BREAKING NEWS
 

Maaf Dari Wapres

Reporter & Editor :
RATNA SUSILOWATI
Kamis, 24 September 2026 14:04 WIB
RATNA SUSILOWATI

RM.id  Rakyat Merdeka - Blusukan dan permintaan maaf yang dilakukan Wapres Gibran Rakabuming belakangan ini bisa dibaca sebagai tanda-tanda politik penting.

Kata-kata maaf yang pertama diucapkan pada Kamis, 10 September 2026. Saat meninjau Posko Pantau Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Guntung Damar, Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Gibran berhadapan dengan situasi udara yang diselimuti kabut asap akibat sulitnya memadamkan api di lahan gambut. 

Usai mendengarkan keluhan warga di Sekolah Rakyat Terintegrasi dan Rumah Sakit Idaman Banjarbaru, ia langsung melayangkan pernyataan terbuka. “Saya ucapkan mohon maaf yang sebesar-besarnya untuk warga Kalimantan karena kondisi udara belum sepenuhnya pulih,” ujar Gibran.

Keesokan harinya, Jumat, 11 September 2026, Gibran terbang ke Sumatra Utara untuk menghadapi krisis yang berbeda. Ia mengunjungi Rumah Sakit Efarina Etaham Berastagi di Kabupaten Karo, tempat puluhan siswa dirawat akibat keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Suasana di koridor rumah sakit sempat memanas ketika sekelompok orang tua menghadang rombongan Wapres. 

Dengan penuh amarah, mereka memprotes MBG yang dikonsumsi dan menyebabkan kondisi anak-anaknya sakit, bergejala berat mulai dari pusing, sesak, mual, hingga kejang-kejang. Mereka juga mengeluhkan beban biaya pengobatan yang harus mereka tanggung.

Menghadapi kemarahan tersebut, Gibran bersikap kooperatif dan memotong perdebatan birokrasi. Ia langsung mengakui kesalahan instansi pemerintah di hadapan para ibu.

Baca juga : Safari Jokowi & Dampak Politiknya

“Enggak, Bu. Yang salah, kan, kami. Ibu enggak salah. Ibu enggak salah. Yang salah kami. Saya mohon maaf. Kemarin, kami harus urus kebakaran hutan lebih dulu di Kalimantan,” tutur Gibran menenangkan situasi.

Ia kemudian menegaskan pertanggungjawaban negara. “Atas nama pemerintah saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Pak, saya yang minta maaf, Pak. Saya minta maaf sekali atas kejadian ini, kami pastikan anak-anaknya pulih semua ya. Sampai benar-benar sembuh total,” tambahnya.

Sebelum meninggalkan lokasi, Gibran meminta orang tua untuk tidak memaksakan anak-anak kembali ke sekolah sebelum pulih dan menyarankan opsi membawa bekal yang dimasak ibunya masing-masing untuk sementara waktu. Sebagai tindakan konkret, dua korban dengan gejala paling parah langsung dirujuk ke RSCM Jakarta atas fasilitas pemerintah. 

Pasca-kejadian ini, Badan Gizi Nasional (BGN) juga langsung mengevaluasi ketat sistem dapur terpusat (SPPG) agar kasus serupa tidak terulang.

Gibran juga punya sudut pandang menarik untuk perbaikan MBG. Di beberapa kesempatan, saat peninjauan sekolah-sekolah, Gibran menekankan pentingnya melibatkan berbagai elemen masyarakat untuk mendukung keberhasilan program MBG. Seperti kantin dan usaha kecil lainnya di sekitar sekolah. Juga melibatkan pesantren, gereja, SMK Tata Boga, hingga ibu-ibu PKK dan orang tua murid.

Dengan melibatkan banyak pihak, dan unsur masyarakat, program MBG akan makin baik. Memperkuat pengawasan, sekaligus memastikan program lebih efektif dan berkelanjutan.

Adsense

Ia mengakui pelaksanaan program MBG masih menghadapi sejumlah tantangan yang perlu dibenahi. Mulai dari aspek tata kelola hingga pengawasan pelaksanaannya. “Tata kelola diperbaiki agar lebih efisien, jangan lagi ada pengadaan barang yang tidak sesuai dan praktik korupsinya dihilangkan,” tegasnya.

Baca juga : Tak Boleh Pelit Ke Rakyat Miskin

Pernyataan Gibran seolah jadi kritik tersirat, sekaligus input bagi Badan Gizi Nasional (BGN) yang selama ini menjalankan dapur-dapur MBG dengan mekanisme sentralistik dan berpotensi mematikan kantin-kantin atau usaha kecil di seputar sekolah. 

Dalam kacamata politik, pernyataan yang disampaikan Gibran, menunjukkan gaya komunikasi visual yang sangat berbeda dari gestur formal kepresidenan. 

Presiden Prabowo yang berlatar belakang militer, dikenal memiliki gaya bicara yang tegas, makro dan protektif terhadap martabat institusi kenegaraan. Sehingga, sikap dan gestur Gibran jadi tampak antitesa Prabowo.

Apakah Gibran sedang menarik garis pembatas? Atau ini jadi tanda-tanda keretakan hubungan dengan Prabowo? 

Ada analis politik yang menyebut begitu. Tapi, perbedaan gaya komunikasi politik, belum tentu jadi tanda perpecahan.

Bagi haters-nya, mungkin blusukan Gibran dianggap sedang mengambil hati rakyat. Berjuang menaikkan approval rating dan persiapan pemilu. 

Tapi, jika dibaca dari etika tata kelola pemerintahan, Gibran justru sedang berusaha melakukan penyelamatan program prioritas presiden. Ia turun ke bawah, mengecek hal teknis, sekaligus menampung riak-riak ketidakpuasan di bawah.

Baca juga : Setahun Program MBG

Pernyataan maaf Gibran, dinilai sejumlah pengamat, adalah “peredam kejut” atau shock absorber, di tengah karut marut pengelolaan MBG yang mengarah kepada degradasi legitimasi Pemerintahan. Gibran sedang menjaga image program unggulan Presiden. Agar kepercayaan publik tetap terjaga.

Di sisi lain, pernyataan maaf Gibran, dan turun ke lapangan, menghadapi langsung permasalahan, memang bisa dipandang menunjukkan kerendahan hati, sekaligus kelincahannya bersikap di tengah masyarakat. 

Ini mematahkan narasi yang menyebut Gibran sebagai figur pasif, tak bisa kerja. Ia paham keresahan rakyat, memperhatikan hal-hal teknis operasional. Lalu mendorong dan menyampaikan ide-ide agar program Pemerintah dikerjakan lebih baik.

Apakah seringnya Gibran blusukan akan menaikkan approval rating dirinya? Belum tentu juga. Jika program-program unggulan pemerintah terus mengalami kendala di lapangan, aksi blusukan justru berisiko menyerap sentimen negatif dan kritikan masyarakat secara langsung. 

Popularitas Gibran malah jadi rentan, sementara citra Prabowo tetap terlindungi di level makro.

Jadi, daripada dianggap pecah kongsi, mestinya, blusukan dan permintaan maaf Gibran sebaiknya dipandang sebagai strategi berbagi peran yang justru akan menguntungkan Pemerintahan Prabowo. 

Presiden fokus pada kebijakan negara yang sifatnya strategis dan struktural. Sementara Wapres, blusukan untuk mengecek, mengevaluasi dan menjaga keberlangsungan program dengan baik.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense