RM.id Rakyat Merdeka - Timnas Indonesia harus puas pulang membawa satu poin, setelah kemenangan di depan mata atas tuan rumah Bahrain dirampok wasit pada putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia di Bahrain National Stadium, malam kemarin. Alhasil, kedua tim harus berbagi poin dengan skor akhir 2-2.
Atas hasil ini, tim asuhan Shin Tae-yong menempati posisi kelima klasemen Grup C atau turun satu tingkat dengan koleksi tiga poin dari tiga pertandingan. Bahrain berada di posisi keempat dengan empat poin. Posisi puncak dipegang Jepang dengan sembilan poin disusul Australia dan Arab Saudi yang sama-sama mengemas empat poin. Jepang menorehkan hasil sempurna usai kemenangan 2-0 di markas Saudi.
Indonesia sejatinya berpeluang besar naik ke posisi kedua andai mampu memetik kemenangan di markas Bahrain. Namun, keunggulan 2-1 tim Garuda di ujung laga sirna lantaran gol Bahrain di momen terakhir.
Di laga tersebut, Indonesia mampu bangkit setelah tertinggal lebih dulu dari gol tendangan bebas Mohamed Marhoon pada menit ke-15. Garuda menyamakan kedudukan melalui Ragnar Oratmangoen jelang turun minum pada menit 45+3. Indonesia kemudian berbalik unggul melalui Rafael Struick pada menit ke-74. Namun, kemenangan yang sudah di depan mata pupus lantaran brace Marhoon yang tercipta di menit ke-90+9.
Gol tersebut menimbulkan kontroversi lantaran wasit Ahmed Al Kaf memberi toleransi tambahan waktu yang terlalu lama dari enam menit yang ditetapkan.
Baca juga : Melaju Ke Semifinal Badminton Arctic Open 2024, Jorji Dan Jojo Menyala
Usai laga, pemain dan ofisial Timnas Indonesia pun melakukan protes. Manajer timnas Indonesia Sumardji sampai mendapat kartu merah. Pelatih Shin Tae-yong juga kecewa dan mengkritik keras kepemimpinan wasit asal Oman itu.
“Jika Anda semua menonton pertandingan ini, maka Anda akan paham mengapa semua pemain kami marah. Anda tahu tambahan waktu enam menit tapi berjalan lebih dari sembilan menit,” kata Shin Tae-yong seusai laga.
“Anda tahu keputusan wasit semuanya bias, semua pemain Bahrain meminta tendangan bebas. Anda pasti tahu kenapa para pemain kami marah besar,” tandas STY.
Ketua umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Erick Thohir meminta Timnas Indonesia segera menggeser fokus ke pertandingan melawan China di Stadion Nasional Qingdao, Shandong, pada Selasa (15/10) mendatang.
“Itulah sepakbola. Banyak faktor yang menentukan hasil akhir. Kans menang pertama harus lepas di injury time. Next, saya minta, semua yang ada di Timnas, pemain, tim pelatih, ofisial harus fokus tatap laga berikut lawan China,” kata Erick melalui pernyataan tertulis.
Baca juga : Pasukan RI Komit Jaga Perdamaian Di Lebanon
“Buktikan kita bisa curi poin lebih di kandang lawan. Saya juga minta para suporter untuk terus dan jangan berhenti beri dukungan mental ke para pemain timnas,” tambahnya.
“Ada banyak opini tentang laga Timnas lawan Bahrain itu. Tapi, saya harap para pemain dan tim pelatih sudah lupakan itu, dan susun strategi yang lebih matang untuk hadapi China dalam empat hari lagi. Apalagi situasinya berbeda. Mulai dari cuaca, kesiapan fisik, termasuk recovery, hingga lawan yang punya ambisi meraih poin pertamanya. Ini yang harus kita lebih fokus dan waspadai,” jelas Erick.
Sementara itu, anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, mengaku sangat kecewa dengan kepemimpinan wasit Ahmed Al Kaf di laga Bahrain kontra Indonesia. Arya pun memastikan PSSI akan melayangkan surat protes.
PSSI akan mengirim surat protes karena merasa dirugikan oleh keputusan wasit asal Oman tersebut. Menurut Arya, seolah-olah Ahmed Al Kaf menunggu Bahrain bisa mencetak gol ke gawang Timnas Indonesia. “Ya kita kirim surat protes,” kata Arya.
“Kita sangat kecewa dengan kepemimpinan wasit. Seperti menambah waktu sampai Bahrain menciptakan gol,” sambungnya.
Baca juga : Sandra Dewi Suruh Asisten Tarik Sisa Uang Di Bank
Kepemimpinan wasit Ahmed Al Kaf ini menyulut emosi skuad Timnas Indonesia. Saat Bahrain mampu cetak gol di menit 90+9, manajer Timnas Indonesia, yakni Sumardji diganjar kartu merah karena melakukan protes keras. Bahkan, Shayne Pattynama juga sempat terlibat keributan dengan pemain dan ofisial Bahrain selepas laga.
Kemarin, rombongan Timnas Indonesia, tiba pukul 17.30 WIB di Qingdao Jiaodong International Airport, China. Kedatangannya untuk menjalani laga keempat menghadapi China pada Selasa (15/10) mendatang. Hal itu diketahui dari video yang diunggah oleh akun Instagram resmi Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Shandong, @ppitshandong, pada Jumat (11/10/2024).
“Selamat Datang Timnas Indonesia. Selamat Bertanding,” tulis keterangan PPI Shandong dalam videonya.
Dari video itu terlihat para pemain Timnas Indonesia datang dengan seragam berwarna hitam-hitam. Mereka berjalan keluar dari pintu terminal kedatangan sembari mendorong troli berisi koper-koper besar.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Sabtu, 12 Oktober 2024 dengan judul Kemenangan Di Depan Mata Dirampok Wasit, Tim Garuda Diminta Fokus Lawan China
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.