RM.id Rakyat Merdeka - Selain lebih gigih bertahan dan menyerang, Italia tampil trengginas dengan formasi empat bek. Meski menang, Italia masih terancam gagal lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya.
Seperti diprediksi banyak pihak, Italia mampu mengatasi Estonia dengan skor telak 5-0 pada Kualifikasi Piala Dunia 2026, kemarin. Gol Gli Azzurri dicetak lewat brace Mateo Retegui, Moise Kean, Giacomo Raspadori, serta Alessandro Bastoni.
Namun, kemenangan besar bukan hadiah utama debut Gennaro Gattuso sebagai pelatih. Akhirnya, para pemain Italia menyadari bahwa daya juang juga amat dibutuhkan untuk mengakhiri kegagalan lolos ke Piala Dunia. Diketahui, meski diperkuat banyak pemain berkualitas, Italia selalu gagal lolos pada 2018 dan 2022. Bayang-bayang kegagalan itu kembali merekah setelah kalah telak 0-3 dari Norwegia pada laga pembuka kualifikasi.
Baca juga : Final US Open: Sinner Vs Alcaraz, Perebutan Tahta Petenis No.1 Dunia
“Kualitas saja tidak akan cukup. Tim ini harus mengerahkan segalanya dengan gigih, merebut bola, menekan dengan keras, menunjukkan rasa lapar,” kata Gattuso, usai laga di Bergamo, Italia.
Karier kepelatihan Gattuso di berbagai klub memang jeblok. Namun selama masih bermain, eks pemain AC Milan itu dikenal bak badak. Hal tersebut dirasakan skuad Italia yang belum lama mendepak pelatih Luciano Spalletti.
“Dia memberi kami begitu banyak keberanian, juga beberapa tamparan. Kami membutuhkannya akhir-akhir ini,” nilai Bastoni.
Baca juga : Tunjangan-tunjangan Dipangkas, Gaji Anggota DPR Rp 65,5 Juta/Bulan
Kehadiran Gattuso membuat Italia berani tampil beda. Selain kegigihan dalam bertahan dan mencetak gol, perubahan juga tampak dari formasi. Spalletti gemar menggunakan formasi tiga bek, sedangkan Gattuso kurang cocok.
Melawan Estonia, Gattuso menggunakan formasi 4-4-2. Retegui dan Keane berduet di lini depan. Mereka ditopang empat gelandang, yaitu Mattia Zaccagni, Sandro Tonali, Nicolo Barella, dan Matteo Politano. Adapun pos empat bek diisi Riccardo Calafiori, Federico Dimarco, Bastoni, dan Giovanni Di Lorenzo.
Saat menyerang atau menguasai bola, formasi Italia berubah menjadi 2-3-5. Gattuso mencoba memanfaatkan kelebaran lapangan untuk menekan Estonia dari sisi sayap.
Baca juga : Dihukum Demosi 7 Tahun, Sopir Penabrak Ojol Sedih Dan Pukul Dada
Meski menang, tambahan tiga poin belum bisa mendongkrak posisi Italia di peringkat keempat Grup I. Italia mengoleksi enam poin dari tiga laga, tertinggal dari Israel di peringkat kedua yang mengumpulkan sembilan poin. Hanya saja, Italia memiliki satu laga lebih sedikit dibandingkan Israel.
Tangan dingin Gattuso mendapat ujian lebih berat pada laga selanjutnya menghadapi Israel. Laga ini diprediksi akan berlangsung sengit lantaran memperebutkan posisi runner-up Grup I. Dengan lima pertandingan tersisa, Gattuso pantang kehilangan satu poin pun agar tidak hattrick gagal lolos ke Piala Dunia. [JON]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.