RM.id Rakyat Merdeka - Pengamat Politik yang juga Dosen Universitas Al Azhar, Ujang Komarudin, mengatakan, melesatnya elektabilitas Cagub-Cawagub Jakarta Nomor Urut 3 Pramono Anung-Rano Karno (Pram-Doel) hingga 41,6 persen menyalip Ridwan Kamil-Suswono yang melorot jadi 37,4 persen disebabkan pemilih Anies Baswedan yang lebih memilih Pram-Doel.
"Pendukung Anies, pemilih Anies yang banyak ke pasangan Pramono Anung dan Rano Karno karena mereka kecewa ke Ridwan Kamil (RK)," kata Ujang Komarudin, menanggapi hasil survei terbaru LSI soal Pilkada Jakarta, Rabu (23/10/2024).
Baca juga : Survei LSI Sebut Pram-Doel Unggul Saat Debat Pilkada DKI
Selain itu, kata Ujang, banyak juga penolakan dari warga Jakarta yang bisa dilihat dari beredarnya tulisan di spanduk dan tembok terhadap RK-Suswono. Fenomena penolakan itu menguntungkan pasangan Pramono-Rano.
Ujang menyebut faktor kedua yang menyebabkan elektabilitas Pramono-Rano naik dan menyalip RK-Suswono, merupakan buah hasil kerja politik Tim Sukses (Timses) Pramono-Rano di bawah (grass root) yang solid.
Baca juga : Prabowo-Gibran Dilantik Pagi Ini, Pengamanan di MPR Semakin Ketat
"Mereka kompak dan sangat serius bekerja memenangkan Pramono-Rano sehingga bisa menaikkan elektabilitas pasangan tersebut," kata Ujang.
Ujang menilai, koalisi partai pendukung RK-Suswono di Jakarta belum kompak, belum satu arah, dan belum satu frekuensi.
Baca juga : Selama 11 Jam, Prabowo Beri Wejangan Soal Isu Geopolitik Hingga Ekonomi
"Kemungkinan yang kerja hanya PKS, Golkar yang partai lainnya mungkin belum jalan. Saya membacanya mereka tidak terlalu solid sehingga RK tertinggal dalam elektabilitas berdasarkan hasil survei terbaru tersebut," pungkas Ujang.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.