Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- KSP Percepat Jargas Gresik, Target 1 Juta Sambungan Rumah pada 2028
- Polda Banten Dampingi Keluarga Korban Arupadatu Tabur Bunga di Selat Sunda
- Rampung Tahap II, 20 Hari Lagi Eks Jampdisus Febrie Disidangkan
- Kasus Suap HGB, KPK Geledah Kantor PT Summarecon Agung di Jaktim
- 7 Indikator Ekonomi Indonesia Tetap Resilien di Tengah Gejolak Global
Jelang 70 Tahun Hubungan Diplomatik, Wapres Perkuat Kemitraan Indonesia-Bulgaria
Selasa, 15 September 2026 18:43 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menerima kunjungan kehormatan Deputi Perdana Menteri (DPM) sekaligus Menteri Ekonomi, Investasi, dan Industri Bulgaria Alexander Poulev di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (14/9/2026).
Pertemuan tersebut menjadi momentum memperkuat hubungan bilateral Indonesia-Bulgaria menjelang 70 tahun hubungan diplomatik kedua negara pada 20 September 2026. Sejumlah bidang strategis dibahas, mulai dari perdagangan, investasi, pertahanan, teknologi hingga ekonomi kreatif.
"Selamat datang di Indonesia. Selamat datang di Jakarta, Yang Mulia. Kunjungan ini adalah kunjungan yang sangat istimewa karena memperingati 70 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Bulgaria pada 20 September ini," ujar Gibran.
Wapres juga menyampaikan salam hangat Presiden Prabowo Subianto kepada DPM Bulgaria. Menurutnya, hubungan yang telah terjalin selama tujuh dekade perlu terus diperkuat melalui pembukaan peluang kerja sama baru yang saling menguntungkan.
"Dan saya yakin kunjungan Yang Mulia kali ini dapat lebih mempererat hubungan antara Indonesia dan Bulgaria dan membuka peluang baru, kerja sama baru antara Indonesia dan Bulgaria yang saya yakin ke depan bisa menguntungkan kedua negara," ungkapnya.
Wapres Gibran Rakabuming berbincang dengan DPM Bulgaria Alexander Poulev saat kunjungan kehormatan di Istana Wapres, Jakarta, Senin (14/9/2026).
DPM Bulgaria Alexander Poulev menyampaikan apresiasi atas sambutan Wapres. Ia menegaskan kesiapan Bulgaria untuk berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi Indonesia.
Baca juga : Akademisi USU: Gibran Tunjukkan Tanggung Jawab Tangani Korban Keracunan Makanan
Menurut Poulev, persahabatan dan hubungan diplomatik yang telah terjalin menjadi fondasi penting untuk membangun kemitraan ekonomi yang lebih erat.
"Pertama-tama, yang hadir adalah persahabatan, kekuatan hubungan diplomatik dan hubungan kedua negara. Kita memiliki fondasi yang sangat kuat untuk membangun kemitraan ekonomi. Bulgaria ingin berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi Indonesia," ungkap Poulev.
Ia juga menyampaikan keyakinan terhadap prospek ekonomi Indonesia. Berdasarkan kajian ekonomi Bulgaria, Indonesia diperkirakan menjadi salah satu dari empat ekonomi terbesar dunia dalam 10 tahun mendatang.
Dalam pertemuan tersebut, DPM Bulgaria turut menyampaikan simpati atas berbagai bencana alam yang melanda Indonesia. Bulgaria menyatakan kesiapan memberikan bantuan sebagai bentuk solidaritas dan persahabatan kedua negara.
Wapres Gibran Rakabuming Raka bersama DPM Bulgaria Alexander Poulevc.
Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta mengatakan, pertemuan juga membahas peluang peningkatan perdagangan dan investasi dengan memanfaatkan posisi Bulgaria sebagai pintu masuk produk Indonesia ke pasar Uni Eropa.
Sektor agroindustri dan logistik menjadi bagian dari peluang kerja sama yang dijajaki kedua negara.
Baca juga : Wapres Gibran Dukung Suahasil Jaga APBN Tetap Sehat Dan Kredibel
"Yang dilakukan dalam pertemuan ini adalah penjajakan untuk meningkatkan perdagangan dan investasi yang lebih strategis. Tadi salah satu sektor yang dibahas agak mendalam, ini adalah sektor agroindustri, kemudian logistik," jelas Anis.
Menurutnya, Bulgaria juga membuka peluang menjadi pintu masuk produk-produk Indonesia ke pasar Uni Eropa dan kawasan Eropa yang memiliki pasar sekitar 450 juta orang.
Penguatan perdagangan juga dikaitkan dengan penyelesaian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti mengatakan Indonesia berharap dukungan Bulgaria agar perjanjian tersebut dapat segera diratifikasi.
"Lalu kemudian mengenai perjanjian dagang, sedikit tambahan Indonesia-IEU-CEPA, harapannya bisa diratifikasi tahun ini dan berlaku awal tahun 2027, di mana kami berharap support dari Bulgaria," ujar Dyah.
Selain perdagangan dan investasi, peluang kerja sama juga dibuka di sektor pangan dan transfer teknologi.
Sementara itu, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar mengatakan hubungan Indonesia-Bulgaria juga dapat diperluas melalui kolaborasi pelaku ekonomi kreatif kedua negara.
Baca juga : Guru Besar Trisakti Puji Blusukan Gibran Soal Dampak Karhutla
Salah satunya dengan mengundang delegasi Bulgaria untuk menghadiri World Conference on Creative Economy (WCCE).
"Kalau dari sektor ekonomi kreatif, tadi salah satunya tentu kita mengundang delegasi dari Bulgaria untuk datang ke World Conference on Creative Economy," jelas Irene.
Rangkaian pembahasan tersebut diharapkan dapat menerjemahkan momentum 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Bulgaria menjadi kerja sama yang lebih konkret. Perluasan akses pasar Eropa, perdagangan, investasi, agroindustri, logistik, pangan, teknologi, dan ekonomi kreatif menjadi sejumlah bidang yang berpeluang dikembangkan.
Dalam kesempatan tersebut, Wapres juga menyampaikan ucapan selamat atas Hari Kemerdekaan Bulgaria yang akan diperingati pada 22 September mendatang.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya