BREAKING NEWS
 

Setahun Program MBG

Reporter & Editor :
RATNA SUSILOWATI
Minggu, 11 Januari 2026 18:30 WIB
RATNA SUSILOWATI

RM.id  Rakyat Merdeka - Program Makan Bergizi Gratis diluncurkan setahun lalu. Tepatnya, 8 Januari 2025. Jangkauan penerima manfaatnya mencapai 55 juta warga Indonesia. Bukan hanya anak sekolah, tapi juga balita, ibu hamil dan ibu menyusui di berbagai daerah, hingga pelosok tanah air. Terbesar di dunia. Brazil saja, cakupannya hanya bisa 40 juta. Padahal program sejenis itu sudah dilaksanakan 11 tahun.

Bagi UMKM, dampak program MBG sangat signifikan. Menciptakan peluang ekonomi yang besar, melalui penyerapan bahan baku dari petani, peternak, dan produsen pangan di rumahan. Terjadi peningkatan pendapatan masyarakat, tercipta lapangan kerja dan menciptakan sirkular ekonomi.

Misalnya di Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Dalam artikel yang dimuat di RM id, Ely Hartati, pelaku usaha katering lokal, mengembangkan dapur untuk mendistribusikan lebih dari tiga ribu porsi makanan perharinya. Dan dikirim ke 6 sekolah. Dia berencana menambah lagi dapur baru, seiring permintaan yang meningkat. Melalui dapur yang dikelolanya, Ely mempekerjakan lebih dari 50 karyawan lokal. Juru masak, tenaga distribusi, logistik, hingga staf administrasi operasional.

Baca juga : Selamatkan Anak-anak Dari Konten Buruk

Dapur umum dalam program MBG disebut SPPG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi, saat ini jumlahnya lebih dari 10 ribu. Ini artinya, ribuan pelaku usaha lokal seperti Ely Hartati, sudah lahir di pelosok negeri. Dan mempekerjakan ratusan ribu orang.

Adsense

Selama setahun program ini berjalan, SPPG di seluruh negeri sudah menghasilkan sekitar 1,4 miliar porsi makanan bergizi untuk masyarakat. Di tahun 2026 ini, Badan Gizi Nasional (BGN) menargetkan penerima manfaatnya ditambah hingga 80-an juta orang, untuk seluruh desa di Indonesia.

Bagaimana efektifitas program ini? Pemerintah menyatakan tingkat keberhasilan pelaksanaan sangat tinggi, hampir 99–99,99 persen. Kesalahannya, menurut Presiden Prabowo, sangat sangatlah kecil. Tak sampai 0,1 persen. Tentu tak ada program yang 100 persen sempurna.

Baca juga : Setahun MBG, Ikhtiar Menyempurnakan Program Gizi Anak

Memang ada catatan kritis mengenai program MBG. Sejumlah laporan dan informasi dari lapangan menyebut, ada terjadi keracunan massal atau gangguan kesehatan akibat makanan yang disajikan tidak memenuhi standar sanitasi, kebersihan dan kualitas bahan. Data BGN menyebut, korbannya mencapai 4 ribuan orang. Faktor penyebabnya higiene dapur yang lemah, keterlambatan distribusi, dan kurangnya kontrol suhu makanan selama pengolahan dan distribusi. Insiden ini terjadi di berbagai daerah dan sempat memicu kekhawatiran publik.

BGN pun secara aktif melakukan perbaikan standard operating procedures (SOP) yang masih bervariasi antar daerah, bahkan tidak diterapkan konsisten, pada awalnya. Sejak akhir tahun 2025, BGN kini menerapkan berbagai aturan ketat. Semisal koki dapur MBG wajib punya sertifikat keahlian. Dapur yang tidak memenuhi standar akan diberi peringatan. Dan jika melanggar, diterapkan sanksi penutupan. Ke depan, kelihatannya, penting diterapkan mekanisme kontrol terpusat dengan sistem digital. Sehingga BGN bisa mengecek dapur, distribusi dan laporan kejadian dari daerah dengan cepat. Untuk wilayah terpencil, mungkin dibutuhkan pola distribusi yang baik, jaringan cold storage dan jadwal yang ketat agar kesegaran bahan pangan bisa tetap dijaga.

Catatan kritis lainnya sebagai evaluasi adalah dibutuhkan transparansi dalam pemilihan mitra, pengadaan bahan, dan pengelolaan SPPG. Agar tidak muncul kekuatiran masyarakat mengenai ruang konflik kepentingan dan inefisiensi.

Baca juga : Ketua DPD Heran Ada Pihak Yang Pertanyakan Program MBG

Tujuan program MBG sangat baik, positif. Bahkan membanggakan. Diakui di kancah global sebagai program gizi terbesar di dunia. Masih ada kelemahan, haruslah diakui sebagai tantangan dalam upaya perbaikan dan pengembangan. Agar program ini menjadi semakin baik dan sempurna. Demi, mencetak generasi Indonesia yang sehat dan produktif. Bukan sekedar memberi bantuan makanan kepada masyarakat.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense