Sebelumnya
Secara rinci, Dedi menungkapkan, persentase persoalan menjadi perhatian para responden dalam survei kali ini. Di antaranya masalah ekonomi sebanyak 49,7 persen respoden menyatakan ekonomi keluarga mereka memburuk atau turun drastis elama lima tahun terakhir.
Kemudian, sebanyak 48,4 persen respoden menyatakan sulitnya lapangan pekerjaan dan lapangan usaha selama lima tahun terakhir. Lalu masalah pupuk subsidi untuk petani perkebunan sebanyak 32,1 persen responden menyatakan sulit didapat.
Baca juga : Survei Pilkada Kaltim, Elektabilitas Rudy-Seno 57,9 Persen, Kalahkan Isran-Hadi
Selanjutnya, sebanyak 20,1 persen respoden menyatakan masalah infrastruktur di Kalimatan Timur yang belum layak sebagai provinsi menyandang status Ibukota Negara Indonesia. Lalu sebanyak 50,8 persen menyatakan bahwa rendah kualitas sarana dan prasarana kesehatan di Kalimantan Timur.
"Terakhir sebanyak 49,2 persen menyatakan rendah kulaitas sarana prasarana pendidikan di Kalimantan Timur," ujarnya.
Baca juga : Erick: BUMN Siap Kerja Keras Menjalankan Visi Presiden
Lebih lanjut, hasil survei juga menunjukkan bahwa paslon 01 Isran Noor-Hadi Mulyadi memperoleh approval rating sebesar 38,1 persen dengan rincian yang menyatakan puas 23,2 persen dan sangat puas 14,9 persen.
Namun, di sisi lain dari hasil survei ini yang menyatakan tidak puas sebesar 34,4 persen dan sangat tidak puas 18,2 persen, selebihnya 9,3 persen tidak memberikan penilaian.
Baca juga : Erick: BUMN Siap Kerja Keras Menjalankan Visi Presiden
"Dalam hal kepuasan (approval rating) rakyat Kaltim terhadap kinerja petahana hanya diangka 38,1 persen. Sehingga dengan kondisi hasil survei ini dapat dikatakan kinerja petahana secara kepuasan rakyat tidak mencapai 50 persen," tuturnya.
Selain itu, Dedi menilai, hasil survei WRC ini juga mencerminkan bahwa dinamika politik dan permasalahan yang berkembang di masyarakat Kaltim. Dalam sampling responden, ada beberapa isu seperti pendidikan, kesehatan, pemukiman, infrastruktur, serta potensi ekonomi daerah yang tidak dirasakan rakyat Kaltim menjadi perhatian utama responden.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.