satu Bintang Jasa Utama. Jadi, ada tiga bintang dari negara atas pengabdian saya,” tegasnya.

Dino juga menyebut dirinya berasal dari keluarga yang memiliki sejarah pengabdian kepada Indonesia. Dia mengatakan, sang ayah turut memperjuangkan gagasan Wawasan Nusantara yang menegaskan kesatuan wilayah kepulauan Indonesia.

“Saya datang dari keluarga nasionalis yang hidup kami adalah untuk mengabdi pada negara,” tuturnya.

Baca juga : Pertamina Serius Jaga Pasokan BBM di Seluruh Negeri

Dino mengaku prihatin atas beredarnya informasi tidak benar tersebut. Dia menduga penyebaran narasi tersebut dilakukan secara terkoordinasi melalui sejumlah akun media sosial.

Terpisah, Kedutaan Besar Singapura di Jakarta juga memastikan kabar pertemuan Dino Patti Djalal dan Saiful Mujani di rumah Duta Besar Singapura untuk Indonesia adalah tidak benar.

“Kunjungan tersebut tidak pernah terjadi,” tulis pernyataan resmi Kedutaan Republik Singapura di Jakarta dalam siaran persnya, Minggu (25/10/2026).

Kabar pertemuan Dino dan Saiful Mujani di rumah Dubes Singapura berlangsung pada Minggu (18/10/2026), namun pertemuan itu tidak pernah ada. [BSH]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense