Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- KSP Percepat Jargas Gresik, Target 1 Juta Sambungan Rumah pada 2028
- Polda Banten Dampingi Keluarga Korban Arupadatu Tabur Bunga di Selat Sunda
- Rampung Tahap II, 20 Hari Lagi Eks Jampdisus Febrie Disidangkan
- Kasus Suap HGB, KPK Geledah Kantor PT Summarecon Agung di Jaktim
- 7 Indikator Ekonomi Indonesia Tetap Resilien di Tengah Gejolak Global
Terima Kunjungan DPM Malaysia, Wapres Perkuat Kerja Sama Halal, Desa Dan PMI
Jumat, 18 September 2026 09:13 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Presiden Gibran Rakabuming menerima kunjungan kehormatan Deputi Perdana Menteri (DPM) sekaligus Menteri Kemajuan Desa dan Wilayah Malaysia Dato’ Seri Dr. Ahmad Zahid Hamidi di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (17/9/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Gibran menegaskan Malaysia sebagai sahabat dekat sekaligus mitra strategis Indonesia. Kedua negara dinilai memiliki peluang untuk memperkuat kerja sama di bidang industri halal, pembangunan perdesaan, hingga pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI).
“Salam hangat dari Bapak Presiden Prabowo untuk Yang Mulia. Terima kasih sekali untuk kedatangannya. Malaysia adalah kawan dekat kami, mitra strategis kami,” ujar Gibran.
“Saya sangat senang dengan kedatangan Yang Mulia. Saya yakin kunjungan Yang Mulia kali ini bisa lebih mempererat kerja sama dan juga membuka peluang-peluang baru yang nanti ke depan akan menguntungkan kedua negara,” lanjutnya.
Ahmad Zahid menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat Gibran. Ia sekaligus menyampaikan salam dari Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim.
“Saya mengucapkan banyak-banyak terima kasih atas sambutan yang sangat hangat setiap kali saya berada di Indonesia. Dan saya ingin menyampaikan salam dari Yang Mulia Bapak Anwar Ibrahim,” tuturnya.
Wapres Gibran Rakabuming dan DPM Malaysia Ahmad Zahid Hamidi bersama delegasi membahas penguatan kerja sama Indonesia-Malaysia di Jakarta.
Salah satu pembahasan utama dalam pertemuan tersebut adalah penguatan kerja sama industri halal. Kunjungan Ahmad Zahid ke Indonesia merupakan tindak lanjut undangan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) untuk menghadiri The 5th Summit of Halal 20 (H20).
Baca juga : Jelang 70 Tahun Hubungan Diplomatik, Wapres Perkuat Kemitraan Indonesia-Bulgaria
Ahmad Zahid mengatakan Indonesia dan Malaysia memiliki peluang besar memperluas pasar produk halal, baik di kedua negara maupun ke pasar global. Salah satu langkah yang dibahas adalah penguatan saling pengakuan produk halal kedua negara agar akses pasar produk Indonesia di Malaysia dan produk Malaysia di Indonesia semakin terbuka.
“Paling penting karena produk halal ini, di market, kebutuhan di dunia bernilai 1,3 trillion US Dollar. Besar. Dan tentunya, Indonesia dan Malaysia mempunyai market share untuk kita menawarkan produk-produk halal ke seluruh dunia,” ujarnya.
Menanggapi peluang tersebut, Gibran memberikan dukungan terhadap percepatan penguatan kerja sama halal dari tingkat bilateral menuju tingkat kawasan ASEAN.
Kepala BPJPH Ahmad Haikal mengatakan, Wapres meminta proses pembentukan ASEAN Halal Council segera dipercepat. Menurutnya, forum tersebut akan meningkatkan kerja sama halal Indonesia dan Malaysia ke tingkat regional.
“Mas Wapres sangat mendukung dan meminta segera dilakukan percepatan menuju ASEAN Halal Council. Karena ketika ASEAN Halal Council terwujud, ini sudah naik kelas halal,” kata Haikal.
Sebagai langkah awal, Indonesia dan Malaysia berencana memprakarsai pembentukan Indonesia-Malaysia Halal Council pada akhir 2026. Forum tersebut diharapkan memperkuat mekanisme saling pengakuan sertifikasi halal kedua negara.
“Rencananya di akhir tahun ini kita berdua memprakarsai Indonesia-Malaysia Halal Council. Sehingga barang-barang halal yang ada di Indonesia itu sudah otomatis halal di Malaysia dan barang-barang di Malaysia pun sudah di Indonesia,” jelas Haikal.
Baca juga : Akademisi USU: Gibran Tunjukkan Tanggung Jawab Tangani Korban Keracunan Makanan
Selain industri halal, Gibran dan Ahmad Zahid membahas peluang memperkuat kerja sama pembangunan perdesaan. Ahmad Zahid menyampaikan keinginan Malaysia memperluas kolaborasi antara Kementerian Kemajuan Desa dan Wilayah Malaysia dengan Kementerian Desa Republik Indonesia.
Menurutnya, terdapat banyak kesamaan dalam pembangunan kawasan perdesaan di kedua negara. Kesamaan tersebut dapat menjadi ruang untuk bertukar pengalaman, perencanaan, dan praktik pembangunan, termasuk pengembangan kawasan transmigrasi.
“Banyak similarity atau kesamaan antara Indonesia dan Malaysia, mungkin kita boleh berkongsi pengalaman. Boleh juga berkongsi perencanaan untuk memajukan kawasan-kawasan perdesaan, terutamanya bagi daerah penduduk transmigrasi dari luar bandar,” ungkap Ahmad Zahid.
Gibran menyampaikan, Indonesia memiliki lebih dari 75 ribu desa yang menjadi bagian penting dalam pembangunan nasional. Sejak 2015, pemerintah mengalokasikan Dana Desa untuk mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
Pemanfaatan Dana Desa mencakup pembangunan infrastruktur, penguatan ketahanan pangan, peningkatan kapasitas masyarakat, pengembangan potensi ekonomi, hingga penanganan bencana.
Menurut Gibran, pembangunan desa memiliki peran strategis dalam mendorong pemerataan pembangunan dan memperkuat perekonomian dari tingkat bawah. Karena itu, kerja sama Indonesia-Malaysia di bidang tersebut dapat diperkuat melalui pertukaran pengalaman, pengetahuan, dan praktik baik.
Wapres Gibran Rakabuming mengantar DPM Malaysia Ahmad Zahid Hamidi sampai ke depan mobil usai pertemuan di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (17/9/2026).
Pembahasan lainnya menyangkut pelindungan PMI yang bekerja di Malaysia. Gibran menekankan pentingnya memastikan PMI memperoleh proteksi dan pelindungan yang baik selama bekerja di Negeri Jiran.
Baca juga : Wapres Gibran Dukung Suahasil Jaga APBN Tetap Sehat Dan Kredibel
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin mengatakan, pelindungan PMI menjadi salah satu perhatian yang disampaikan Wapres dalam pertemuan tersebut.
“Terkait dengan pelindungan pekerja migran yang ada di Malaysia. Termasuk tadi Pak Wakil Presiden juga memesankan pentingnya memberikan proteksi yang bagus, pelindungan yang baik terhadap pekerja-pekerja migran kita yang ada di Malaysia,” ujar Mukhtarudin.
Selain pelindungan, kedua pihak membahas peluang penambahan kuota penempatan PMI di sektor formal. Pemerintah Indonesia mendorong peningkatan akses bagi tenaga kerja dengan keterampilan menengah dan tinggi.
“Yang kedua terkait dengan sektor-sektor penambahan kuota untuk sektor formal. Karena yang ada memang masih dominan oleh informal. Jadi, kita memperkuat juga sektor formal, khususnya yang di medium dan high-skilled workers,” kata Mukhtarudin.
Pertemuan Gibran dan Ahmad Zahid tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan Indonesia-Malaysia sebagai sahabat dekat dan mitra strategis. Kerja sama industri halal, pembangunan perdesaan, serta pelindungan dan perluasan kesempatan kerja bagi PMI menjadi sejumlah bidang yang dibahas untuk memberikan manfaat bagi masyarakat kedua negara.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya