BREAKING NEWS
 

Catatan Drg. Siti Chandra Dwidjayanti

Anak Anda Mengorok? Waspadai Tanda-tanda Gangguan Tidur

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Jumat, 24 Januari 2025 16:40 WIB
Ilustrasi anak tidur mengorok (Foto: Hula app)

RM.id  Rakyat Merdeka - Hal di atas mungkin jika ditanyakan kepada orang tua, akan ada jeda waktu berpikir dan mengingat sebelum akhirnya memberikan jawaban. Hal ini dikarenakan mengorok terjadi pada saat seseorang dalam keadaan tidur, yang kadang orang tua merasa merupakan sesuatu yang biasa terjadi pada anak, terutama saat anak sedang kelelahan setelah beraktivitas seharian.

Namun, hal tersebut harus diperhatikan. Kondisi tersebut adalah tanda awal dari suatu gangguan pernapasan yang terjadi saat tidur.

Mengapa anak Anda mengorok?

Mengorok diidentifikasikan oleh masyarakat awam sebagai suara keras yang keluar saat seseorang dalam keadaan tidur. Berdasarkan American Association of Sleep Medicine, mengorok adalah suara yang dihasilkan dari aliran udara yang tidak lancar, menyebabkan jaringan saluran napas bagian atas bergetar saat tidur [1].

Baca juga : Kuatkan Sinergi Ormas dan Pemerintah untuk Hadapi Tantangan Keberagaman

Apabila hal ini dibiarkan, maka akan terjadi suatu gangguan obtruktif jalan napas atau Obstructive Sleep Apnea (OSA) yang ditandai dengan henti napas secara berulang selama anak tidur. Kondisi ini sudah ditemukan sejak 1981 oleh Prof. Guillemnault, tetapi sampai sekarang kewaspadaan mengenai hal ini belum diketahui secara meluas [2].

Tanda apa saja yang perlu diwaspadai?

Jika anak mengorok lebih dari 2 atau 3 malam dalam 1 minggu dan terjadi terus menerus, hal-hal di bawah ini harus diwaspadai [3]:

Adsense

Anak-anak dengan tanda-tanda di atas memiliki masalah perilaku, perhatian, dan kognitif dalam sehari-harinya [4].

Apa yang bisa dilakukan oleh orang tua?

Baca juga : Memprioritaskan Swasembada dan Hilirisasi Tanaman Pangan

Mengamati pola tidur anak, jika memang terdapat tanda di atas, segera konsultasikan dengan dokter, terutama dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT) untuk melihat penyebab lebih lanjut.

Anak yang mempunyai kecenderungan amandel dan adenoid besar, merupakan salah satu tanda awal obstruksi napas. Sehingga adenotonsillectomy atau operasi pengangkatan amandel dan tonsil menjadi firstline treatment untuk kondisi mengorok pada anak [5].

Sedangkan untuk anak yang tidak mempunyai masalah pada amandel atau adenoidnya, pemeriksaan lebih lanjut dapat dilakukan ke dokter gigi spesialis ortodonsia untuk melihat pola pertumbuhan rahang anak yang mungkin sempit dan mengganggu masuknya udara [6].

Baca juga : Gereja yang Mendengarkan dan Berjalan Bersama dengan Dunia yang Terluka

Terakhir, yang harus diperhatikan adalah pola makan anak dan obesitas, yang dapat juga menyebabkan penyempitan pada saluran napas karena penebalan jaringan lunak pada lingkaran leher [7].

Kesimpulan

Mengorok pada anak-anak tidak boleh dianggap sepele. Sebab, usia anak adalah masa berjalannya pertumbuhan dan perkembangan yang di dalamnya sangat diperlukan aliran oksigen yang membantu penyerapan nutrisi dalam tubuh.

Referensi

  1. American Academy of Sleep Medicine. International classification of sleep disorders. 3rd ed. Darien, IL: American Academy of Sleep Medicine. 2014.
  2. Guilleminault, C., R. Korobkin, and R. Winkle, A review of 50 children with obstructive sleep apnea syndrome. Lung, 1981. 159(1): p. 275-287.
  3. Gozal, D., Sleep-disordered breathing and school performance in children. Pediatrics, 1998. Vol. 102 No. 3 September 1998: p. 616-620.
  4. da Silva Gusmão Cardoso, T., S. Pompéia, and M.C. Miranda, Cognitive and behavioral effects of obstructive sleep apnea syndrome in children: a systematic literature review. 2018(1878-5506 [Electronic]).
  5. Kobayashi, R., et al., Evaluation of adenotonsillectomy and tonsillectomy for pediatric obstructive sleep apnea by rhinomanometry and the OSA-18 questionnaire. 2014(1651-2251 [Electronic]).
  6. Bergamo, A.Z.N., et al., Adenoid hypertrophy, craniofacial morphology in apneic children. Pediatric Dental Journal, 2014. 24(2): p. 71-77.
  7. Umano, G.R., et al., Pediatric Sleep Questionnaire Predicts Moderate-to-Severe Obstructive Sleep Apnea in Children and Adolescents with Obesity. LID - 10.3390/children9091303 [doi] LID - 1303. 2022 (2227-9067 [Print]).

Siti Chandra Dwidjayanti, Sp.Pros
Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Trisakti

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense