RM.id Rakyat Merdeka - Marcus Rashford menyebut Manchester United (MU) sebagai klub yang nggak jelas. Ini terbukti dari seringnya berganti manajer.
Rashford adalah salah satu didikan akademi Setan Merah yang mentas selepas era Sir Alex Ferguson. Dia diorbitkan oleh Louis van Gaal, yang menggantikan David Moyes pada musim panas 2014.
Rashford melakoni debut pada pertengahan musim 2015/2016 dan setelah itu jadi andalan di lini serang. Rashford pun merasakan pergantian manajer di MU sebanyak enam kali sejak debutnya.
Baca juga : Sah, Marcus Rashford Mendarat Di Barcelona
Terakhir, Rashford tidak mendapat tempat saat Ruben Amorim menangani tim itu sedari November 2024. Naik-turun prestasi klub selama sedekade lebih dirasakan Rashford.
Dari yang awalnya jadi pujaan, Rashford kini jadi musuh bersama publik Old Trafford karena sikap dan performanya.
Akhirnya, sang striker dibuang ke Barcelona. Menurut Rashford, situasi klub yang tak menentu selepas Ferguson pensiun jadi alasan mengapa dia dan banyak pemain bintang gagal di MU.
Baca juga : Fixed, Bryan Mbeumo Mendarat Di Old Trafford
Apalagi pergantian manajer yang terbilang sering membuat para pemain berada dalam ketidakpastian, terutama soal taktik dan gaya main.
“Saat ini kami tidak berada di tempat di mana MU seharusnya berada. Tapi jika Anda selalu berjalan mundur, apa sih yang bisa diharapkan?” ujar Rashford.
“Selama itu, saya merasa United cuma punya rasa lapar untuk menang. Jadi, kami harus selalu beradaptasi dan mencari pemain yang cocok dengan sistem. Tapi itu cuma spontan,” imbuhnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.